Rabu, 17 November 2010

KEHILANGAN

Dua hari yang lalu, di saat kondisi badan dan mental yang drop kecapekan, sesaat akan membayar taksi, aku mendadak panik, karena tidak bisa menemukan dompet. Alhasil mengubek ngubek tas mpe kucel di taksi yang argonya masih jalan pun terjadi. Dan hasilnya nol. Alhasil, aku ga ikut urunan bayar taaksi patungan 3 orang tersebut.

Sesampainya di rumah, aku kembali mengubek-ngubek tas, dan tidak berhasil juga menemukan dompet itu. Akhirnya kondisi tubuh yang sudah drop banget, membuatku tidak bisa berpikir dan hanya menggumam, ya mudah-mudahan tertinggal di Tuprok (tempat terakhir aku sadar keberadaan dompetku) dan kalau pun tidak ada_terpikir ribet memang mengurus kartu-kartu dan bon-bon,hehehe.., dijabanin aja.
Akhirnya badan hanya ambruk tertidur capek.

Pada pagi hari, mental dan fisik sudah dipompa paksa untuk beraktivitas lagi. Dan ketika akan mengambil tas, ternyata posisinya kebalik dan dompetku tepat jatuh. Thanks God, ternyata dompet itu masih jatahku.

Satu hari yang lalu a.k.a taadi malam. Hp bututku, tidak bisa nyala karena lowbat. Hape itu tetap ditenteng kemana-kemana da masih dicoba-coba untuk dinyalakan. Pada satu saat kesadaran, aku merogoh kantong mencari si butut dan tidak ditemukan. Keriweuhan kembali hadir. Tas diubek-ubek dan warung jagung bakar_tempat terakhir yang aku rasa mungkin ketinggalan pun dijabanin. Tapi nihil.

Ketika balik, ke tempat dimana aku sadar kehilangan itu terjadi, aku berbagi susah dengan orang-orang yang aku temui. Mereka bantuin nyari. Dan ada yang lihat bahwa ada pemulung yang ambil sesuatu dari tanah becek dan dimasukkan ke peti rahasianya. Akhirnya, si pemulung dijabanin, dan yup, bener ternyata hp itu memang terjatuh ke tanah yang becek, sehingga tidak menimbulkan bunyi, dan insting “pengumpul” si pemulung langsung aja memungutnya. Akhirnya hp butut itu, beralih lagi ke tanganku, dan seorang temen, meminta aku untuk kasih “sekedar tanda terima kasih” ke si pemulung. Walau masih belum nangkap untuk apa, aku kasih aja. Yang penting hpku selamat dan kembali.

Berhubung baru saja jatuh ke lumpur, hp itu harus melalui proses pembersihan yang cukup lama dan intens. Dan ketika sudah cukup bersih, dicoba nyalain dan berhasil..

Untuk hal yang kedua, aku hanya bisa tertawa karena hp butut ini sudah sangat sering hilang dan selalu berhasil ditemukan. Mungkin karena saking bututnya jadi orang-orang jadi males juga ngurusinnya.jadi walau ditemukan ya dibiarin aja. Kalau ditemukan pemulung memang bedasiy kasusnya,hehehe...

Sedikit tentang kehilangan

Hilang, kalau boleh mengartikannya sendiri, itu kan situasi di saat sesuatu milik kita berpindah tempat (ke orang lain, atau memang ke tempat lain). Banyak ungkapan yang menyelubungi perihal hilang atau kehilangan ini.
“ kalau lu kehilangan sesuatu, itu artinya lu kurang amal. Jadinya sesuatu yang harusnya lu keluarin untuk amal, diambil paksa dari lu (walau pun terkadang pembandingnya ga seimbang)’.

“ kalau lu kehilangan sesuatu, itu artinya memang bukan rezeki lu aja barang yan g hilang itu”

“ kalau lu kehilangan sesuatu, itu adalah peringatan agar lu lebih berhati-hati”.

Atau,

“ kalau lu kehilangan sesuatu, ya itu karena lu ga hati-hati aja jaga barang-barang lu..”

Dan ketika misalnya barang yang lu kira hilang ternyata tidak hilang, ada lagi ungkapannya.

“ lu siy pikun, lupa narok barangnya dimana”.

“ syukurlah”

“itu tandanya masih milik. Makanya balik lagi”.

Untuk yang terakhir ini, seperti yang membenarkan bahwa kepemilikan, kepunyaan akan sesuatu itu ada jangka watunya. Ya contohnya umur.
“ kalau lu masih punya umur, ya lu tetap hidup. Kalau udah habis masanya, ya lu mati’.

Lalu ketika sudah kehilangan atau ketika sudah menemukan kembali yang dikira hilang itu lalu bagaimana?

“pasrah”
‘di kemudian hari lebih berhati-hati’
‘beli lagi’
Bla bla bla bla....

Tapi yang penting sebenarnya, jangan panik, jadikan sebagai momen reflektif, atas kehilangan atau hidup yang belum hilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar