yipppppppiiii akhirnya tulisanku yang pertama untuk koran di muat! baru satu kali ini ngirim dan langsung dimuat! walau ada kepikiran mungkin karena mereka emang lagi tak ada tulisan yang akan dimuat atau memang isu nya menarik.
tulisan itu berjudul " impor terus, petani tergerus'. ini ditulis dalam rangka menyambut hari pangan sedunia pada 16 Oktober lalu.
Proses pengerjaan tulisan ini sangat cepat menurutku. karena tidak lebih dari 2 jam, aku sudah menyelesaikan tulisan dan langsung mengirimkannya. jadi berpikir, apakah harus terburu-buru dulu baru jadi yang "bagus"? hehehe Entahlah..
dan dari mbak dinda bilang bahwa it uartinya dah naik kelas ke peneliti, jadi selama ini apa yaa?hehehhe
but so proud of itu!!
ranah dimaknai sebagai tempat asal bertumbuh dan menetap selamanya kata kata dari pikiran dari hati dan terkadang tidak dari dua duanya hanya dari jarijari dan sekonyong terbit disini
Tampilkan postingan dengan label ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ini. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Oktober 2011
Rabu, 14 September 2011
mudik lebaran 2011
Alhamdulillah..akhirnya aku mudik juga ke bukittingi kota kelahiranku. setelah dua tahun tak pulang. dan yang kurasakan adalah bahagia, bahagia dan bahagia...
sempat terpikir olehku penolakan dari keluarga, namun tak terjadi. mereka sangat hangat dan aku tau mengapa hidup ini pernah begitu kasar padaku, adalah karena aku mengingkari bahwa kasih keluargaku tak berbatas, selalu ada maaf dan menyayangiku sepenuh jiwa mereka.
ritual lebaran seperti bertandang ke rumah saudara dan sebagainya, kami lakoni.
Rayez sangat senang di kampung. karena banyak teman, bisa main sepuas hatinya dan kurasa mungkin juga adalah karena dia merasa aman di sekitar keluarganya.
ada memang satu dua episode sedih, tapi ntah karena kebahagiaan yang begitu membuncah, aku tak hiraukan itu dan hilang begitu saja.
senang sekali mama yang beberapa waktu lalu katanya sakit, kini sudah sehat dan malah menemani kami ke pasar membeli sprei kami. thanks Ma
dan papa di hari terakhir sakit, yang kurasa juga adalah karena makan durian yang aku beli. namun ternyata (atau sebab lainnya) adalah karena bapak menginjak paku dan kakinya terluka dan luka itu kemudian terkena infeksi.
sekarang aku sudah kembali ke jakarta, bergulat lagi dengan rutinitas dan berharap sangqat segera punya kesempatan indah balik ke sana dan bertemu dan bercengkerama lagi dengan mereka.
ps. dulu aku sering memimpikan agar misalnya ketika ibu dan bapakku ke jakarta, aku bisa memuaskan mereka. membiayai semua keperluan mereka dan itu terjadi.
pernah juga, bahwa aku ingin ketika aku pulang, aku tidak merepotkan kelaurga tapi memabantu mereka karena aku punya uang yang cukup untuk diriku dan sedikit untuk mereka. ALHAMDULILLAH BANGET BANGET BEAUCOUP BEAUCOUP Y RABB :)
aku percaya set doaku yang lain juga akan kau kabulkan. pada waktunya memang terasa indah :)
sempat terpikir olehku penolakan dari keluarga, namun tak terjadi. mereka sangat hangat dan aku tau mengapa hidup ini pernah begitu kasar padaku, adalah karena aku mengingkari bahwa kasih keluargaku tak berbatas, selalu ada maaf dan menyayangiku sepenuh jiwa mereka.
ritual lebaran seperti bertandang ke rumah saudara dan sebagainya, kami lakoni.
Rayez sangat senang di kampung. karena banyak teman, bisa main sepuas hatinya dan kurasa mungkin juga adalah karena dia merasa aman di sekitar keluarganya.
ada memang satu dua episode sedih, tapi ntah karena kebahagiaan yang begitu membuncah, aku tak hiraukan itu dan hilang begitu saja.
senang sekali mama yang beberapa waktu lalu katanya sakit, kini sudah sehat dan malah menemani kami ke pasar membeli sprei kami. thanks Ma
dan papa di hari terakhir sakit, yang kurasa juga adalah karena makan durian yang aku beli. namun ternyata (atau sebab lainnya) adalah karena bapak menginjak paku dan kakinya terluka dan luka itu kemudian terkena infeksi.
sekarang aku sudah kembali ke jakarta, bergulat lagi dengan rutinitas dan berharap sangqat segera punya kesempatan indah balik ke sana dan bertemu dan bercengkerama lagi dengan mereka.
ps. dulu aku sering memimpikan agar misalnya ketika ibu dan bapakku ke jakarta, aku bisa memuaskan mereka. membiayai semua keperluan mereka dan itu terjadi.
pernah juga, bahwa aku ingin ketika aku pulang, aku tidak merepotkan kelaurga tapi memabantu mereka karena aku punya uang yang cukup untuk diriku dan sedikit untuk mereka. ALHAMDULILLAH BANGET BANGET BEAUCOUP BEAUCOUP Y RABB :)
aku percaya set doaku yang lain juga akan kau kabulkan. pada waktunya memang terasa indah :)
Kamis, 14 April 2011
tersalip rayez' thing :)

sebenarnya masih ada beberapa hal ayng ingin diselesaikan hari ini..dan direncanakan ada dua hal..namun kemudian, akhirnya yang terselaikan satu, yang adalah pr dari beberapa waktu yang lalu..yaitu memberi masukan untuk tor indeks pelayanan publik nya mas Hanta
sedangkan yang kedua, yaitu membuat tor tentang diskusi strategis ttg jakarta tepatnya tentang tataruang, belum kelar. sebenarnya ini sudah dimula ipengerjaannya dari semalam di bis. dah di baca beberapa naskah sekundernya dan sudah dicatat beberapa hal penting yang seharusnya masuk.
namun, akhirnya saya putuskan untuk menyelesaikan satu hal yang pertama dulu dengan pertimbangan bahwa yang itu adalah sudah lama aku janjikan ke orang orang.
dan untuk ayng jakarta, terus dimulai dalam artian masih belum selesai.
ada hal yang akhir akhir ini memang menyedot perhatian, yaitu gambar2 bagus yang ingin aku terapkan di ultahnya rayez.
jadinya itu sangat menyedot perhatian dan mengurangi fokus ke tugas membuat tor diskusi...
tapi masih ada waktu, sebelum hari senin yang nota bene adalah deadline nya..
gambatte owa
Minggu, 10 April 2011
norak bersama rayez
kemarin, tepatnya minggu tanggal 10 April, untuk pertama kalinya aku ikut arisan. aku kira, kalau arisan harus kumpul semua orang yang iku arisan, lalau ada acra makan-makan dulu, acara saling jual barang dll.
ternyata, type arisan di sekitar rumahku adalah, asalkan aungna sudah disetor ke "tukang tulis", peserta arisan tak ahrus datang..alhasil, dari tiga belas orang yang ikut arisan, yang daang hanya sekitar 5 orang
dan luvky me, yang sebelumna memang dah diharapkan banget, yaitu nama yang kelaur atau kertas kecvil ayng digulung kecil ang erpisah dari rombongannan adalah yang bertuliskan nama Rayez..
Alhamdulillah....
Dan sebenarnya, ada yang mau minta ganti..jadi maksudnya, kemenangan kami itu digantikan olehnya..tapi akrena ada barang yang memang kami ingin banget beli, yaitu TV, kami tidak mau..
dan dari pada uangnya kemana-mana dulu dan takut nantinya malah tidak jadi beli TV, akhirnya dengan meyakinkan diri, walau pun panas dan deg-degAN, aku dan rayez ke pondok gede boncengan dengan bu Nuning..
dan setelah ke empat toko akhrinya kami puuskan ke toko kedua dan beli tv merk LG, 21".
sebenarnya agak kesal ke pegawai tokonya, akrena kami beli antena dalam, eh salah satu komponen anterna tersebut tidak dimasukkan.. namun positifnya adalah mungkin mereka memang tidak tahu kalau barang itu tidak lengkap..
walau pun dengan insiden kecil itu, tidak mengurangi kegembiraan dan kenorakan kami..
dari pertama tv itu ada, kami norak bukan kepaalng..nonton terus..
Alhamdulillah..alhamdulillah..
ternyata, type arisan di sekitar rumahku adalah, asalkan aungna sudah disetor ke "tukang tulis", peserta arisan tak ahrus datang..alhasil, dari tiga belas orang yang ikut arisan, yang daang hanya sekitar 5 orang
dan luvky me, yang sebelumna memang dah diharapkan banget, yaitu nama yang kelaur atau kertas kecvil ayng digulung kecil ang erpisah dari rombongannan adalah yang bertuliskan nama Rayez..
Alhamdulillah....
Dan sebenarnya, ada yang mau minta ganti..jadi maksudnya, kemenangan kami itu digantikan olehnya..tapi akrena ada barang yang memang kami ingin banget beli, yaitu TV, kami tidak mau..
dan dari pada uangnya kemana-mana dulu dan takut nantinya malah tidak jadi beli TV, akhirnya dengan meyakinkan diri, walau pun panas dan deg-degAN, aku dan rayez ke pondok gede boncengan dengan bu Nuning..
dan setelah ke empat toko akhrinya kami puuskan ke toko kedua dan beli tv merk LG, 21".
sebenarnya agak kesal ke pegawai tokonya, akrena kami beli antena dalam, eh salah satu komponen anterna tersebut tidak dimasukkan.. namun positifnya adalah mungkin mereka memang tidak tahu kalau barang itu tidak lengkap..
walau pun dengan insiden kecil itu, tidak mengurangi kegembiraan dan kenorakan kami..
dari pertama tv itu ada, kami norak bukan kepaalng..nonton terus..
Alhamdulillah..alhamdulillah..
Jumat, 01 April 2011
Di mana langit dijunjung, di situ bumi dipijak!
pepatah "bumi dipijak, langit dijunjung", itu yang sekarang ada di pikiranku. kenapa? bukan karena apa yang terjadi pada diriku, tapi terlebih ke apa yang terjadi atau apa yang kulihat terjadi pada temanku.
facebook, semua orang setuju bahwa itu adalah sebuah penemuan terbesar abad ini. bisa bertemu dengan sahabat lamaaaa yang hilang, atau bisa menghasilkan rupiah sekian banyak nol-nya, dan lainnya.
nah di sana juga, aku sering lihat-lihat foto temen-temenku. aku jadi tahu, mereka kemaan, kira-kira ngelakuin apa, dengan siapa dan apa yang mereka pakai.
untuk yang terakhir, ini yang menjadi concern pada ceritaku kali ini. setelah bekerja, sekitar dua bulan ini, aku menyaksikan orang-orang yang sepertinya berlomba-lomba dengan gaya, penampilan dan tidak sepertinya tidak segan mengeluarkan uang banyak untuk sekedar memoles diri (dalam arti arfiah atau pun dari penampilan).
sebenarnya ini bukan hal baru. aku melihat apa yang dipakai temanku saat dengan ku dengna yang ia kenakan saat dengan temantemannya yang lain. denganku cenderung biasa banget n semua kata-katanya juga yang kayaknya "nngak.. nggak gw g merk minded"
tapi ketika kemudian yang aku lihat adalah, dia sangat merek minded ketika dengna temn temannya yang lain.
hal ini membuat ku berpikir, mungkin karena aku memang hanyalah biasa-biasa saja, dan baju bajuku hampir semua made-in Pasar Senen, jadi dy juga menyamakan denganku.
berbeda dengan teman temannya yang lain, yang bajunya bisa ratusan ribu, sepatunya dan sebagainya, jadi dia juga harus pakai baju yang segitu jugalah.
ditambah lagi, jika pergi dengan ku kan hanyalah ke perpus, atau ketemu setelah jam kantor. sedangkan dengan teman temannya memang nbiat pergi ke suatu tempat high-level, seperti Sency dll, jadi gayanya harus pas bukan saja dengan teman temannya tapi jgua dengan orang-orang yang kemungkinan besar juga akan berada di sana.
Ya mungkin itu. dalam hal ini " dimana langit dijunjung, disitu bumi dipijak", dapat poin POSITIF!
facebook, semua orang setuju bahwa itu adalah sebuah penemuan terbesar abad ini. bisa bertemu dengan sahabat lamaaaa yang hilang, atau bisa menghasilkan rupiah sekian banyak nol-nya, dan lainnya.
nah di sana juga, aku sering lihat-lihat foto temen-temenku. aku jadi tahu, mereka kemaan, kira-kira ngelakuin apa, dengan siapa dan apa yang mereka pakai.
untuk yang terakhir, ini yang menjadi concern pada ceritaku kali ini. setelah bekerja, sekitar dua bulan ini, aku menyaksikan orang-orang yang sepertinya berlomba-lomba dengan gaya, penampilan dan tidak sepertinya tidak segan mengeluarkan uang banyak untuk sekedar memoles diri (dalam arti arfiah atau pun dari penampilan).
sebenarnya ini bukan hal baru. aku melihat apa yang dipakai temanku saat dengan ku dengna yang ia kenakan saat dengan temantemannya yang lain. denganku cenderung biasa banget n semua kata-katanya juga yang kayaknya "nngak.. nggak gw g merk minded"
tapi ketika kemudian yang aku lihat adalah, dia sangat merek minded ketika dengna temn temannya yang lain.
hal ini membuat ku berpikir, mungkin karena aku memang hanyalah biasa-biasa saja, dan baju bajuku hampir semua made-in Pasar Senen, jadi dy juga menyamakan denganku.
berbeda dengan teman temannya yang lain, yang bajunya bisa ratusan ribu, sepatunya dan sebagainya, jadi dia juga harus pakai baju yang segitu jugalah.
ditambah lagi, jika pergi dengan ku kan hanyalah ke perpus, atau ketemu setelah jam kantor. sedangkan dengan teman temannya memang nbiat pergi ke suatu tempat high-level, seperti Sency dll, jadi gayanya harus pas bukan saja dengan teman temannya tapi jgua dengan orang-orang yang kemungkinan besar juga akan berada di sana.
Ya mungkin itu. dalam hal ini " dimana langit dijunjung, disitu bumi dipijak", dapat poin POSITIF!
Kamis, 03 Februari 2011
new lady in the gang:P
per 1 pebruari ini aku mula ibekerja di the indonesian institute. tadinya aku apply untuk posisi peneliti junior, tapi ternyata tak ada batasan junior dan senior disini. aku jadinya adalah "peneliti sosial". itu saja. tak ada junior senior yang ada hanyalah yang baru dan yang sudah lama.
Excited!
hari pertama: senang, karena semua peneliti yang sudah terlebih dahulu di sini, sepertinya sudah mengenali aku dan sudah langsung menyapa "hi Lola". dan sangat baik menyediakan diri mereka jika aku ada pertanyaan atau kesulitan dengan pekerjaan pekerjaanku.
hari pertama ini juga aku sudah diberi beberapa tugas, yang sebelumnya jarang yang aku seriusin, yaitu membuat tulisan, langsung dua dan profile. tulisan dua, tadinya diminta hanya dua halaman per tulisan tapi karena idenya banyak ya jadinya tiga halaman deh..(pembelaan dari aku yang belum bisa merampingkan tulisanku).
kemudian tentang profile. mmh semacam profil pengarang yang ada di belakang buku mereka itu lho. jadinya antara narsis dan gak pede gitu deh bikinnya. ada yang aku sembunyikan dan ada yang aku paksakan untuk memunculkannya. :V
terkait tulisan ada banyak sekali masukan. misalnya judul yang jangan kepanjangan, kalimat yang jangan kepanjangan, konkret pihak yang mau dituju, konkret rekomendasinya dll. ini menambah banget kapasitasku dalam hal tulis tulisan ini.
d iahri pertama ini juga ada acara seminar dua mingguan, isunya tentang pekerja migrant. senang sekali karena ini isu yg memang sudah familiar di telingaku dan juga karena banyak orang orang yang hanya kukenal nama tapi tak lihat rupa dan juga ketemua teman lain..
oleh mas endang aku juga diingatkan agar menulis dengan faka dan jangn common sense karena tii bukan organisasi gerakan ayng hajar dulu abru cari data kemudian, tapi adalah lembaga think tank yang harus memaparkan data dahulu baru kemudian analisa beserta argumen kuat dan data data data untuk mendukung argumennya itu.
enthusiasm!
hari kedua, walau diminta untuk membuat tulisan dan dalam tempo sesingkat singkatnya, ntah mengapa aku hanya merasakan semangat saja untuk mengerjakannya. tidak ada keluhan dari diriku. padahal biasanya kau bisa berhari hari untuk mengerjakan tulisan. maka untuk ini aku mendaptkan banyak pelajaran e.g: fokus dengan tujuan, dan just do it jangan nunggu nanti nanti!
hari ini dikenalkan denga big boss jeffrie geovanie, senang saja aku diperkenalkan ke berbagai orang. jadi nambah ped and seperti kata mnba dinda my little boss:) not 2 famous but i need it..and yes i need it! ini menambah semangat!
Excited!
hari pertama: senang, karena semua peneliti yang sudah terlebih dahulu di sini, sepertinya sudah mengenali aku dan sudah langsung menyapa "hi Lola". dan sangat baik menyediakan diri mereka jika aku ada pertanyaan atau kesulitan dengan pekerjaan pekerjaanku.
hari pertama ini juga aku sudah diberi beberapa tugas, yang sebelumnya jarang yang aku seriusin, yaitu membuat tulisan, langsung dua dan profile. tulisan dua, tadinya diminta hanya dua halaman per tulisan tapi karena idenya banyak ya jadinya tiga halaman deh..(pembelaan dari aku yang belum bisa merampingkan tulisanku).
kemudian tentang profile. mmh semacam profil pengarang yang ada di belakang buku mereka itu lho. jadinya antara narsis dan gak pede gitu deh bikinnya. ada yang aku sembunyikan dan ada yang aku paksakan untuk memunculkannya. :V
terkait tulisan ada banyak sekali masukan. misalnya judul yang jangan kepanjangan, kalimat yang jangan kepanjangan, konkret pihak yang mau dituju, konkret rekomendasinya dll. ini menambah banget kapasitasku dalam hal tulis tulisan ini.
d iahri pertama ini juga ada acara seminar dua mingguan, isunya tentang pekerja migrant. senang sekali karena ini isu yg memang sudah familiar di telingaku dan juga karena banyak orang orang yang hanya kukenal nama tapi tak lihat rupa dan juga ketemua teman lain..
oleh mas endang aku juga diingatkan agar menulis dengan faka dan jangn common sense karena tii bukan organisasi gerakan ayng hajar dulu abru cari data kemudian, tapi adalah lembaga think tank yang harus memaparkan data dahulu baru kemudian analisa beserta argumen kuat dan data data data untuk mendukung argumennya itu.
enthusiasm!
hari kedua, walau diminta untuk membuat tulisan dan dalam tempo sesingkat singkatnya, ntah mengapa aku hanya merasakan semangat saja untuk mengerjakannya. tidak ada keluhan dari diriku. padahal biasanya kau bisa berhari hari untuk mengerjakan tulisan. maka untuk ini aku mendaptkan banyak pelajaran e.g: fokus dengan tujuan, dan just do it jangan nunggu nanti nanti!
hari ini dikenalkan denga big boss jeffrie geovanie, senang saja aku diperkenalkan ke berbagai orang. jadi nambah ped and seperti kata mnba dinda my little boss:) not 2 famous but i need it..and yes i need it! ini menambah semangat!
Senin, 20 Desember 2010
improve my typing skill

menjadi notulen sudah hampir dua tahun ini intens aku lakukan.. ada yang masih terus memakai ku ada yang sudah mutusin kerjasama karena alasan ada yang mbajak rezekiku kesana dan ada juga karena aku hanya sepotong kirim laporan notulasinya..but, fee yang dari notulen itu lah yang membuat kami berlega nafas..untuk makan, beli susu rayez, bayar kontrakan, bayar rayes's nanny dll
awalnya aku agak susah mengetik cepat..selalu saja ada yang tertinggal..kemudian disiasati dengan adanya voice recorder..tapi kerjanya memang jadi dua kali.. dan parahnya sering untuk mendengarkan kembali rekaman itulah aku menghabiskan waktu lamaaa... dan impact juga adalah aku tidak berusaha cukup keras untuk menyimak semua pembicaraan saat jadi notulen, karena mengandalkan voice recorder tersebut..padahalkan harusnya aku perlakukan voice recorder itu hanya sebagai back up dan hakikatnya back up yan hanya kalau aku memang perlu banget dan ada yang harus di crosscheck.. karena sering aku jadinya ngerjain dari awal ketika mendengarkan rekaman dari voice recorder..lalu keberadaanku di saat acara apa? hanya untuk basa basi? padahal saat itu yang benar benar bekerja adalah voice recorder.. kalau begitu kenapa tidak titip voice recordernya saja.. dan mungkin akan bisa menghandle berbagai acara dengan cara begini. positifnya, aku dapat banyak kerjaan, tapi tidak ada isinya..dan otakku tak bertambah isinya karena mentranscript itu sangat teknis sekali..
