Senin, 27 Desember 2010

perwari menteng 35

Diskusi I
- Buku “mengayam beda memelihara bangsa” dibuat seprti klipingan klipingan. Jangan meremehkan kliping, karena kliping ini penting dan Sebagain besar karya Pram itu berdasarkan kliping kliping Koran.
- Yang sering dianggap sentral di kelompok minoritas adalah soal agama dan ini yang kemudian menimbulkan pembatasan pembatasan lain berbasis sikap orang lain ke mereka.
- “perempuan perempuan kramat tunggak”  Endang-Menkes sekarang
- Logika terbalik balik “ di Aceh pada saat puasa semua restoran wajib tutup termasuk restoran milik non muslim dan hanya boleh buka pada saat akan berbuka puasa dan diwajibkan bahwa yang berkunjung ke sana adalah yang non muslim. “a quoi ca sert?
- Indonesia opportunis?  saat Gonzales itu bernaturalisasi menjad iwni, disahkan saja dn malah dielu elukan karena memang dia menjadi pemennag Indonesia di laga bola baru baru ini dan membawa Indonesia ke final. Tapi yang lain yang tidak menguntungkan _misal etnis tionghoa” sangat lama untuk hal ini
- Setara institute dan wahid institute baru baru ini melakukan riset dna mereka sudah melaunchig hasil riset mereka baru baru ini dan mereka dapati bahwa di jabodetabek, itu masyarakatknya sudah sangat tidak tolerance contohnya pada saat pendirian ruma hibadah di lingkungan mereka
- Di beberapa cara televise sering menampilakn tayangan yang memperlihatkan stigma bahwa yang baik tiu adalah yang alim ulam yang berjenggot dan bersorban. Sedang yang jelek itu orang digambarkan seperti berpaakaian seperti kaum penghayat. Ini kemudian menimbulkan kegelisahan pada kaum pewnghayat karena menstigmaan yang sepreti ini.  langkah yang bisa diambil oleh kaum penghayat apa? Mereka bisa mendata sedetail mungkin dan melaporkannya ke Komisi Penyiaran Indonesia

Diskusi II
- Setelah sebuah buku itu selesai maka itu adalah milik pembaca. Namun padaa saat penyusunan sebuah buku, kita harus pastikan bahwa kita semua data yang kita punya itu ada sumbernya.
- Sehingga untuk yang ditas, kita brani karena salah  lbih baik ada 1000 buku yang salah tapi dipublikasikan, dari pada 10 buku yang katanya bagus tapi tidak pernah dipublikasikan,
- Uu pornografi itu karena menganggap raga rasa dan bukannya ragam rasa. Ragam rasa adaalh keberagaman rasa yang dimiliki oleh konsep adat.
- Taufik Raden : Tentang dharma agama dan dharma Negara. Dharma agama itu ada di pancasila silal 1-2. Dharma Negara it uada di sila 4-5. Dan gabungan atau penyatuan dari duaduanya ada di sila 3. Ctt: agama disini adalah system kepercayaan di masyarakat (kebudayaan).
- Masyarakt bali mendefinisikan bahwa sensualitas itu bukan soal raga, tapi soal waktu.  ada suatu waktu dimana orang orang terbuai dan hasratnya membuncah untuk dunia, saat itu bunga bunga berebaran, dan orang orang slaing berkasihan.  jadi sensualitas itu bukan soal raga tapi soal rasa.
- UU Pornografi Amerika itu hadir pada tahun 70 an dipicu oleh adegan oral seorang bintang film porno, dan masyarakat pikir perlu untuk mengatur hal hal ini.
- Tapi kemudian ini tidak muncul dan sampai skearang amerika hanay ada satu uu pelacuran yaitu di las vegas selebihnya tidak ada
- Fatwa MUI itu keabsahannya sampai dimana kah? Karena untuk undang undang pornografi ini, itu dijadikan peganggan dan dasr pemikiran juga.
-

Urbanisasi

Sejarah urbanisasi
Urbanisasi awalnya disebabkan karena munculnya revolusi Industri pada 1769 akibat penemuan system mesin oleh James Watt yang secara berlipat meningkatkan kapasitas produksi tekstil dari semula bukan mesin. Penemuan demikian diikuti oleh penemuan teknologi berikutnya seperti system kendaraan di atas rel, kapal laut bermesin, gerobak roda empat bermesin, penemuan system listrik, pesawat terbang, satelit, computer serta produk turunannya dan seterusnya.
Sejak itu, maka selain kebutuhan hidup manusia menjadi meningkat, pada saat yang sama variasi jenis lapangan kerja manusia juga semakin meluas. Sesuatu yang sangat jauh berbeda dibanding masa sebelum ditemukannya system mesin oleh Watt.
Bila semula kesempatan kerja umumnya terbatas hanya sejauh lingkungan desa, sejak itu mulai muncul fenomena baru “ perjalanan ke tempat kerja”, karena mobilitas manusia dan tempat kerjanya tak lagi hanya sebatas lingkup desa yang sama atau sekedar pada “desa sebelah”, namun bahkan sampai sejauh 70 km atau lebih pada kota lain pulang balik setiap hari dengan kendaraan darat baik di atas rel atau jalan tol, atau bahkan sejauh ribuan kilometer dengan pesawat udara seperti untuk pekerjaan pekerjaan awak pesawat, pejabat pejabat itnggi Negara atau swasta, wartawan dan sebagainya. Variasi kesempatan kerja manusia sejak itu tak lagi hanya sebatas lingkup “desa”, namun terbanyak justru pada lingkup kota.



Diagram 1:
Pola perpindahan penduduk di Negara maju sejak lahirnya Revolusi industry (1769) sampai akhir abad 19 (1850-1900)










Diagram 2:
Pola perpindahan penduduk di Negara maju sejak pertengahan tahap kedua pembangunan daerah (1900-…)
Urbanisasi dan kemunduran pertanian?

Sampai hari ini untuk masalah “ pengentasan kemiskinan” kita masih berdebat tentang perlu tidaknya mengaitkan pembangunan pertanian, pedesaan dan wilayah tertinggal dengan pembangunan system kota dan menciptakan sebanyak banyaknya masyarakat kelas menengah. Sementara itu penduduk di inggris sejak tahun 1900 telah sebanyak 80% tinggal di perkotaan dan tak terdengar di sana terjadi kemunduran pembangunan pertanian sehingga bahan makanan harus diimpor.
Sampai hari ini Inggris masih tetap merupakan salah satu pengekspor alat alat industry pertanian modern utama di dunia, menandakan bahwa pembangunan pertanian di sana tidak surut, namun dimodernisasikan. Di Australia, AS, Jepang dan Belanda atau banyak Negara maju lainnya jumlah petani merosot, namun produksi pertanian justru semakin meningkat. Uraian ini kiranya dapat menjawab pro kontra masalah urbanisasi.(?)
Urbanisasi sebagai fakta arus nasional tak terbendung

Urbanisasi sebagai arus nasional oleh Negara maju diakomodasikan, dikelola dan disalurkan pada system persebaran perkotaan yang merata di seluruh negeri. kondisi ini selain tak merusak justru membawa kemajuan ekonomi social.

Di banyak Negara berkembang, khususnya karena pengaruh “agropolitan” dari Friedmann dan Douglass (1975) yang sangat membela pertanian dan desa (namun mencerca habis sains perencanaan kota) dimana kala itu tingkat urbanisasi di Asia memang masih sangat rendah (dibawah 20%) dan dikatakan bahwa “Asia tak pantas membangun hierarki kota dan hanya perlu membangun agropolitan (kota di ladang) saja”. Akibat pengaruh itu cukup tragis. Sampai hari ini pandangan itu tetap dianut secara luas di Indonesia, padahal tingkat urbanisasi kini (2005) 40% dan akan menjadi 60% pada 2025 (Bappenas dan PBB).

Patriarki.

(1) Apa itu patriarki?
Patriarki adalah Norma hidup bersama sebagai laki bini/ suami istri (monogami atau poligami) yang didukung unsur budaya dan diperkuat oleh semacam pemaksaan sosial secara sistematis (oleh negara/ tetua adat), sebagai satu-satunya penyelenggaraan kehidupan berkeluarga yang seharusnya, menempatkan ayah sebagai kepala atas keluarga/ keturunan & rumah tangganya, dan mendudukkan perempuan menurut kemam-puan reproduksi & posisinya dalam keluarga.
Dengan demikian, patriarki:
 Membentuk dua kutub biologis sehingga à arti khusus bermuatan kekuasaan dilekatkan ke ‘jenis kelamin’
 Menggunakan gender untuk menandai & membenarkan hubungan kekuasaan serta mendistribusikan keistimewaan dan beban
 Mengatur kehidupan menurut hirarki yang bertumpu pada gender & ruang [kehidupan] yang terpilah menurut gender
 Terlalu menyederhanakan keberagaman, kemenduaan/ keantaraan pengalaman manusia lewat penghakikatan, pemukulrataan dan penarikan garis tegas yang membagi manusia atas laki-laki & perempuan
 Menetapkan norma dan peran sosial yang ketat, datar dan sempit terhadap jenis kelamin
 Mendisiplinkan, menghukum dan membungkam pengalaman manusia yang tidak sesuai dengan ideologi/ pola pikir patriarki.

Hirarki patriarki
Laki-laki
pemimpin penyerang pelindung pencari nafkah
kuat tegas berdaya tahan kokoh strategis
mencintai/ bersenggama dengan perempuan secara biologis


Perempuan
Ibu rumah tangga; pembantu; pengikut; korban; tanggungan
Mengandung & membesarkan anak; lemah; cantik; patuh
mencintai/ bersenggama dengan laki-laki secara biologis
(2) Apa dampaknya terhadap diri kita sendiri dan kehidupan kita?
Efek terhadap perempuan:
 Diperlakukan sebagai objek: tak punya kehendak/ tujuan sendiri (sebagai tanggungan, tambahan)
 Sebagai barang dagangan: milik keluarga, suami, bangsa (objek seks, mahar/ upeti, iklan)
 Sebagai alat/ sarana: untuk meraih sasaran lain/ yg lebih tinggi, misalnya kesejahteraan laki-laki/ suami, keluarga/ anak, masyarakat/ bangsa-negara (tenaga kerja tak dibayar)
 Diidealkan/ dihujat: beban etika dan kemurnian budaya [dituntut menjaga kesucian, dituduh sebagai penyebab kejatuhan lelaki]
Ctt:
Pernah dengar pemerintah mau mmeperlakukan bahwa orang Indonesia (perempuan) yang nikah dengan asing, maksa orang asing harus beli kita dengan sejumlah uang? Di sini perempuan diperlakukan sebagai sebagai barang dagangan.
Kita sering salah ketika bilang, “hanya ibu rumah tangga” padahal sangat rumit kerjanya dan tidak dibayar. Hal ini terkait dengan efek perempuan “sebagai alat/ sarana” menjadi tenaga kerja yang tidak dibayar.
Efek terhadap laki:
 Pria dinilai lebih penting daripada perempuan: pria adalah pemimpin, penyerang, pencari nafkah, pelindung
 Pria diberi keistimewaan (kekuasaan untuk mengambil keputusan, kendali atas sumber daya materi, kewenangan untuk menggunakan kekerasan, kewenangan atas tubuh perempuan)
 Patriarki membebani pria dengan peran gender yang datar dan sempit dan mengabaikan/ menyangkali kebutuhan emosi, jasmani dan rohani
 Pria digunakan sebagai pasukan infanteri/ prajurit yang berperang dengan berjalan kaki/ pagar betis untuk mempertahankan sistem dominasi patriarki
 Patriarki membuat diterimanya secara luas pandangan bahwa kekerasan, hirarki kekuasaan dan sikap agresif merupakan bagian dari kejantanan laki-laki sebagai makhluk heteroseks
Ctt:
Karena kontruksi masyarakat yang merekonstruksi itu dan ia yang diberi sekian banyak privilege maka ia ada kemungkinan akan juga mengalami diskriminatif bagi yang tidak bisa menjalaninya.  ia jadinya terbebani, karena keburtuhan emosinya juga dibatasi.
Zaman dahulu, ibu ibu kita sering bilang jangan nangis buat laki laki dan Bahkan sekarang, biu ibu muda bilang juga bilang “anak perempuan harus rapi harus manis, kalau laki main lempar ya itu juga anggap itu biasa.” Jadi diharapkan bahwa kita semua ini bisa mendidik anak anak kita untuk tidak patriarchal. Harus mulai dari sekarang, membuat laki laki punya perasaan yang lebih toleran terhadap perempuan.
Efek patriarki itu bagi perempuan dan juga buat laki laki. Jadi buat yang punya anak laki dan suami juga diajar untuk mengungkapkan emosinya sehingga jika ia marah itu tidak meledak.
Penitikberatan peran sebagai ibu yg melahirkan anak, istri & ibu rumah tangga:
 mempunyai efek dan maksud yang
 Menyangkali subjektivitas dan hak perempuan atas tubuh dan seksualitas mereka sendiri dan menolak mengakui
 perempuan sebagai makhluk merdeka dan sederajat yang mempunyai sumber perwakilan dan nilai intrinsik [bawaan] sendiri, dan membuat diterimanya secara luas pandangan
 bahwa perempuan harus berahi dan tunduk pada laki-laki.
Ctt:
 Perempuan harus berahi  hnaya kepada laki laki, tidak boleh ke perempuan.
 Misal ketika kita tidak siap untuk hamil kita tidak boleh menggugurkan , karena normanya begitu. Padahal ini tubuh kita, atau karena perkosaan.orang lain yang memutuskan sesuatu untuk kita, karena dianggap anak itu adalah anak social.

Apa itu kebebasan?

Kesimpulannya, patriarki itu:
 Melanggar/ membatasi kebebasan jiwa/ internal
 Membobol ruang pribadi/internal ber-dalihkan norma sosial, budaya dan moral
 Melanggar hak membentuk diri sendiri
 Mendistorsi/ membengkokkan dari dalam
 Melalui penyelenggaraan sistem hukum, politik dan ekonomi
 Diskriminasi, ketidakadilan, kekerasan, penindasan and dominasi
(3) Cara kerja & cara bercokol
• Hegemoni: tampak alamiah sebab struktur kekuasaan tak terlihat, terjadi internalisasi norma/ aturan pendominasi perempuan & partisipasi “sukarela” dengan cara:
o Rotan jika membangkang, imbalan jika patuh
o Memecah-belah, lalu menguasai
• Membaur dengan sistem penindasan & pendominasi lainnya – saling melengkapi dan memperkuat, kadang bertentangan
Patriarki dan garis singgung (intersectionality)
Laki-laki – kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras yang dominan, lebih tua – kepala rumah tangga/ klan
Anak laki-laki/ pemuda – dari kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras/ agama yang dominan Istri/ perempuan – dari kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras/ agama yang dominan
Anak perempuan/ perempuan muda - dari kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras/ agama yang dominan
Laki-laki: pria kelas pekerja / kelompok etnis mayoritas atau kelas pekerja/ kelompok etnis minoritas
Perempuan: kelas pekerja / kelompok etnis mayoritas atau kelas pekerja/ kelompok etnis minoritas
Laki-laki: kelas pekerja/ etnis minoritas, kelompok seksual minoritas, ras tertindas, dll.
Perempuan: kelas pekerja/ etnis minoritas, kelompok seksual minoritas, ras tertindas, dll.

CTT:
INI yang kita mau ingatkan bahwa diskriminasi itu sangat luar biasa efeknya terhadap perempuan. bayangkan jika lansia yang tidak menikah, dari ras minoritas, kemudain miskin dan itu diskrimintatifnya juga sangat dalam.
Intersectionality ini bisa juga, karena di dunia patrarki hanya ada perempuan laki perempuan laki: lalu misalnya lansia, minoritas, lesbian , miskin  udah mati deh di Indonesia.
JADI KITA jangan terpaku pada diskriminasi terhadap perempuan saja tapi ada juga intersection intersection ini.
Ada gambar yang lebih jelas menggambarkan tentang intersection ini.







Ket:
Yang di tengah itu adalah Perempuan dan dia jadi Korban dari semua peran gender yang diharapkan oleh social. Kenapa perempuan itu bisa menjadi korban kekerasan ganda? Karena ada intersection tadi.

Being on top/ “berada di atas”

Ada seorang pedagang dan dia semacam tonggak yang sangat kuat di masyarakat dan ingin melindungi anak perempuanya yang sudah seperti apel yang sudah matang, banyak berair dan siap di petik. Dia bilang ke anak perempuannya:
“ Laki laki di dunia itu sangat licik, maka kamu harus berhati hati agar tidak membuat malu dirimu dan keluargamu. Laki laki itu maunya Cuma satu. Mereka punya banyak akal bulus, mereka tidak akan berhenti sebelum melampiaskan nafsunya. Saya Cuma ingin menjaga kamu agar tidak jadi noda dan jadi aib keluarga. Jadi dengarkan ceritaku baik baik.

Pertama, laki laki akan mengagumimu, memuji kecantikanmu. Kemudian dia akan membanjirimu dnegna kata kata yang manis dan mengundangmu untuk menghabiskan waktu denganmu, kemudian dia pura pura ketinggalan kunci dan mengajakmu ke rumahnya. Di rumahnya, dia akan mempersilahkanmu untuk duduk dan menawarkan kepadamu untuk minum dan ia akan duduk di sampingmu dan memasang music yang sangat lembut. Dan pada saat yang tepat ia akan bertindak. Dan kemudian ia kaan memaksa diri dan tiba tiba ia sudah ada di atas kamu. Maka kamu dan keluargamu akan malu, reputasi kita jadi rusak”.

Sang anak sangat memperhatikan petuah ayahnya dengan sangat serius dan bertekad untuk tidak akan memberikan aib pada keluarga dan dirinya.
Beberapa saat kemudian, anaknya mendatangi ayahnya dan berkata ,
“Papa, apakah papa tukang sihir? Karena apa yang papa katakan benar benar terjadi. Pertama, ada laki laki mengagumiku, memuji kecantikanku. Kemudian dia membanjiriku dengan kata kata yang manis dan mengundangku untuk menghabiskan waktu denganku, kemudian dia pura pura ketinggalan kunci dan mengajakku ke rumahnya. Di rumahnya, dia mempersilahkanku untuk duduk dan menawariku minum dan ia akan duduk di sampingku dan memasang music yang sangat lembut sampai kami terlena. Dan pada saat yang tepat ia akan bertindak tepat pada waktu itu saya ingat petuah ayah, saya tahu apa yang akan terjadi. Jadi saya kasih tahu, bhawa saya memang pantas jadi anak perempuanmu. Jadi saat saya merasa adalah saat yang tepat untuk orgasme, dan dia mulai melakukan gerakan agresif saya memaksakan diri saya, untuk di atas dia. Saya melanggar dia, saya menjadi kebanggaan keluarga kita.”

Minggu pagi di Victoria park: Family tale with migrant workers frames



Karya: Lola Amaria
Pemain: Lola Amaria,
Titi Sjuman,
Donny Damara

Sinopsis
Sekar, seorang perempaun jawa muda, bekerja sebagai eorang pekerja migrant di hongkong. Dia “berhasil” sebagai seorang pekerja migrant, buktinya dia selalu rutin mengirimi orang tuanya uang sehingga bias membeli handphone, nyicil motor dan juga renovasi rumah. Tapi, beberapa lama kemudain, Sekar tidak lagi mengirimi keluarganya atau pun sekedar memberikan kabar.

Bapaknya pun berinisitaif untuk menyuruh kakanya Sekar, mayang, untuk mencari Sekar ke Hongong dengan menjadi pekerja migrant juga di sana. Sebenarnya Mayang tidka mau dan tidak peduli dengan Sekar, akrena dari kecil dia merasakn bahwa ayahnya memperlakukan dia dan Sekar adiknya secara berbeda, karena sekar selalau juara sedang ia tidak. Dan Mayang juga berpikir bahwa sekar itu lebih menarik dan semua laki laki yang lihat pasti suka, sedang dia tidak. Dan pun ketika sudah dewasa dan sekar kerja di hongkong dan “berhasil” sementara ia hanya jadi buruh di kebun tebu dengan upah yang sangat sedikit, bapaknya makin menyudutkannya sebagai anak ayng tidak bias apa apa, tidak bisa membahagiakan orang tuanya. Tapi karena dipaksa dan bapaknya juga sudah mendaftarkannya secara diam diam ke pjtki di kampungnya, maak dengan terpkasa mayang bernagkat ke hongkong jadi pekerja migrant sambil mencari sekar.

Di hongkong, mayang antara niat nggak niat cari sekar, karena latar belakang hubnugan mereka tadi d dan perlakuakn bapak merea tadi. Tapi sampaisuatu ketika, dia mengetahui bahwa sekar terlilit hutang di super kredit dan melakuakn segala cara untuk bias melunasi hutagnya, mayang mulai sadar dan juga nggak bias nerima kaalu adiknya, ayng dia “benci”, yang kesayangan bapaknya, melakukan pekerjaan tak “bermoral”, jadi pedila. Dia sanagat shock dan tidak bias membayangkan perasaan dan hati bapaknya jika tahu bahwa anak kebabggaannyaSEAKR BEGITU, HANCUR. MaYANG mula isadr bahwa ternyata ia sebenarnya sangat saying kepada sekar, dan selama ini dia Cuma cembru. Dan dia pun dengan bersungguh sdungguh mencari sekar.
Mayang menemukan sekar di kanar mandi flatnya saat mencoba bunuh diri. Namun mayang berhasil meyakinkan sekar bahwa ia masih berguna, masih banyak ayng saying dia termasuk dirinya sendiri dan mereka semua bersedia membantu sekar.
Akhrinya sekar lepas dari jeratan hutang dan berniat kembali ke Indonesia. Sedangkan mayang masih di hongkong kaerena kontraknya belum berakhir.

Menjadi pekerja migrant untuk mencari anggota keluarga: sebuah alasan baru!
Memilih bekerja kelaur negeri jadi walau hanya jadi pekerja rumah tangga, umum dipilih karena merasa sudah tidka ada harapan secara ekonomi lagi di indoensia. Lapangan kerja yang tidak ada, lapangan kerja yang tidka sesuai dengan kapasitas mereka hingga bayaran yang tidka seimbang dengan pekerjaan. Mereka, umumnya permpaun berbondong mendaftar ke pjtki untuk bisa kerja di laur negeri, dengan bekal seadanya dari pjtki namun dengna modal duit yang jutaan untuk mendaftar. Permpuan perempaun ini adalah anak abahkan suami dan ibu dari seseorang. Mereka yang bernagkat karnea mereka tidak mau nyusahin kelaurga ayng lain terus maalhan ingin menyenagkan kelauerga. Inni adalah alas an alas an uum kenapa seseorang memiloih bekrja di kluar negeri.

Dalam film Minggu Pagi di Victoria Park, ada alsan lain yang terlihat. Mayang dipaksa bapaknya kerja kelaur negeri bukan karena bapaknya ingin mayang mencari aung terus megnirimkannya pulang, tapi karena bapaknya ingin mayang mencari adiknya sekar ayng sudah terlbih dahulu menjadi pekerja migrant di hongkong namun sudah lama tidka ada kaabr.

Melihat hal ini, sontak pikiran saya beralih ke cerita cerita di Koran, dari teman ngo atau teman teman pekerja migrant sendiri bahwa banyak pekrja migrant kita yang tidak jelas kabarnya di laur negeri. Dan yang umum terjadi, ada kaabrnya jika sudah menjaadi mayat. Ini juga mungkin satu kekhawitran bapak mayang, sehingga sangat memaksa mayang untuk ke luar negeri. Dengan asumsi, kaalu mayang jadi pwekerja migrant sama seperti sekar dulu, kemungkinankan akan bergaul di lingukgna yang sama dan dengan ini diandaikan lebih gampang bertemu atau mendapatkan informasi tentnag sekar.

Jadi mungkin, dari jutaan perempuan indoensai yang menajdi peekrja migrant di laur negeri, bukan hal yang mustahi banyak diantara mereka bernagkat dengan alas an untuk encari anggota kelaurga mereka yang juga jadi pekerja migrant tapi tak ada kabarnya lagi. Dan jika pun minta informasi ke pjtki yang memberangkatkan, mereka lepas tangan.

Stereotype stereotype terhadap pekerja migrant!
Media massa kita sering sekali menampilkan kisah kisah sukses dari pekerja migrant ayng bekrja di laur negeri. Mereka digambarkan bisa kirim uang rutin ke keluarga mereka, sehingga kelaurga yang ditinggal bisa beli motor, handphone bahkan sawah. Stereotype ini juga tampak di film Minggu pagi di Victoria Park ini. Di sini memang digamabrkan sebagian besar para pekerja migrant di hongkong ini bisa memenuhi semua permintaan kelaurga mereka di indoensia. Tapi ketika mereka tidak bisa, mereka karena tidak mau dicap gagal di negeri orang, mereka pun berhutnag ke tempat kredit yang bisa mereka akses . Dari sini pun masalah kemudain berentet panjang.
Stereotype lainnya yaitu yang berasal dari orang asing di Hongkong itu sendiri yang menganggap bahwa perempuan perempaun pekerja migrant indoenesia itu mudah dibujuk rayu dan kemudian ditipu. Di film ini terlihat bagaimana seorang keturunan arab di sana yang memcari para perempaun pekerja migrant Indonesia di hongkong dan kemudian diporotin untuk ditraktir makan, shopping segala keperluan dia sepetri sepatu handphone dll. Dan ia tidak hanya memacari satu perempaun peekrja migrant tapi bebrapa sekaligus. Dan, ia juga tidka segan memaki, memukul pacarnya jika tidak mengikuti maunya dan atau jika lebih menggunakan uang mereka untuk dikirim ke kampong dari pada untuk memenuhi nafsu foya foyanya. Terhadap roang orang seprti ini, ada pekerja migrant yang kemudian berani memutuskan orang ini namun banyak yang tidak, yang tetap terlena dengan buaian dan rayuan gombal si lelaki penipu ini.

Cinta yang tak pernah kulo nuwun!
Percintan memang sering dijadikan bumbu pada fil film. Nasional maupun luar. Negitupun di Minggu Pagi di Victoria Park. Ada beberapa kisah cinta yang dihadirkan.
(1) kisah seorang pekrja konjen yang sering melakukan pelatihan untuk para pekerja migrant dengan salah satu pekerja migrant. Walau belum membuahakn hasil, namun sudah sanagat kentara bahwa si “bapak” sangat ingin menjadi kekasih si “anak hilang:.

(2) orang Indonesia ke Hongkong tak sedikit juga dengan tujuan untuk dagang atau membeli barang yang kemudian di jula di Indonesia. Dan mereka biasanya juga berdomisili di hongkong dan menungkinkan mereka untuk berinteraksi lebih dengan orang orang Indonesia di hongkong, termasuk dengan para peekrja migrant. Vinceent, serang pengusaha keturunan tinghoa juga melakuakn hal ini. dia sangat suka malah ke tempat tongkrongan parapekerja migrant dan bergaul dengan mereka. Dan tak diaayl bahwa percik percitaan kemudian timbul dan disajikan dalam film ini, dimana Vincent kemudian jatuh cinta dengan Mayang. Dan bumbu bumbu momen romantic juga beberapa kali menghiasai layar film ini.

(3) pekerja migrant kita tetnunya tidak selamaany hanya berhubnugan dnegan sesame orang Indonesia saja di hongking. Terkadang memreka berbaur juga dnegan warga asli hongkong atau pun warga Negara asing yang sama sedang berada di hongkong. Misalnay dengan keturunan Arab. Dan dalam film ini digambarkan seorang pekerja migrant, temannya Mayang yang berpacaran dengna seorang wna keturunan arab. Awalnya diperlihatkan bahwa mereka sangat romantic, si pacara sangat penyayang dan sebagainya. Namun kemudian diperlihahatkan bahwa si pacara kemudian hanya mua morotin si pekerja migrant untuk menraktri makan, membelikan sepatu dll. dan jika tidak dituruin, karena misalnya si pekerja migrant ingin memakai uangnya untuk dikirim ke kampong daripada membayari semua kebutuhan pacar arabnya, maka si pacara marah menmaki maki hinggak memukul. Hal ini memperlihatkan bahwa di kepala si Arab sudah ada stereotype atau stigma bahwa jika pekerja migrant mudah dirayu, dengan sedikit kata kata dan perlakuakn manis maka akan melakukan apa saja termasuk membayari semua kebutuhannya. Dan hal lain yang kita liaht di sini adlah bahwa perlakuakn kasar tidak hanya mungkin diterima oleh pekerja migrant dari majiaknnya tetapi juga dari orang orang terdekatnya dalam hal ini kekasihnya.
(4)fenomena percintaan yang menarik yang juga muncul di film ini adalah kisah percintaan sesame jenis, anatara sesame pekerja migrant. Ada beberapa kisah percintaan seperti ini d dalam film ini. lengkap dnegan stigma bahwa percintaan sejenis yang lebih possesif dan cemburuan juga muncul di sini. dan bagaimana ketika putus cinta pun cenderung mengambil langkah langkah sangat berani misalnya bunuh diri yang digambarkan dalam film ini. fenomena ini mungkin bisa dikatikan dengna pepatah jawa “cinta itu ada karena terbiasa”.

“Super kredit”, super mencekik
Super kredit adalah tempat para pekrja migrant bias mengkredit barang. Tempat inidimiliki oleh orang hongkong. Tapi di sini bunganya sanagat tinggi. Dan jika telat bayarnya dikenakan denda full, Walau pun Cuma telat 3 hari.

Super kredit ini terlihat sangat bersungguh sungguh ingin meraup untung sebanyak mungkin. Ini telrihat dari beragam poster penawaran yang menggiurkan para pekerja migrant. Dan juga dari segi manajemnnya, semua pegawi di sana bisa berbhasa Indonesia sehingga meudahkan mereka untuk merayu para pekerja migrant. Indoenesia.

Sialnya, Jaminan di sini adalah paspor. Sehingga jika tidak bias melunasi hutang maka rentetan maslaah akan dengan sangat cepat menghamipiri. Urutannya begini, jika telat membayr angsuran hutang maka bunga dilipatgandakan. Dan jika terus terusan telat atau jika smapai tidak bisa melunasi hutang karena beserta bunga sudah sangat tinggi jumlahnya, maka paspor ditahan. Dan jika paspor ditahan maka para pekerja migrant ini jikapun sudah selesai kontrak kerjanya tidak akan bisa pulang ke Indonesia sebelum melunasi hutang hutangnya. Di lain pihak ia sudah tidak bisa lagi bekrja di bawah pengaturan pjtki tempat awal dia bernagkat, karena sudah habis kontraknya, sehingga jadinya dia kerja serabutan, mula idari menemani orang jompo hingga jadi pedila. Dan ketika jadi pedila juga belum tentu walau uang sudah bnayak dan ada kemungkinan bisa melunasi hutang maka maslaah akan selesai, mereka juga kaan terlilit maslaah dengan germo, bisa jadi masalah hutang lagi.

Sebelum itu, pekerja migrant yang punya hutang ke super kredit biasanya malu mengaku ke teman teman sesame pekerja migrant bahwa mereka berhutang apalagi yang sudah sangat banyak. Dan cenderung pilihan merkea adalah kabur dan tidak mau bertemu teman teman sesame peekrja migrant. Hal ini tentunya menimbulkan kerugian bai pekerja migrant yang memiliki hutang tadi sendiri. Karena ia jadi tidka bisa mengakses infornasi eg tentang keluarga kampong atau teman yang lainnya, mereka jadi tidak bisa sharing maslaah nya ini yang kemungkinannya adalah bisa dibantu oleh teman teman merkea yang banyak tadi. Sehingga semakin larut saja maslah yang mereka hadapi. Malu terus terang, malu saat terkena maslah memang jamak terjadi dil ingkungan masyarakt kita. hal ini karena takut dianggap tidak keren, cemen, tidak kaya ,tidak sukses dll dll

Kembali ke persoalan super kredit, terlihat di sini bahwa super kredit ini didirikan dengna asumsi bahwa semua pekerja migrant Indonesia pasti suka barang barang bagus (handphone dll) karena mereka memang dari latar belakang ekonomi yang rendah di Indonesia, dan di sisi lain stiereotype bahwa jadi peekrja migrant itu harus kaya, membuat mereka mengukur kaya itu dnegna barang barang mewah tadi dan ingin menunjukkan ke orang orang di kampong merkea semua barang barang mewah tadi dan menurut merkea biar nggak malu “ sudah jauh jauh kerja ke laur negeri, masalk tetep kere juga”. Dapat kita simpulka nuraian ini bahwa stereotype sukses itu selain didengungdengungkan oleh orang orang di indoensia ditambah lagi di pompa pompa oleh masyarakat hongkong sendiri lewat kasus super kredit ini, menimbulkan masalah yang sangat besar terhadap pekerja migrant kita. Sebegitu bahanyalah penstereotype-an masyarakat!!

Hal lain yang bisa kita kaji dari persoalan super kredit ini adalah, bahwa paspor para pekerja migrant itu tidak disimpan oleh majikannya tapi oleh pekerja migrant sendiri sehingga merkea bisa mengagunkannnya untuk membeli barang barang mewah secara kredit di super kredit. Hal ini melayangkan pikiran kita ke nasib teman teman pekejra migrant lain di arab atau di Malaysia misalnya yang menahan paspor para pekerja migrant kita dengna alasan biar tidak kabur dan sebagainya.

Namun apakah ini artinya kondisi pekreja migrant di hongkong lebih baik dibandingkan dnegna yang di arab atau mayasia? Ternyata tidak. Meskipun para pekreja migrant kita yang berada di hongkong mendapt perlakukan baik dari majikan dan seluruh anggota keluarganya, namun mereka diikat untuk kemudian tidak bisa pergi meninggalkan Hongkong, oleh superkdredit.

Lalu mengadu kemana?

D ifilm ini juga digambarkan bahwa ada bagian konjen Republik Indonesia di Hongkong yang sering mengadakan event bersama para pekerja migrant. Namun yang digambarkan di sini hanyalah kegiatan yang bersifat hiburan, sperti panggung hiburan di taman Victoria park. Dan kalau pun ada pelatihan yang tergambar adalah keternagan tentnag gaji yang akan didapat (5-6 juta rupiah). Tak telrihat bagaimana konjen sebagai suatu instansi pemerintah RI di laur negeri memiliki system perlindungan bagi para pekerja migrant kita. misalnya tak terliaht adanya pemaparan tentang perlindungan hukum apa yang dimiliki para pekerja migrant itu dan bagaimana mengaksesnya.

Ada satu hal positif dimana yang terlihat hanyalah seorang pegawai konjen yang melakukan sharing maslaah dengna para pekerja migrant di warung bu de, yang dari kacamata positif bisa dikatakan slaah satu cara konjen mendekatkan diri ke pekerja migrant dan melakukannya di tempat tempat yang disukai para pekerja migrant (dalam hal ini warung bu de). Namun apa benar si oknum konjen ini melakukannya karena memang adalah bagian dari lingkung tanggung jawabnya di konjen atau kaha hanay karena tendensi pribadi, karena yang terkena maslaah di sini adalah pekerja migrant yang disukainya atau karena ia melakukannya karena rasa bersalahnya yang tidak bisa membantu si pekrja migrant ini ketika dulu di wal sebelum terjebak maslaah datang ke padannya untuk meminta bantuan? Sangat baur. Dan kecondongannya adalah ke yang terakhir.

Jalan jalan tikus menuju selamat

Sebenarnya, dengan masih mendasarkan data dari film Minggu pag idi Victoria park ini, bahwa sebenarnya ada celah celah, ada jalan jalan tikus yang sangat bisa dan mungkin diakses oleh para pekerja migrant kita dan yang bisa menjauhkan mereka dari masalah (apapun dan dari siapapun)

Konjen RI di Hongkong seharusnya bisa lebih dioptimalkan dalam memberi perlindungan kepada semua pekerja migrant Indonesia di sana. Selain menciptakan system perlindungan hukum yang tepat dan berguna, system jemput bola- dalam hal ini memanfaatkan ruang ruang rame pekerja migrant eg warung bu de atau pun Victoria park, bisa jadi satu alternative. Namun harus dipersiapkan betul, apa yang mau dituju misalnay mau bicara tentnag system perlindungan, tentang budaya budaya hongkong yang kemungkinan bisa menibulkan culture shock pada para pekerja migrant kita dll. kemudian siapa yang melakukannya (dengan tendensi membantu semua pekerja migrant bukan hanya satu), dan bagaimana melakukannya (diskusi, seminar, dll). hal hal ini harus dikaji dan dipikirkan betul masak masak agar tujuan mereka ditempatkan di sana dengan gaji dari keringat para pekerja migrant juga terwujud, ytaitu untuk melindungi warga Negara di temapt merkea bertugas, termasuk pekerja migrant yang ada disana.

Warung bude dan Victoria park selain bisa dimanfaatkan oelh konjen untuk ketemu masyarakat Indonesia di san juga bisa dimanfaatkan oleh sesame pekerja migrant sendiri. Nyata diyakini bahwa melalui sharing pengalaman, sharing masalah maka sebagian maslaah kita terhapus dan terselesaikan melalui pengalaman orang lain. Nyata juga diamini jika bertemu dengan orang se Negara di luar negeri, walau tidak bicara hanya saling tersenyum dan anggukkan kepala membuat kepala dan dada terasa penuh bahagia, penuh suka dan mengikis nestapa walau sejenak. Dan jika proses berbagi maslah dan berbagai pengalaman ini bisa dikemas sedemikian rupa maka tidka mungkin akan menghilangkan semua maslaah pekrerja migrant dan kalau pun tetap ada mereka kuat, bersama sama menuntut apa yang menjadi hak mereka.

Mengecewakan!: Sekedar simpulan
Bagi aktivis perempaun yang selama ini menggeluti isu isu perempuan pekerja migrant ini, film ini tentu tidak akan membuat mereka puas. Karena migrant, pekerja migrant berikut segala fenomena, stereotype dan persoalannya hanya menjadi bingkai “memperindah” film ini, karena persolaan pekerja migrant sendiri sudah dramatis ditambah lagi dengan kisah kakak beradik sekar dan mayang yang juga dramatis, sehigga makin indahlah film ini.

Namun demikian, walau hanya menjadi bingkai pada film ini, fenomena dan rentetan maalah pekerja migrant terutama di hongkong yang disajikan di film ini, cukup bisa membuka mata kita tentang “hidup seprti apasih sebenarnya yang dijalani oelh pekrea migrant kita disana? Bahwa ternyata tidak hanya ada suka tapi ada banyak sekali masalah ayng mereka hadapi yang bisa berujunbg ke kehancuran hidup bahkan kematian.
Namun kalau kita boleh melihat dengan mata kritis kita bahwa Secara keseluruhan film ini yang memang hanya menjadikan pekerja migrant dan hidupnya sebagai bingkai kisah dua kakak beradik, mayang dan sekar, dan dengan penampilan fenomena fenomena atau gaya dan pongah hidup pekerja migrant indoensai di hingkong ini seolah mengajak orang untuk berbondong bonding jadi pekerja migrant ke sana. Tergambar bahwa situasi di sana aman, majikan tidak galak seperti di Malaysia atau arab, bisa bebas ketemu teman teman sesame pekerja migrant, ada warung indoensai yang mwenyajikan makanan khas Indonesia, ada gaji yang besar. (5-6 juta sebulan untuk ukuran pekerja rumah tangga itu artinya sama dengan 10-12 kali lipat gaji pekerja rumah tnagga d iindonesia).

Meskipun demikian, film ini yang bisa dibilang komersil, punya nilai jual, bisalah untuk memperkenalkan isu pekerja migrant kita yang ada di luar negeri, khususnya di Hongkong. Walau di akhir film ini di katakana bahwa ada sekian puluh ribu perempuan peekrja mgiran indoensia di sekian puluh Negara dan mengalalmi sekian macam maslaah, tap itidak ada hubungannya sama sekali dengna isi film, cenderuung dipaksakan, namun seperti yang diatas, bisalah membuat kita berpikir dna melayangkan ingatan keapda sobat sebangsa kita yang berada di luar negeri sebagai para pekerja migrant. ***

Senin, 20 Desember 2010

DARI MAKAN PERMEN MPE DIMANDIIN BAPAK: UNTUK YANG PERTAMA KALI



Hari ini tanggal 19112010 adalah kali pertamanya aku makan permen dan bapak memandikanku. Hari ini bunda emang kurang enak badan dan agak agak lemes gitu. Ohya hari ini juga kali pertamanya aku makan permen, awalnya Cuma dikit tapi trus bapak kasih aku satu bagian. Nah bapak n bunda geli banget liatin aku makan permen. Cemong sana sini. dan apalagi karena aku makan permennya nggak kayak orang kebannyakan kata mereka. Kalau bapak yang lagi makan permen juga, dia tarok semua bagian permen di mulutnya dan kemudian diemut. Tapi aku tidak, aku pegang permen di tanganku, aku masukin trus aku keluarin gitu terus berulang ulang. Jadilah lengket semua. Mereka sudah berusaha kasih tahu aku agar ngikutin caranya bapak, tapi mereka menyerah dan membiarkan aku menikmati permen dengan caraku sendiri.:)
Nah karena udah sore dank arena aku juga dah belepotan sana sini, maka bapak berinisiatif untuk memandikanku. Aku sebenarnya meronta ronta nggak mau tapi bapak nggak peduli tetap buka bajuku dan membawaku ke belakang. Bapak tau aja, kalau aku suka mandi di pancuran kran. Akhirnya aku dimandiin di sana. Bapak berusaha agar bisa cepat memandikanku, tapi aku nggak mua kalau berada di tempat favoritku ini hanya sebentar. Aku main mainin kran aagr besar airnya dan ciprat cipratin air ke bapak. Hahaha..bapak jadi basah dech..
Cukup lama kami bedua sibuk di bawah keran air. Bapak dengan sedikit memaksa, mengeluarkan aku dari ember dan dari kucuran air keran. Dia menggendong aku ke dapur n ambilkan handuk untukku. Setelah aku kering dari air, bapak minta bunda ambilkan baju tidur dan minyak telon dan bedak dan pampers. Setelah bunda ambilkan semua, trus bapak mulai ritual sesudah mandi anak kecil seperti aku deh..pakai minyak tlon, dibaluri bedak..lalu dipakaikan pampers, kaos dalam baru baju dan celana. Dan yang terakhir taburin bedak di wajah dan minyak rambut. Jadilah aku si kecil yang bersih dan wangi..
Kata bunda, “wah bapak bisa juga ya ternyata..” bapak Cuma diam sambil nyeka keringat nya karena aku memang nggak pernah mau diam dan membuatnya kesana kemari mengejarku..hehehehe maaf y pak..makanya rajin rajin mandiin aku pak, biar terbiasa mengeluarkan keringat karena ngejar ngejar aku..peace yo pak…

improve my typing skill


menjadi notulen sudah hampir dua tahun ini intens aku lakukan.. ada yang masih terus memakai ku ada yang sudah mutusin kerjasama karena alasan ada yang mbajak rezekiku kesana dan ada juga karena aku hanya sepotong kirim laporan notulasinya..but, fee yang dari notulen itu lah yang membuat kami berlega nafas..untuk makan, beli susu rayez, bayar kontrakan, bayar rayes's nanny dll
awalnya aku agak susah mengetik cepat..selalu saja ada yang tertinggal..kemudian disiasati dengan adanya voice recorder..tapi kerjanya memang jadi dua kali.. dan parahnya sering untuk mendengarkan kembali rekaman itulah aku menghabiskan waktu lamaaa... dan impact juga adalah aku tidak berusaha cukup keras untuk menyimak semua pembicaraan saat jadi notulen, karena mengandalkan voice recorder tersebut..padahalkan harusnya aku perlakukan voice recorder itu hanya sebagai back up dan hakikatnya back up yan hanya kalau aku memang perlu banget dan ada yang harus di crosscheck.. karena sering aku jadinya ngerjain dari awal ketika mendengarkan rekaman dari voice recorder..lalu keberadaanku di saat acara apa? hanya untuk basa basi? padahal saat itu yang benar benar bekerja adalah voice recorder.. kalau begitu kenapa tidak titip voice recordernya saja.. dan mungkin akan bisa menghandle berbagai acara dengan cara begini. positifnya, aku dapat banyak kerjaan, tapi tidak ada isinya..dan otakku tak bertambah isinya karena mentranscript itu sangat teknis sekali..

lalu sampailah ketika ada kondisi aku makai voice recorder tapi karena yang ngomong tidak pake mike jadinya suara rekamanannnya tidak terlalu jelas. atau, ketika pakai voice recorder tiba tiba mati di jalan karena kehabisan baterai. dan parahnya adalah ketika voice recorderku rusak dan tidak ada juga panitia yang memamakai jasaku untuk notulen tidak punya voice recorder..

awalnya ku pikir, "matilah awak".. tapi, "kalau ada niat mah bisa" atau " selalu ada balasan baik untuk yg bekerja keras", kuotasi kuotasi yang AJibb.. dan terbukti!
ya karena hal itu, akhirnya aku milih tempat duduk dimana aku bisa mendengarkan jelas semua orang berbicara..dan sebisa mungkin mencatat. akhirnya aku memakai singkatan2 dll untuk bisa mencatat semuanya. kemudian semua materi, aku wajibkan ada di tasku dan akhrinya ketika aku mengedit, ramuan antara catatanku selama acara + materi ayng diberikan = hasil laporan notulasi yang cukup komprehensive menurutku..
walau pun itu bukan proceeding murni, tapi bisa menunjukkan alur proses acara. dan yang buat bagga jugaadalah aku jadi bisa menagkap inti dari pembicaraan, mengolahnya cepat di kepalaku dan merumuskannya dalam ketikan cepat..
intinya kemampuan menyimak dan menuliskan kembali apa yang aku simak, meningkat tajam..
semoga makin terasah...

street kreative thinkers!!

(1) narkoba = nasi, rokok + bakwan
(2) sabu = sarapan bubur
(3) anak kampret maen gendang
yang nyerempet gw tendang

Belok balik

seorang teman Belanda, Hellen Hettingga yang baru belajar Bahasa suatu kali berkata " Tolong fotocopi belok balik "& "tolong fotocopi sendiri (jangan belok balik)" :)walaupun ini menimbulkan tawa kita yang sangat familiar dengan Bahasa, tapi kita masih saja bisa memahaminya tanpa minta penjelasan lanjutan dari dia. dan yang diamanatkan memfotocopy-pun bisa langsung melakukan tugasnya...:)

Kamis, 25 November 2010

Nol Perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri: Terkesiap oleh kasus Sumiati

Kasus penganiayaan Sumiati asal Dompu di Arab Saudi yang beberapa hari belakangan ini gencar diberitakan hanyalah satu dari ribuan kasus lain. Kalau kita mencermati lebih intens media elektronik atau pun cetak, setiap harinya peristiwa seperti Sumiati ini akan kita jumpai. Namun, entah karena kita semua sudah immune terhadap kasus kasus ini, sehingga tidak ada langkah yang kita ambill. Pun oleh pemerintah. Terhadap kasus Sumiati, ya pemerintah “sepertinya” cepat tangggap dan langsung membuat tim penyidik yang katanya akan segera diberangkatkan ke Jeddah untuk mengusut kasus ini.
Langkah agresif pemerintah ini menimbulkan beberapa pertanyaan di benak penulis. Penyelesaian kasus Sumiati dengan sumber daya yang luar biasa ini, apakah akan menyelesaikan kasus kasus “Sumiati Sumiati” yang lain? Apakah jika selesai satu kasus ini juga akan menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi oleh teman teman pekerja migrant kita? Apakah skema perlindungan pekerja migrant kita yang tertuang dalam UU No 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindugan Pekerja Migrant tidak cukup sakti? Atau apakah mungkin pemerintah lebih tertarik untuk mengurusi remitansi para pekerja migrant kita yang berhubungan dengan devisa negara dibandingan dengan mengurusi perlindungan para pekerja migrant kita di luar negeri?
Untuk yang terakhir, soal remitansi, penulis akan sedikit mengelaborasinya dan menghubungkannya dengan perlindungan pemerintah terhadap pekerja migrant kita. Jika dipetakan siapa siapa saja actor yang terlibat dalam persoalan pekerja migrant ini, maka kita akan mendapati banyak sekali pihak. Mulai dari pemerintah itu sendiri, swasta ( PJTKI/PJTKIS), Bank Bank Pemerintah atau pun Swasta dan juga UN Agencies, kemudian actor pentingnyanya juga adalah pekerja migrant dan keluarganya itu sendiri. (Riwanto, Mobility and Human Development in Indonesia, UNDP, 2009) Kenapa begitu banyak actor yang terlibat? Salah satu asumsi yang berkembang adalah karena para pekerja migrant ini memang adalah sumber devisa bagi Negara, yang mengalirkan uangnya lewat remitansi tersebut.
Pertanyaan berikutnya, memangnya berapa sih jumlah remitan yang dialirkan oleh para pekerja migrant ini? pada semester pertama di tahun 2006, Menurut laporan dari Kemenakertrans ada 15 triliun rupiah dan 186 Triliun pada 2009 (Susilo, 2009). Wow jumlah yang fantastis. Namun bagaimana perlindungan terhadap mereka? Mereka masih saja terlilit berbagai rentetan masalah. Masalah yang mereka dapatkan sejeak sebelum penempatan (masa perekrutan, masa pembekalan, masa administrative sebelum keberangkatan), saat penempatan ( di tempat kerja dengan majikan, dengan social baru mereka di luar negeri, dengan system hukum dll) dan juga paska penempatan (kesulitan klaim asuransi, tabungan dll). Yang paling juga terlihat adalah mereka kurang sekali mendapat perlindungan hukum terutama di Negara penempatan. Mereka tidak tahu payung hukum yang bisa mereka naungi apalagi mengaksesnya.
Jika berbicara tentang permasalahan pekerja migrant akan menghabiskan satu buku zaman; yang tidak akan selesai selesai ditulis. Semoga kasus Sumiati, bisa menjadi momen untuk kita semua memekikkan pentingnya perlindungan 100% untuk para pekerja migrant kita.

Rabu, 17 November 2010

Ransel

Pada sebuah pelatihan untuk para Pedila (Perempuan yang dilacurkan) yang pernah aku ikuti, tepatnya pada sesi perkenalan, semua peserta diminta fasilitator untuk menyimbolkan dirinya pada sebuah barang. Ada satu yang menarik perhatianku. Seorang peserta menyimbolkan dirinya bagai sebuah tas. Kenapa? Karena menurutnya tas, itu bisa dibawa kemana-mana (begitu juga dia). Namun tas itu juga adalah sebuah aksesoris yang difungsikan untuk mempercantik penampilan dan membuat si pemakainya tambah PD, katanya. Dengan kata lain ia mau bilang bahwa, walau pun ia bisa dibawa kemana-mana, tapi ia tidak kosong makna. Ia mempercantik, membuat orang yang membawanya lebih menarik dan lebih PD.

Dari cerita seorang teman Pedila di atas, aku bisa tarik dua hal dari tas. Tentang sifat tas yang bisa (biasanya memang) dibawa kemana-mana dan satu lagi yaitu tentang fungsi tas, untuk mempercantik / membuat lebih menarik orang yang memakainya. Itu menurutnya. Menurutku?

Tas-tasku?

Tas. Bicara tentang tas, aku sudah mengenal barang ini sejak masih duduk di taman kanak-kanak seingatku. Saat itu apa yang ada di tasku, yang adalah ransel? Tentunya bawaan wajib anak-anak TK. Bekal makanan yang disediakan ibu, peralatan tulis yang hanya berupa seperangkat krayon dan selembar sapu tangan, buat ngelap ingus.

Namun, selain bawaan wajib itu, sering aku memasukkan barang-barang lain ke tasku. Misalnya, bunga indah ayng aku temui di jalan sewaktu berangkat sekolah, beberapa lembar kertas warna warni yang aku minta dari kakakku, jepitan rambut, atau terkadang batu-batu kecil yang ntah karena aku suka bentuknya atau karena ingin menggunakannya nanti untuk bermain di sekolah juga banyak terdapat di tasku. Alhasil semua benda “tak wajib” tersebut membuat tas ranselku bertambah berat. Sering karena berat beban tas itu, aku minta tolong kakak, ibu atau paman yang mengantar jemputku ke sekolah untuk membawakannya untukku. Maaf y semua?! :P

Perihal tas pertamaku itu, aku tidak ingat menggantinya saat aku TK tersebut. Jadi aku hanya punya satu tas waktu TK, yang alhasil jadi sangat buluk ketika aku masuk ke SD.

Saat sekolah di tingkat yang lebih atas, SD sampai SMA, yang aku ingat adalah aku selalu memilih tas ransel. Dan kebiasaan waktu TK ternyata terus terbawa. Aku tidak hanya mengisi tasku dengan barang-barang wajib anak sekolah, tapi selalu saja ada barang-barang “penyusup” yang aku bawa di tasku. Ntah itu buku cerita, koleksi kertas warna warni bergambar lucu dan berbau wangi, atau pun buku pelajaran yang bukan harinya, ngumpet di tas ranselku. Alhasil tasku besar dan berat banget. Aku tak tahu apakah karena faktor itu, aku jadinya agak bungkuk dan tidak tinggi-tinggi (hahaha..ini adalah pembelaan atas kondisi fisikku yang mungil :p).

Terhadap kondisi tasku yang seperti itu, di tingkat keluarga, aku sering diwanti-wanti untuk mengurangi beban tasku. Bawa yang perlu aja, kata mereka. Tapi karena menurutku semuanya perlu, jadi tetap saja tasku mengembung dan mereka hanya bisa geleng kepala dan berlalu.
Teman-temanku juga kerap mempertanyakannya. Tapi yaa jawabanku sama. Semua barang di dalam tasku, yang wajib dan tidak wajib ada di tas seorang siswa, menurutku penting dan harus ada di tasku dan harus aku bawa.

Masa kuliah. Tetap pilihanku adalah ransel. Namun yang berbeda sekarang adalah jenis penghuni “ilegal” tasku. Selain diktat-diktat kuliah dan alat-alat tulisnya yang jadi penghuni ranselku, di sana juga akan ditemui buku organizer, yang tidak hanya aku gunakan untuk catat jadwal kuliah, tapi juga menjadi tempat koleksi kata-kata mutiara yang aku kumpulkan ntah dari majalah, buku atau internet bahkan lirik lagu yang aku dengar. Alhasil organizerku jadi tebal dan berat tentunya.

Selain itu, juga akan teronggok sebuah jaket atau sweater, buku-buku novel atau majalah (yang biasanya jumlahnya lebih dari dua buah) dan cemilan. Piuhh..dan memang perjuangan yang lumayan memikul ransel itu dari kosanku ke kampus, dari kampus ke mall, dari mall ke perpustakaan, atau dari kosan ke tempat yang belum ku kenal. Tak pernah ada niat untuk menguranginya. Alhasil setiap orang yang berpapasan denganku di jalan, sering nyeletuk “ Mau mudik neng?.” Biasanya tidak pernah aku tanggapin.

Sekarang? Saat sudah kerja dan tidak kuliah lagi, aku tetap menjatuhkan pilihan ke ransel. Karena memang tuntutan pekerjaan. Aku harus terus mobile, dari satu tempat ke tempat lainnya, dan membaw banyak cadangan materi kerjaan, laptop, cadangan baju terkadang dan makanan. Tentunya pilihannya kembali jatuh ke tas berbentuk ransel.

Sikapku terhadap tasku?
Dari TK sampai kuliah, yang aku ingat adalah aku setia dengan tas ranselku. Jarang yang aku punya dua ata tiga ransel dalam satu waktu. Pernah, saking sayangnya dengan salah satu ranselku waktu kuliah, yang aku lakukan bukan membeli yang baru, tapi malah memberi peniti. Baru ketika bolongnya sudah sangat lebar, baru beli yang baru.

Aku juga tidak suka kalau ada orang yang seenaknya membuka tasku apalagi mengacak-ngacak isinya. Walau pun itu orang yang sangat dekat denganku. Tas bagiku adalah salah satu barang privat, seperti hp misalnya, yang tentunya hanya aku yang berhak “mengoperasikannya”. Hanya aku yang berhak tahu apa isinya, bagaaimana posisi barang-barang di dalamnya; rapi teratur atau kacau berantakankah, Cuma aku yang berhak tahu. Cuma aku juga yang punya hak untuk membukanya dan mengetahui “harta karun” di dalamnya. Sampai sekarang masih seperti ini. Aku punya satu tas ransel, yang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk muat segala peralatan dan cukup kokoh. Itu andalanku sekarang.

Fungsi tas menurutku?
Jika di awal, aku memperlihatkan salah satu fungsi tas bagi temenku, yaitu untuk aksesoris. Tapi bagiku tidak begitu fungsi tas.

Tas, aku gunakan untuk membawa semua peralatan yang sekiranya aku butuhkan selama aku beraktivitas. Aku tidak peduli apakah itu akn membuat penampilan jadi makin menarik atau apa. karena bukan itu toch tujuanku.

Sering tasku yang sudah kumal dan bahkan robek, bukanlah sesuatu yang bisa menambah menarik penampilan menurutku. tapi itu tidak masalah, karena aku juga bukanlah orang yang begitu peduli dengan pendapat orang lain. Selama aku tidak mengganggu mereka, apa masalahnya?


Kenapa tidak tas jenis lain?
Dari tadi, kalau disimak, jika aku menulis tas maka itu yang dimaksud adalah ransel. Ya. Hampir semua tas yang pernah aku miliki dari TK mpe sekarang, semuanya berjenis ransel. Walau pun ada yang bukan tapi jarang sekali dipakai dan tidak dipakai pada saat “prime time”.

Ransel, yang teknis pemakaiannya adalah seperti menggendong seseorang, membuatku nyaman, dan sreg aja begitu “menggendong”nya. Aku berasa, jika ia ada di tempatnya (di punggung), dengan kedua “lenggan”nya merangkul lenganku, itu akan aman. Nyaman. Dan walaupun terkadang aku “menggendongnya” di depan tubuhku, rasa aman dan nyaman memakainya tetap ada.

Aku bukannya tidak suka dengan jenis tas lain. Aku suka, tapi aku ngerasa kurang pas aja untukku. Misalnya tas selempang. Ketika memakai tas jenis ini, aku merasa tetap kurang nyaman. Karena hanya satu bagian tas (talinya) yang nempel di pundakku dan bagian lainnya (badan tas) sering ada di pinggul samping atau di depan tubuhku. Menurutku itu tidak nyaman dan merasa nggak “kokoh” aja posisi tasnya.

Kemudian tas “cewek” cangklok. Pernah aku coba pakai tas berukuran kecil ini. Aku bingung sendiri ketika memasukkan barang-barangku ke dalamnya. Alamak Cuma muat untuk satu hp dan dompet kecil yang tongpes. Bagaimana dengan barang-barangku yang bejibun? Jangankan untuk memasukkan barang-barang “ilegal”, barang ‘legal’ yang kudunya harus ada di tasku aja tidak muat. Wah emang bukan pilihan niy..


Ransel itu apasih? Searching internet

Ada hubungan pilihan jenis tas dengan kepribadianku kah?
Masa depan tas di tanganku?

KEHILANGAN

Dua hari yang lalu, di saat kondisi badan dan mental yang drop kecapekan, sesaat akan membayar taksi, aku mendadak panik, karena tidak bisa menemukan dompet. Alhasil mengubek ngubek tas mpe kucel di taksi yang argonya masih jalan pun terjadi. Dan hasilnya nol. Alhasil, aku ga ikut urunan bayar taaksi patungan 3 orang tersebut.

Sesampainya di rumah, aku kembali mengubek-ngubek tas, dan tidak berhasil juga menemukan dompet itu. Akhirnya kondisi tubuh yang sudah drop banget, membuatku tidak bisa berpikir dan hanya menggumam, ya mudah-mudahan tertinggal di Tuprok (tempat terakhir aku sadar keberadaan dompetku) dan kalau pun tidak ada_terpikir ribet memang mengurus kartu-kartu dan bon-bon,hehehe.., dijabanin aja.
Akhirnya badan hanya ambruk tertidur capek.

Pada pagi hari, mental dan fisik sudah dipompa paksa untuk beraktivitas lagi. Dan ketika akan mengambil tas, ternyata posisinya kebalik dan dompetku tepat jatuh. Thanks God, ternyata dompet itu masih jatahku.

Satu hari yang lalu a.k.a taadi malam. Hp bututku, tidak bisa nyala karena lowbat. Hape itu tetap ditenteng kemana-kemana da masih dicoba-coba untuk dinyalakan. Pada satu saat kesadaran, aku merogoh kantong mencari si butut dan tidak ditemukan. Keriweuhan kembali hadir. Tas diubek-ubek dan warung jagung bakar_tempat terakhir yang aku rasa mungkin ketinggalan pun dijabanin. Tapi nihil.

Ketika balik, ke tempat dimana aku sadar kehilangan itu terjadi, aku berbagi susah dengan orang-orang yang aku temui. Mereka bantuin nyari. Dan ada yang lihat bahwa ada pemulung yang ambil sesuatu dari tanah becek dan dimasukkan ke peti rahasianya. Akhirnya, si pemulung dijabanin, dan yup, bener ternyata hp itu memang terjatuh ke tanah yang becek, sehingga tidak menimbulkan bunyi, dan insting “pengumpul” si pemulung langsung aja memungutnya. Akhirnya hp butut itu, beralih lagi ke tanganku, dan seorang temen, meminta aku untuk kasih “sekedar tanda terima kasih” ke si pemulung. Walau masih belum nangkap untuk apa, aku kasih aja. Yang penting hpku selamat dan kembali.

Berhubung baru saja jatuh ke lumpur, hp itu harus melalui proses pembersihan yang cukup lama dan intens. Dan ketika sudah cukup bersih, dicoba nyalain dan berhasil..

Untuk hal yang kedua, aku hanya bisa tertawa karena hp butut ini sudah sangat sering hilang dan selalu berhasil ditemukan. Mungkin karena saking bututnya jadi orang-orang jadi males juga ngurusinnya.jadi walau ditemukan ya dibiarin aja. Kalau ditemukan pemulung memang bedasiy kasusnya,hehehe...

Sedikit tentang kehilangan

Hilang, kalau boleh mengartikannya sendiri, itu kan situasi di saat sesuatu milik kita berpindah tempat (ke orang lain, atau memang ke tempat lain). Banyak ungkapan yang menyelubungi perihal hilang atau kehilangan ini.
“ kalau lu kehilangan sesuatu, itu artinya lu kurang amal. Jadinya sesuatu yang harusnya lu keluarin untuk amal, diambil paksa dari lu (walau pun terkadang pembandingnya ga seimbang)’.

“ kalau lu kehilangan sesuatu, itu artinya memang bukan rezeki lu aja barang yan g hilang itu”

“ kalau lu kehilangan sesuatu, itu adalah peringatan agar lu lebih berhati-hati”.

Atau,

“ kalau lu kehilangan sesuatu, ya itu karena lu ga hati-hati aja jaga barang-barang lu..”

Dan ketika misalnya barang yang lu kira hilang ternyata tidak hilang, ada lagi ungkapannya.

“ lu siy pikun, lupa narok barangnya dimana”.

“ syukurlah”

“itu tandanya masih milik. Makanya balik lagi”.

Untuk yang terakhir ini, seperti yang membenarkan bahwa kepemilikan, kepunyaan akan sesuatu itu ada jangka watunya. Ya contohnya umur.
“ kalau lu masih punya umur, ya lu tetap hidup. Kalau udah habis masanya, ya lu mati’.

Lalu ketika sudah kehilangan atau ketika sudah menemukan kembali yang dikira hilang itu lalu bagaimana?

“pasrah”
‘di kemudian hari lebih berhati-hati’
‘beli lagi’
Bla bla bla bla....

Tapi yang penting sebenarnya, jangan panik, jadikan sebagai momen reflektif, atas kehilangan atau hidup yang belum hilang.

dr kamu

3/13/09 at 2:53 AM

aku kirimkan sebuah pesan

pesan yang tak bisa di lihat

tapi bisa kamu rasa setiap senja datang menyapa

lewat angin aku kirimkanpeasan itu

kamu baca dengan hati..

setiap tulisan yang tertulis adalah bagian dari rasa yang aku punya

setiap titik dan koma adalah cinta

simpan pesanku di hatimu..

simpan rasa sayangku di hatimu

AKU, SEORANG & SEORANG ITU...

Aku ga peduli orang mau bilang apa.. yang aku rasakan sekarang adalah begini. Rasa yang kuat dan semakin hari semakin kuat. Menguat dari satu aku. Menguat ke seorang.

Pastinya dia adalah seorang yang luar biasa dimataku. Karena kalau dia Cuma biasa saja di mata ditambah di pikiran dan di hatiku, tentu aku tidak akan begitu tertarik dengannya. Cuma dua hari berlangsung yang pertama itu. Hanya melihat dari jauh. Tidak ada percakapan pun sekedar teguran. Pertemuan berikutnya juga dalam rangkaian resmi, sehingga tidak ada apa pun yang akan terjadi. Tetap seperti yang pertama kali. Apakah karena dua kali pertemuan itu berlangsung di tempat yang sama, ditambah lagi dengan posisi duduk kami yang juga sama dengan pertemuan yang terdahulu.

Waktu, tak usah diperdebatkan pasti berlalu. Orang bilang kerasa lebih cepat waktu akhir-akhir ini atau malah orang loyo dan stuck di kerja yang membosankan bilang bahwa waktu berjalan sangat lambat. Apa pun itu, orang bilang, orang rasa. Sedang waktu sedemikian angkuh, tidak bergeming. Tidak menuruti permintaan orang-orang yang menginginkan ia lambat atau cepat, atau supercepat.

Dalam kurun waktu yang cukup panjang, 4 atau 5 bulan, aku kembali bertemu dengan orang itu. Di tempat yang sama, tapi dalam kegiataan yang tidak seformal pertemuan pertama kami. Teguran mulai terasa. Namun percakapan masih tidak. Diakhir pertemuan dia menyebut namaku, lirih dan ketika aku bertanya “ ya..?”, dia mengalihkan dan berlalu. Sedikit jarak waktunya dengan itu, kembali kita bertemu. Suasana sudah tidak formal. Sudah tidak kaku, sudah banyak percakaapn. Teguran juga bukanlah yang luar biasa sekarang..

Rasa semakin datang, semakin kuat. Ketika makin kenal ia makin berat timbangan rasa ini arahnya ke dia. Ada banyak hal kita lakukan bersama. Ada banyak hal kita bagi, dan rasa semakin tebal buku harian mencatat namanya, atau pun mendokumentasikan kenangan besamanya. Rasa semakin kuat, sampai timbul keinginan untuk menyatukan rasa. Rasanya dan rasaku tentunya. Ada di mimpi malam, sering tanpa sadar, pun hadir di mimpi siang tatkalaku dalam sadar.

Rasapun berpelangi. Ingin kecapi semua warnanya. Namun rasa warna satu terasa sangat tidak pernah membosankan. Ingin berlama-lama disana, karena bersama dia. Karena ia ikut, langsung, tidak langsung, singgah bersama dia-dia yang lain atau pun ia hanya dari ketak ketik komputer. Namun rasa, ada bau dia. Bagiku. Dan mungkin hanya aku di teritori ini.

Rasaku dan rasanya tetap disana. Ttep dalam mimpi. Tak nyata. Tak ada aplikasinya.
Rasa itu kemudian mulai kabur, mulai menghilang. Ia bersama rasanya yang legal. Ia memadu rasa dengan tawa-tawa yang hadist. Tidak apa-apa. Rasa itu hilang, tapi kemudian tumbuh rasa dalam bentuk lain yang pun tetep membuat kita tetep dekat, tetap mencipta rasa bersama. Walau bukan untuk berdua, tapi untuk ratusan orang yang kita anggap harus diangkat harga mereka. Dan kita tetap mencipta rasa, menkarya rasa untuk itu, walau semakin dirasa jauuhh..




Seorang itu begitu hidup. Dari semuanya, seorang itu begitu hidup.

Umpatan memang keluar dari melihat angkuhnya di awal januari tahun lalu itu. Ingin erucap, tapi rasa pemalu di diriku mengurungnya. Tapi terobati dengan ketika ia adalah yang akan menjadi juru selamatku di hutan asing. Bukan hutan ramah dan sejukku. Tapi adalah hutan panas dan kata orang tidak ramah. Belum sampai aku ingin berucap terima kasih, ia sudah membuatku ingin berumpat.

Umpatan, dan cacian untuknya, akhirnya hanya mengendap di kepalaku. Dan menjadi dongkol di hatiku. Karena rasa yang ia tebar adalah bahagia. Rasa tawa. Rasa gembira. Tidak apa-apa ia mempermalukanku, tapi kutahu itu hanya untuk tumbuhkan rasa tawa di aku dan atau pun di semua orang tidak apa-apa saja.

dari rasa tawa, dan dari tindakan mempermalukanku itu, kita bdua pun mencipta rasa teman. Semua cerita dibagi, semua tawa juga dibagi. Dalam hal ini, waktu tidak begitu dipedulikan .mau cepat atau lambat, yang tercipta tetap adalah rasa tawa dan bahagia. Sehingga waktu seperti dilupakan.

Selalu tawa yang menjadi latarnya. Tetapi yang berlaku di depan adalah sedih, gundah umpatan dan tangis. Dan aku akan selalu kembali ke belakang , ke latar, ke tawa. Dan dia sealu ada di situ.
Kita disitu, berlama-lama. Untaian-untaian rasa berobah. Bertolak. Tapi ada yang smaa yaitu tawa.

Rasa untuk menyatu juga mulasi tercipta. Hanya ingin selalu mencipta rasa tawa, walau sebenarnya yang ku inginkan hanyalah dekat dia. Seribu dua alasan pun di perdengarkan. Dan ia selalu mau. Mencipta rasa berdua.

Sekarang, rasa itu memang sudah satu,. Sudah bullat. Sudah tak ada batas. Sudah sanagt menggunung. Gunung rasa itu pun sudah mengeluarkan magmanya, mengeluarkan larvanya dan mengaliri kami. Membuat rasa semakin lengket, membuat rasa tidak mau dan tidak diperbolehkan dan tidak mau dikeluarkan izinnya untuk pergi.

Rahasia. Rahasia sendiri, rahasia berdua atau pun rahasia umum. Prinsipnya, tidak boleh diketahui oleh orang lain. Tidak boleh ada yang ikut ambil peran dan membuat rahasia itu tida menjadi constanta lagi.

Rasa ku dan dia adalah rasa rahasia. Rasa rahasia berdua. Yang lain, awas kalau ikut campur, yang lain tidak boleh melongok dan sekedar melhat apa yang tengah terjadi..? walau dia yang berekor banyak yang juga tempatmu pernah menyatu rasa, pernah mencipta karya rasa? Tidak bole!

Rasa ini rahasia. Rasa kita. Rasaku dan rasa seorang itu.

Rabu, 20 Oktober 2010

berbinatang

Bersetubuh dengan binatang bukanlah hal yang baru lagi. Banyak cerita bisa kita dapati, orang orang bersetubuh dengan binatang. Yang sering kita dengar adalah dengan anjing atau kuda. Namun jika yang anjing dan kuda seringnya dilakukan oleh perempuan, berikut ada dua cerita singkat tentang polah lelaki yang bersetubuh dengan binatang

Soang sekarat tiket ke kenikmatan hidup
saat ini katanya sedang ngetrend di Singapura. Para lelaki yang menginginkan sensani orgasme yang berbeda kemudain bercinta dengan soang. Namun, tidak seperti kebanyakan proses bercinta dengan binatang lainnya-yang setelah bercinta mereka pun kemudian melepaskan si binatang itu, tapi saat mereka mau orgasme, mereka menebas leher si soang. Dan katanya, saat si soang itu sekarat “vagina”nya berdenyut lebih cepat dan mengencang. Itu membuat sensasi orgasme yang mereka rasakan lebih dahsyat. Kata mereka.

Putri putri duyung cantik peneman perjalanan menyusuri kenikmatan
konon kabarnya, pada zaman dahulu kala, saat orang orang di utara jawa menempuh perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya dalam jangka waktu yang cukup lama dan melewati samudra, mereka sering menangkap ikan duyung yang mereka temui di perjalanan. Dan para awak kapal itu tidak membunuh ikan itu atau berniat membawanya hidup hidup ke tempat tujuan mereka. Tetapi mereka memanfaatkan kemaluan ikan duyung itu untuk memuaskan syahwat mereka. Kemaluan ikan duyung konon kabarnya mirip kemaluan perempuan. Setelah mereka selesai melepaskan nafsunya mereka kemudian melepaskan kembali ikan ikan itu ke samudra.

Petualanganku di bank (Rayezs)

Tanggal 5 juli 2010
hari ini adalah hari pertamaku ke bank. Aku nemenin bunda ke bank transferin uang kontrakan. Kami ke atm mandiri dulu ambil uang kemudian baru ke bank bca. Harus tranfer lewat teller kata bunda, karena bunda g punya rekening bca. Sambil gendong aku bunda ngisi form pengiriman uang. Sepertinya, pak satpam melihat bunda kerepotan, akhirnya ia datang dan membantu bunda mengisi form itu. Setelah selesai, bunda kira bahwa tellernya di bawah, di lantai satu itu, ternyata ada di lantai dua. Dag dig dug bunda naik ke lantai dua sambil gendong aku. Kata bunda, kalau sendiri aja suka rada rada disorientasi apalagi kalau sambil gendong aku. Tapi Alhamdulillah berhasil.

Tapi sewaktu kami sampai di atas, antrian sudah panjang banget. Mau tak mau kami ngantri di urutan buncit namun selang beberapa detik saja kemudian ada lagi yang lebih buncit. Tapi aku tak betah. Aku lihat tangga ke lantai tiga dan segera saja aku meronta minta bunda lepaskan gendongannya. Aku kemudian menuju tangga tapi bunda keburu menangkapku. Aku kembali ke antrian. Aku tak tahan, akhirnya bunda ajak aku lihat semua gantungan dinding di ruangan itu. kami lihat semua gambar ayng ada di sana dan bunda membaccakannya untukku.

Mungkin karena bunda sudah capek, bunda mendudukkan aku ke tempat pengisian form dan memperbolehkan aku memainkan pulpun yang ada kabelmnya. Aku kira itu telepon dn alngsungsaja aku telepon dan bilang “bapak..alo..bapak..”. Lalu aku menemukan permainan seru yaitu menarik dan meletakkan pulpen tadi algi. Dan berulang rulang. Aku juga mencoret coret dinding tapi bunda ngelarang dan memberikan padaku notes. Awalnya aku menulis disana, tapi kemudian aku coret lalgi gambar dinding yang di depanku. Kemudain adadua orang yang mau menisi form. Awalnya bunda biarkan aku tetap duduk, tapi aku malah ikutan mengisi form orang itu dan dia sih diam aja tapi kayaknya marah tapi dipendam. Lalu bunda mengedongku.

Lalu perhatian kami beralih ke seorang aank kecil juga namun lebih tua dari ku beberapa tahun yang sedang memainkan tempat samaph. Ia membuka tutup tempat sampah itu dan kemudian menutupnya lagi begitu terus. Aku tertarik. Begitu dia sudah selesai dan pergi dengan bundanya, aku melakuakn hal yang sama dengan ayng dilakukannya. Bunda membiarkanku hanay bilang “hsti hati”. Tapi akrena ku terlalu bersemangat, tanganku sedikit kejepit tapi segera berhasil lolos. Bunda kahirnya bilang “ok, udah” dan menggendongku menjauh dari tempat sampah kertas itu. Ohya semua pengunjung bank yang sedang antri berdiri atau pun duduk sepertinya melihatku dan bunda. Tapi kami berdua cuek saja.

Lalu karena bunda ngeh bahwa aku nggak akan betah berdiri ngantri akhrinya Kami pergi dari satu tanaman ke tanaman yang lainnya di tempat itu. Tapi setiap aku tarik, kok daunnya nggak copot ya? Oh ternyata dari plastik. Kemudain giliran kami sudah mendekat, sekitar lima orang lagi di depan kami. Bunda pun memutuskan untuk kami masuk ke barisan. Tapi aku tidak mau karena di depan dan belakangku ada orang asing dan mereka semua melihatku. Aku risih, aku minta turun dan aku malahan melewati tali pembatas dan pergi ke jalur lain. Karena aku kecil aku bisa melewati kaki kaki orang dewasa, tapi bunda? Hahaah.. dia jadinya minta maaf ke semua orang dan mengejarku..
kemudian ketika sudah berhasil menangkapku, bunda menggendongku erat dan kami akhrinya ngnatri di bagian luar pita pembatas dan seorang ibu yang awalnya bunda berencana mempesilahkan ibu itu duluan, tapi akhirnya dia mempersilahkan bunda.

Karena aku nggak mau diam, bunda kesulitan mengambil form yang sudah disi dan uang. Dan juga ktp. Akhirnya bunda menarok aku dibawah sebentar dan kesempatan itu tidak aku lewatkan, begitu kakiku menginjak lantai, aku segera berlari dan bunda mengejarku dan meninggalkan teller. Setelah berhasil menangkapku lagi, bunda kembali ke teller dan menunggu petugasnya. Kata bunda, kok lama bangetya petugas ini. Mungkin karena aku terus meronta pengen turun.
Setelah selesai ada lagi tantangan, yaitu turun tangga. Bunda meluk aku erat banget dan kami turuni anak tangga satu per satu. Setelah sampai di bawah, bunda berseru Alhamdulillah. Tapi ternyata ada tantangan lagi. Pintu bank sudah ketutup setengah dan akhrinya kami harus menunduk untuk melewatinya dan bunda sambil menggendongku. Cukup susah tapi kami berhasil.

Tiba di luar, udara jadi sngat panas banget. Bunda lalu mencari pedagang cendol dan sambil nunggu antrian beli cendol, karena sangat haus bunda beli teh melati. Tapi bunda tentu cuma kebagian sedikit,akulah yang dapat paling banyak, setelah dapat cendol bagian kami, kami pulang. Rencananya mau naik angkot, tapi karena kecapekan banget kami akhirnya naik ojek. Dan sampai di rumah, bunda langsung buka es cendol, dan seperti nasib teh melati tadi, akulah yang dapat bagian paling banyak. Cendolnya, kuahnya dan juga esnya.. mmhmhmhm yummmmiiii.

Senin, 18 Oktober 2010

let the sun shine on your face-

Wake up one morning you realize
Your life is one big compromise (compromise)
Stuck in the job you swore was only temporary (was only temporary)

Feel like the world is passing you by (do do do do do)
Never done all the things you would need to try
Stuck in one place, got a pain in your face from all your stressin’ out (all your stressin’ out)x2

You ask yourself there’s got to be more than what I’m living for (what I’m living for) x2
You ask yourself there’s got to be something else, something more, more, more

Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you

Feel like there’s nothing nowhere to go
You try and fight but you can’t let go
Roll the pain, got so much to gain
Now is the time

You ask yourself there’s got to be something else, something more, more, more

Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Find More lyrics at www.sweetslyrics.com
Let it shine on you, let it shine on you

You ask yourself there’s got to be more than what I’m living for (what I’m living for) x2
You ask yourself there’s got to be something else, something more, more, more

Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you

Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you

Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you

Laura Izibor "Shine" Special K Tv Advert, Let The Sun Shine On Your Face

Selasa, 22 Juni 2010

own citations

Terlalu berat kaki melangkah, walau jarak nya begitu dekat

aku bukan pemenang, tapi aku adalah salah satu petarung handal pada pertarungan hidup ini

berat menerima kenyataan bahwa yang kita sayang, tidak lagi mau memberi sayangnya untuk kita. Namun yang paling berat adalah ketika hati kita di dalam gudang rasanya, sudah tidak lagi menyimpan rasa sayang. Untuk siapapun.

Berat untuk membuatmu percaya. Begitu juga aku. Namun, percayalah. Aku (masih) percaya padamu.

Tidak ada hal hebat yang aku lakukan. Tak pernah ada tepukan meriah untukku. Tak pernah kuterima paket reward atau bonus dari apa yang aku kerjakan. Namun, aku tak akan pernah berhenti untuk melaku hidup.

Aku adalah pejuang cinta dan cita pada satu waktu.
Aku mencium keningnya sembari mengucap jampi berjuta harapan.
Aku melangkahi hidup dengan nafas kasihnya.
Pun aku memeluk mesranya saat aku terluka oleh beribu penolakan nasib baik.

Kenapa dia tidak acuh? Simple saja. Karena baginya, hidup kami bukanlah hidupnya titik

beras kita tinggal seperempat gelas sayang, itu hanya cukup untuk satu kali makan jika kita mau dapat masing masing satu piring. Bisa dua kali makan kalau masing masing setengah piring dan bisa satu hari penuh jika satu jadwal makan kita lewatkan.
Tapi,tenang sayang. Cadangan cinta dan cita kita masih satu gudang yang ukurannya segunung merapi. Kita bisa menggigitnya sedikit demi sedikit jika kita ingin cemilan atau mengambilnya semangkok dan melahapnya berdua sampai kita tertidur kekenyangan oleh mereka.

Kita merepotkan yang tak seharusnya kita repotkan. Tapi dia yang selalu sudi untuk kita repotkan. Dia yang membuat sebagian atau malahan keseluruhan cemas kita sirna. Dia yang sudi repot pikiran dan raganya untuk kita. Dia melakukannya bukan untuk mengharap sesuatu dari kita. Tapi dia lakukan itu semua sembari berharap agar ia mau repot karena kita.

Hatiku sudah penuh dengan kenangan atas sentuhan, tatapan dan perbincangan kita yang melahirkan rasa. Jika pun engkau tidak ada, aku masih bisa menikmatinya dalam ruangan kenangan hatiku. Silahkan pergi menjauh.

Ya syukuri apa yang ada. Adanya kamu jatuh, tak apa apa. Kamu akan melihat hal hal di bawah sana ayng tak bisa kamu lihat saat kamu di atas. Tapi coba tengoklah juga ke atas, ke arah terik matahari. Tidak usah pakai sun block untuk melindungimu, gunakan saja mata tajammu untuk meihatnya sebagai terik penyambuk semangat untuk bangkit dan sebagai cahaya untuk bisa melihat lebih jelas arah melajumu ketika engkau bangkit.

“Melihat tawamu, mendengar senandungmu.” “Menatap indahnya senyuman di wajahmu.” Membuatku tetap menyukaimu. Sekali kusuka akan tetap kusuka kau. No matter what they say.

Senin, 14 Juni 2010

poems2

(4) Dia masih begitu angkuh
tak mau melunak sedikit
dia masih berkuasa
dia bentur benturkan hidupku sesukanya
dia izinkan aku bermimpin tapi dia luluh lantahkan kemudian
dia biarkan aku bangun istana harapan
kemudian kirimkan ombak untuk meratakannya
tapi jangan kau pikir aku kan menyerah
ku punya cukup daya untuk mengalahkan dan
takkan pernah takluk
cam kan itu
wahai hidup
(5)
aku berbuat baik bukan untuk menghindari hal tidak baik darimu
aku berbuat baik bukan untuk menghindari dosa
aku berbuat baik bukan agar kau juga berbaut baik padaku
aku berbuat baik karena aku harus berbuat baik kepadamu

“Itu apa?”


rayez datang digendong mbak satu harinya masuk ke rumah dan langsung ke dalam kamar. Dia tak pakai baju tapi sudah pakai celana. Sementara pengasuhnya memilih baju dalam lemari, rayez yang mukannya sudah putih belepotan bedak tebal yang tidak rata menghampiri ku yang sedang buru buru menutup semua file untuk meraihnya dan bermain dengannya.

Namun belum selesai tugasku menutup semua file, satu tangannya sudah meraih laptop dan sambil memiringkan kepalanya, “itu apa? “ meluncur cepat, agak keras dan jernih sekali. Sehingga telingaku dan mbak satu harinya juga menagkap hal yang sama sebagai pertanda bahwa rayez memang mengucap “Itu apa?”.

WOW. Sebuah kemajuan luar biasa dalam ujarannya. Sampai tadi pagi aku bertemu dia, dia baru mengucap suku kata akhir dari sebuah kata. Misalnya “dah untuk sudah”, yes untuk rayez”, “tu untuk itu”, “mu untuk mau”. “nda untuk bunda”.

Walau memang ada kata yang sudah bisa sejak lama seperti “mama” dan bapak”. Tapi menyambung kata, dua kata, dan didukung dengan ekspresi dan mendekati sesuatu yang jadi maksud perkataannya, itu LUAR BIASA buatku. Dan ini Amazing. Kok dia tahu ya, kalau ia harus mengucapkan itu? Kok dia tahu kalau dia mau ini, atau mau tau itu, beginilah susunan kata dan intonasi yang harus diucapkan. Dia mampu memilih secara tepat dari bagasi katakatanya dan mengutarakannya.

Satu hal lagi, susunan “itu apa?” yang merupakan pertanyaan menambah lagi kekagumanku. Bertanya, menunjukkan banyak hal menurutku. Menunjukkan kerendahan hati, menunjukkan keingintahuan, menunjukkan keinginan untuk berkomunikasi (karena kalau itu hanya frase semisal”itu laptop”, ada kemungkinan orang tidak akan menanggapi)/ untuk bergaul, dll dll.

Ekspresi mata gedenya yang langsung menatap layar laptop saat ia berhasil menggapainya, sangat hidup, dihidupkan oleh keingintahuan.

Tanya semua yang kamu mau tau cinta..tanya semua. Kalau bunda tak tau jawabannya akan bunda carikan. Atau kita cari bersama.

Tanya semua yang kamu mau cinta. Penuhi dirimu dengan brtumpuk tumpuk pertanyaan. Pertanyaan untuk dunia. Dan jangan pernah menutupi diri atau pikiranmu akan semua kemungkinan jawaban yang akan kamu dapati cinta.

Bertanya, berbicara adalah cara mengenal dunia dan diri mu,cintaku.-”RAYEZ KINDA APRILIADI”.

Rabu, 09 Juni 2010

iri

Iri
kenapa kita tidak boleh iri?
Kenapa iri dicap sebagai perbuatan dosa?
Apakah ada orang yang tidak pernah iri selama hidupnya?
Apakah aku yang sering iri adalah satu satunya di muka bumi ini?
Apakah benar iri itu tanda tak mampu?
Kalau iri dimaksudkan untuk menjadi cambuk, apakah terdengar tidak masuk akal dan malahan terdengar hanya alasan yang dicari cari?
Pasti ada maksudNya untuk meramu hingga tercipta rasa yang bernaam iri ini. Tapi apa?
Atau pertanyaanku kuubah sedikit..
apa hal negatif yang akan tercipata pada diriku jika aku iri?
Atau kah tidak ada sebenarnya?
Atau malah yang muncul hal positif atau setidaknya aku melihatnya secara positif?
Ok, kamu masih menganggapnya terlalu mengada ngada dan dicari cari saja alasannya.
Lalu apa esesnsi buruk,, negatif, mudoratnya iri ini sehingga ia tidak boleh dirasa?
Sampai dosa jadi ganjarannya. Apa? Apa? Apa?
070610-jtbng

Senin, 31 Mei 2010

benar, tapi...

Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita

raga yang dulu kuizinkan kau untuk cium, sentuh dan rengkuhnya
tlah menolakmu
atau memilih untuk menolak ragamu
izin itu sudah dicabut ragaku
mungkin akan ada kaal kau dapatkan algi izin itu
atau izin itu akan berganti nama pemilik
atau tidak akan ada lagi izin itu
karena raga ini mengubur izin itu dalam, dalam dan teramat dalam
sampai sampai raga sendiri tak tahu lagi dimana
rag tak peduli dan tak berniat memburunya

Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita

Dan bahwa kau selalu di sini
di sini bersama ku
tidak hanya dekat di hatiku namun menyentuh kulitku
kau dalam tubuh lain
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasmemu
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasmeku
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasme kita
dia bukanlah buah percintaan kita
dia bukanlah bukti cinta kita
dia adalah dia
yang hadir lewat percintaan, lewat lenguhan kita
dia yang ketika melihat matanya, ada dirimu dan diriku
namun itu bukan mata kita, itu mata dia
tawa ayng ketika kita mendengarnya, akan melambungkan pikir kita
pada ribuan jam yang lalu saat kita nikmati tawa kita bersama
di tawa itu sepertinya ada tawa kita
ya sepertinya, tidak pernah sesungguhnya
yang sesungguhnya adalah itu tawa dia
tawanya dalam arungi hidupnya
jangan hanya karena kita merasa bahwa ada bagian kita padanya lalu
kita minta bagian juga padanya
bagian untuk dihormati, untuk disayang,untuk dipeluk dan dicium
tidak
biarkan dia yang memutuskan, bagian mana yang akan dia berikan pada kita
atau coba berlapang dada kalau kemudian dia tidak memberikan apa apa darinya untuk kita
dia punya kuasa atas diri, tubuh dan keputusannya sendiri

Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita

27052010-jatibening

rindu

Kerinduan laut akan garam
semakin dia teguk, semakin dia dahaga
seribu tiga ratus dua puluh satu setengah orang bilang
' kerinduan obatnya bertemu
beri tahu garam agar menjauh sejenak dari laut
beri tahu laut untuk membasuh diri dengan gula atau asam
ntuk pisah cukup sekejap
kemudian melaku rindu, selamanya



rindu ini semain membuncah
semakin membuncah, saat coba dihapus
senakin membuncah, saat bayangnya mendekat
membuncah, membuncah, membuncah
hingga sanggup memecah kepala
memecah hati namun tak mengoyaknya
memecah diri walau berkeping namun tegap melangkah
menuju rindu, menuntaskan semua kebuncahannya
sampai benar benar buncah
karena rindu ini sungguh tak terbendung ingin membuncah
membuncah, membuncah oooohhh membuncah
kan rindu pada esok



mengingat seperempat hitam bola matamu
mampu tuntaskan rinduku padamu



il me manques toujours!

 26052010-jtb

Sabtu, 22 Mei 2010

web-inspired

http://www.desiretoinspire.net/blog/?currentPage=2

Minggu, 09 Mei 2010

cari pacar lagi gih

"cari pacar lagi gih". seorang teman berucap kalimat itu saat aku menikamti segelas es campur lezat. es campur yang tengah digenggaman dan di mulut juga mendadak berasa gado gado.

yaa.. untuk cari pacar lagi, bukan tak pernah singgah di kepalaku, cuma aku selalu melupakannya.

aku akan mencari pacar lagi jika:
" aku sudah punya kerjaan tetap, penghasilan tetap dan mencukupi buatku dan rayez dan kami juga bisa nabung"

mnegapa???
"kalau sekarang, aku takut, kriteria pertama dari pacar yang aku cari adalah: kaya, bisa mencukupi semua kebutuhan ku dan rayez".

kenaap tidak??
"aku akan bersyukur jika nanti setelah aku kaay aku mendaptkan seseorang yang kaay juga. dan kami akan bersama mengelola kekayaan kami. tapi sekarang, aku tidak mau, senyumku mengembang karena mendaapot limpahan darinya, tapi hatiku menjerit karena malu, bergantung pada orang.
aku memang tidak funky, tapi bukan gembel yang tidak punya kerja dan harga diri. bekerja, menghasilkan uang dan karya adalah caraku untuk membentuk diri.

ketika diriku telah terbentuk utuh, aku sangat yakin Dia akan mengirimkan seseorang yang bisa aku terima apa adanya.

Selasa, 04 Mei 2010

nggak diaku

anda berdiskusi panjang lebar dengan seseorang. membuat pegal tangan mengetiknya atau berbusa mulut jadinya. terkesan dari pembicaraan itu adalah, rekan bicara anda setuju dengan anda dan mengesankan betapa ia mengagumi anda, atas ide briliant, atas komitmen atas isi kepala anda. tentunya wajar kalau anda merasa bangga toh dengan pujian itu,,?

namun, ketika waktu berlalau.anda sudah bergelut lagi dengan berbagai diskusi lain tema dengan mitra cerita n diskusi yang berbeda juga tentunya.
namun, once, anda lihat bahwa teman mitra anda ayng pertama mengutip atau paling tidak mengungkapkan hal yang sam yang anda ucapkan ke dia waktu diskusi diskusi anda dengannya, namun dia menyebut sumbernya BUKAN anda!

apa reaksi anda?
1. marah
"sial. itukan kata kata gua ke dia. kok dia malah bilang itu dari orang lain"
2" masih marah
" sial, itu kan kata kata gua. kok di nggak nyamtumin referensinya sih?"
3. sabar
"mungkin , dia memang berdiskusi untuk topik yang sama dengan begitu banyak orang dan anda bukan lah orang yang benenr2 cekokin hal itu ke dia. mun gkin karena dia mengganggap anda bukan sapa sapa. atau juga karena anda nggak ngejual kalo ditarok nama anda di publish sldi-nya dia".
4.
5.
etc

lalu apa yang diambil dari hal ini?
coba berpikir positif: " yang pentingkan kan kita dah ngasih sesuatu. dan niatkan ikhlas. dan semoga hasilnya berkah. itu saja"
pikiran negatif juga pengen eksis niy " lain kali aku tidak akan pernah mau diskusi lagi ama dia".

it's you who decide.

Permainan kata: sarana estetika untuk berkirim pesan pada media massa (sebuah pembahasan metaforis ‘ntuk metafora)

Permainan kata biasanya digunakan oleh para jurnalis daalm tulisan tulisan mereka di media massa. Tujuannya tidak lain adalah untuk mempermudah si pembaca memahami apa yang mereka tulis, untuk mempermudah transfer informasi dari mereka ke pembaca dan juga adaalh untuk menciptakan efek estetika-keindahan dalam tulisan mereka. Untuk yang terakhir, walau artikel Koran bukanlah sebuah puisi, novel atau prosa; sebuah karya sastra, namun tujuan utama dari mereka semua adalah sama:TRANSFER INFORMASI dari penulis ke pembacanya. Dan permainan kata, diyakini sebagai sesbuah sarana efektif untuk menjembatani perpindahan informasi tersebut.
Permainan kata yang sering kita lihat di media media massa adalah penggunaan metafora. Metafora pada kamus Petit Robert 1 (1971,Paris) diartikan sebagai permainan bahasa yang mentransfer kesan kesan analogis. Sementara itu pada kamus Bahasa Indonesia Lengkap (Apollo Surabaya, 1997-Daryanto) mengatakan bahwa metafora adalah perumpamaan kata sehingga mempunyai makna sendiri, pemakaian kata sebagai lukisan berdasarkan persamaan / perbandingan. Dan yang penting dari kedua referensi ini adalah pengungkapan metafora sebagai sarana untuk memunculkan kesan estetika-keindahan.
Berikut mari coba kita lihat contoh penerapannya yang dalam hal ini, penulis mengambil contoh pemberitaan mengenai makelar kasus khususnya tentang Gayus Tambunan yang dimuat pada Koran Media Indonesia tanggal 1 April 2010.
“Bagaimana mau membersihkan sedangkan sapunya sendiri tidak bersih” ( Satria, pada rubrik Suara Anda).
pada makna sehari hari adalah alat untuk membersihkan sesuatu. Misalnya sampah, kotoran atau sesuatu yang memang ingin disingkirkan oleh yang menyapu. Pada kutipan di atas, sapu digunakan untuk merujuk alat/instansi yang seharusnya membersihkan yaitu kepolisian dan yang harus dibersihkan oleh kepolisian ini atau sesuatu yang dianggap kotor, dianggap sampah dan tidak diingini keberadaannya adalah makelar kasus. Sehingga, jika kita interpretasikan kutipan di atas, menyiratkan sebuah opini atau sikap seorang pembaca Koran, atau mungkin opini ayng sebenarnya sudah umum, bahwa mereka tidak lagi percaya akan “kebersihan” alat yang dipakai untuk membersihkan markus. Ada ketidakpercayaan pada kepolisian. Hal ini bisa jadi karena beberapa alasan, seperti; karena banyaknya kasus kasus yang selama ini ditangani polisi, tapi tidak jelas kemudian penyelesaiannya, atau malah ada penyelesaian tapi hasil akhirnya tidak memuaskan mereka. Alasan berikutnya, yang sekarang sekarang sedang berkembang luas yaitu, bahwa alat pembersih ini sama kotor nya dengan apa yang akan dibersihkan. Bahwa pada instansi pembersih ini, juga banyak terdapa borok borok yang mungkin sama atau malah lebih besar dari borok yang ingin mereka bersihkan. Kalau kita kembali memakai permainan kata untuk menyimpulkan ini, mungkin akan berbunyi seperti “ kotor ketemu kotor hasilnya sia sia, tak terselesaikan, tak ada penyelesaian “bersih”.
Penggunaan kata “sapu” dan kemudian berarti lebih jauh ketidakpercayaan kepada sapu itu (kepolisian) juga terdapat pada kutipan di bawah ini, yang juga dari Koran Media Indonesia pada hari yang sama.
“Yang jelas sapu yang kotor tidak boleh dipakai untuk menyapu kasus kasus mafia hukum. Bila sapu kotor yang dipakai, sama artinya hanya pelaku kelas teri yang ditangkap, sedangkan yang kelas kakap dibiarkan berleha leha menikmati hasil menggasak uang Negara” (Editorial)
Pada kutipan di atas, ada permainan kata lain yang dipakai, yaitu . Pertama, untuk kata “kelas”, pada penggunaan sehari hari, kelas mengacu pada tingkatan, tahapan misalnya di sekolahan, ada keals 1, kelas 2 dan seterusnya; hal ini mengacu bahwa ketika memasuki sekolah, harus dari kelas 1 dulu, baru kemudian kelas 2 dan begitu selanjutnya. Dengan demikian juga berarti bahwa kelas 2 itu lebih tinggi dari kelas 1, kelas 3 lebih tinggi tingkatannya dari kelas 2 dan kelas 1 dan seterusnya.
Pad kutipan di atas, kata kelas disandingkan dengan kata teri dan kakap. Sebagaimana kita ketahui bersama, teri dan kakap adalah nama nama ikan yang biasanya ditemukan di laut. Perbedaannya? Terletak pada ukuran mereka. Teri hanyalah ikan ikan kecil yang kalau kemana maan biasanya bergerombolan. Sedang kakap adalah ikan yang sangat besar, yang jika dibandingkan dengan teri, mungkin berpuluh atau malahan beratus ratus kali lipatnya.
Dengan penjelasan di atas, bisa kita artikan bahwa, kelas teri bisa disamakn dengan kelas rendah, kelas satu, kelas kecil. Sedangkan kelas kakap untuk pengertian sebaliknya.
Kembali ke konteks, Gayus dan permarkusan, pada Editorial Media Indonesia di atas, erungkap kegelisahan editor yang mungkin juga adalah kegelisahan pembaca semua bahwa, jika untuk kasus kasus mafia hukum ditangani oleh kepolisian yang juga “mafia” yang tidak bersih, dikhawatirkan yang berhasil terungkap nantinya hanyalah kasus kasus kecil, kasus kasus yang hanya merugikan Negara dalam nominal yang kecil. Dan bukan kasus kasus besar yang tingkat merugikan negaranya berbanding lurus, besar juga! Untuk menekankan lagi kekhwatirannya ini, editor menutup kalimatnya dengan “kelas kakap dibiarkan berleha leha menikmati hasil menggasak uang Negara”, yang kembali mengingatkan kita bahwa jika alat pembersihnya kotor, maka yang akan dibersihkannya, bukannya ditangkap tapi malahan dibiarkan menikmati hasil jarahannya terhadap uang Negara. Kata menggasak, digunakan di sini juga untuk lebih menekankan betapa yang berada di kelas kakap itu mengambil dengan paksa, dengan tidak resmi dengan kasar uang Negara. Tindakan dari menggasak, dalam bahasa sehari hari menimbulkan akibat atau bekas yang “jelek” pada yang digasak. Ini berarti, perbuatan kelas kakap akan meninggalkan bekas atau masalah baru dan daalm hal ini pada keuangan Negara. Sehingga, tindakan untuk membersihkan para mafia hukum yang berkelas kaakp ini sangat diperlukan dan harus segera namun dengan catatan cetak tebal bahwa harus dibersihkan oleh “sapu” oleh aparat kepolisian yang bersih. Itu harga mati.
Pemakaian perbandingan besar dan kecil, tinggi dan rendah, atas dan bawah juga selaras dengan kutipan ungkapan di bawah ini:
“Kalau yang bau itu keluarnya dari bawah, itu sih wajar. Tetapi sekarang baunya sudah keluar dari atas” (Suara pembaca.)
Pada kutipan di atas, bisa kita interpretasikan bahwa si pembaca melalui surat pembaca, mengungkapkan pendapatnya bahwa kebobrokan itu sekarang terasa, berbau atau dilakukan oleh orang orang “atas” , dalam arti orang orang yang selama ini dinila masyarakat umum sebagai orang orang dengan kedudukan terhormat, orang orang dengan perilaku suci nan alim, orang orang yang menjadi contoh atau bahkan menjadi tukang koreksi bawahannya / orang yang di bawahnya. Bisa juga yang dimaksudkan dengan di atas di sini adalah pemimpin Negara.
Kemudian phrase-nya yang mengatakan bau-dari bawah biasa, bukan berarti kesalahan, perbuatan jahat atau perbuatan melanggar dari bawahan, dari rakayat biasa dimaklumi. Namun, semua ini juga mengacu pada apa yang selama ini disuguhkan, atau diungkap melalui kepolisian atau pun media massa. Yaitu yang selalu disorot adalah ayng kecil, yang maling ayam, maling terong tetangga, atau maling semangka satu biji karena haus sepulang kerja. Ini berarti, jika selama ini kita masyarakat umum disuguhkan “bau” dari bawah sekarang dari atas pun juga bau.
Perlu ditekankan di sini, bau yang dimaksud adalah bau kentut; bau kentut jika ia keluar dari bawah (pantat) itu biasa. Namun jika keluar dari atas (kepala,dll) itu tidak biasa toch!!!
Nah, kemudian untuk semua permasalahan yang dikeluhkan oleh banyak pihak di atas, apa kemudian yang harus dilakukan? Yang harus dilakukan adalah:
“Gayus bernyanyilah!!” (judul berita utama)
Gayus adalah seorang pegawai dirjen paajk yang menghebohkan Indonesia dengan kepemilikan uang di rekeningnya sebesar 28 M dan juga kepemilikan rumah rumah mewah, yang dirasa tidak “pantas” dimiliki oleh seorang pegawai yang hanya bergaji 11 juta per bulannya. Gayus dianggap sebagai seorang makelar kasus terutama yang berkaitan dengan pajak. Namun semuanya meyakini juga bahwa Gayus hanyalah aktornya saja dan sutradara atau malah sang produser yang memiliki kekuasaan, kekayaan, kemampuan lebih besarnya belum terungkap. Nah jika terungkap, gumpalan benang kusut permasalahan ini akan terungkap. Syarat hanya satu: Gayus bernyanyi!
Bernyanyi di sini kembali merupaakn sebuah permainan kata. Gayus tidak diminta untuk membawakan sebuah lagu dengan irama tertentu dengan gaya tertentu, tapi Gayus diminta untuk bicara, untuk membeberkan semua hal ayng dia ketahui tentang makealr kasus, tentang mekanisme kerjanya dan yang terpenting juga adalah tentang yang terlibat pada kasus kasu permakelaran ini. Mulai dari yang paling kecil hingga yang palingn besar dan pintu masuknya adalah kasus Gayus itu sendiri. Semua berharap, jika kasus Gayus dijadikan pintu masuk yang pas dalam penyelesaian masalah permarkusan ini. Dan kasus kasus lainnya pun segera terselesaikan.
DARI uraian panjang lebar, terlihat pemakaian permainan kata yang dalam hal ini metafora di media media massa, menjadi jembatan yang efektif untuk mengantarkan maksud jurnalis ke pembaca media-nya. Kata atau ungkapan yang mereka metaforakan, yang walau pun hanya sepenggal kata, bisa menyajikan gambaran utuh maksud jurnalis ke ruang pemahaman pembacanya. Nilai estetika yang juga diemban oleh metafora, menjadikan tulisan para jurnalis ini tidak kaku, layaknya laporan ilmiah, namun mengalir merdu dan langsung berhasil dijiwai oleh penikmat “puisi” berita tersebut.
Metafora berhasil menjalankan misi para penggunanya, yang dalam hal ini para jurnalis, untuk memberikan informasi kepada pembacanya, dan juga berhasil menjalankan misi kemetaforaannya sendiri!
***

Stay committed to your commitment

Wise man said ada dua jenis komitmen:
1. Komitmen yang hanya diucapkan tanpa dijalani.
Saam dengan kata tanpa arti, janji yang dilanggar dan sumpah yang nggak setia. Orang yang berkomitmen seperti ini jelas punya self image yang negative. Rapuh dan nggak bisa diandalkan.
2. The real commitment
Sebuah kepastian yang mencerminkan kehormatan pemiliknya.
Beberapa cara yang bisa diambil agr punya komitmen kayak gini:
a. Set the goal
A motivation create persistence n persistence gets the job done. Besar kecilnya tujuan bukan masalah selama yakin kalau kamu benar benar menginginkan hal itu. Yang penting, keep ur self focus by making it specific, keep it short.
b. Visualize it
Cari gambar yang merepresentasikan keinginan, kemudian tarok di rumah di tempat yang gampang dilihat.
c. Just do it
Ide sederhana yang diwujudkan, jauh lebih baik disbanding ide brilian yang mati karena nggak direalisasikan. Goethe “ whatever you can do or dream you can, do it!”
d. Supporting surroundings
Lingkungan sekitar berpengaruh besar pada kesuksesan komitmen seseorang. Let everybody know about your commitment dan minta mereka untuk mendukungnya. And, hindari lingkungan yang bertolak belakang dengan komitment.
e. Inspiring moments
Motivasi dan komitmen itu seperti tubuh kita juga. Tumbuh semakin besar jika diberi makanan. Motivasi bisa dating dari mana saja. baca biografi yang punya gol sama dan feature feature keren.
f. No excuse, no complaining
D. Schwartz “ the magic of thinking big”  berbagai alasan mungkin memang ada tapi nggak dibuat oleh orang sukses. Exactly! Orang sukses tahu harga yang harus dibayar untuk mencapai sebuah tujuan dan nggak membuat buat alasan sebagai pembenaran kalau dia gagal atau menemui kesulitan. As a matter of fact, itulah arti sebenarnya sebuah komitmen.
g. Overcome obstacles
Komitmen juga berarti siap ambil resiko dan menghadapi segala jenis halangan. Henry Ford pernah bilang kalau hambatan adalah sesuatu ayng kita lihat saat kita mengalihakn pandangan dari tujuan. So, just stick to your goal when you have obstacles, then nothing else matter.
h. Finish what you start
Telur setengah matang sih enak dimakan. Kalau pekerjaan setengah jadi, apa gunanya? Kalau udah begini, what will you get except for the fact that you are not strong enough to fight for what you want? Komitmen juga berarti bertanggung jawab terhadap apa yang udah kamu mulai. Buktikan sama dunia that you are not a quitter.

Gogirl!30 / juli 2007