lalu sampailah ketika ada kondisi aku makai voice recorder tapi karena yang ngomong tidak pake mike jadinya suara rekamanannnya tidak terlalu jelas. atau, ketika pakai voice recorder tiba tiba mati di jalan karena kehabisan baterai. dan parahnya adalah ketika voice recorderku rusak dan tidak ada juga panitia yang memamakai jasaku untuk notulen tidak punya voice recorder..
awalnya ku pikir, "matilah awak".. tapi, "kalau ada niat mah bisa" atau " selalu ada balasan baik untuk yg bekerja keras", kuotasi kuotasi yang AJibb.. dan terbukti!
ya karena hal itu, akhirnya aku milih tempat duduk dimana aku bisa mendengarkan jelas semua orang berbicara..dan sebisa mungkin mencatat. akhirnya aku memakai singkatan2 dll untuk bisa mencatat semuanya. kemudian semua materi, aku wajibkan ada di tasku dan akhrinya ketika aku mengedit, ramuan antara catatanku selama acara + materi ayng diberikan = hasil laporan notulasi yang cukup komprehensive menurutku..
walau pun itu bukan proceeding murni, tapi bisa menunjukkan alur proses acara. dan yang buat bagga jugaadalah aku jadi bisa menagkap inti dari pembicaraan, mengolahnya cepat di kepalaku dan merumuskannya dalam ketikan cepat..
intinya kemampuan menyimak dan menuliskan kembali apa yang aku simak, meningkat tajam..
semoga makin terasah...
Rabu, 17 November 2010
Ransel
Pada sebuah pelatihan untuk para Pedila (Perempuan yang dilacurkan) yang pernah aku ikuti, tepatnya pada sesi perkenalan, semua peserta diminta fasilitator untuk menyimbolkan dirinya pada sebuah barang. Ada satu yang menarik perhatianku. Seorang peserta menyimbolkan dirinya bagai sebuah tas. Kenapa? Karena menurutnya tas, itu bisa dibawa kemana-mana (begitu juga dia). Namun tas itu juga adalah sebuah aksesoris yang difungsikan untuk mempercantik penampilan dan membuat si pemakainya tambah PD, katanya. Dengan kata lain ia mau bilang bahwa, walau pun ia bisa dibawa kemana-mana, tapi ia tidak kosong makna. Ia mempercantik, membuat orang yang membawanya lebih menarik dan lebih PD.
Dari cerita seorang teman Pedila di atas, aku bisa tarik dua hal dari tas. Tentang sifat tas yang bisa (biasanya memang) dibawa kemana-mana dan satu lagi yaitu tentang fungsi tas, untuk mempercantik / membuat lebih menarik orang yang memakainya. Itu menurutnya. Menurutku?
Tas-tasku?
Tas. Bicara tentang tas, aku sudah mengenal barang ini sejak masih duduk di taman kanak-kanak seingatku. Saat itu apa yang ada di tasku, yang adalah ransel? Tentunya bawaan wajib anak-anak TK. Bekal makanan yang disediakan ibu, peralatan tulis yang hanya berupa seperangkat krayon dan selembar sapu tangan, buat ngelap ingus.
Namun, selain bawaan wajib itu, sering aku memasukkan barang-barang lain ke tasku. Misalnya, bunga indah ayng aku temui di jalan sewaktu berangkat sekolah, beberapa lembar kertas warna warni yang aku minta dari kakakku, jepitan rambut, atau terkadang batu-batu kecil yang ntah karena aku suka bentuknya atau karena ingin menggunakannya nanti untuk bermain di sekolah juga banyak terdapat di tasku. Alhasil semua benda “tak wajib” tersebut membuat tas ranselku bertambah berat. Sering karena berat beban tas itu, aku minta tolong kakak, ibu atau paman yang mengantar jemputku ke sekolah untuk membawakannya untukku. Maaf y semua?! :P
Perihal tas pertamaku itu, aku tidak ingat menggantinya saat aku TK tersebut. Jadi aku hanya punya satu tas waktu TK, yang alhasil jadi sangat buluk ketika aku masuk ke SD.
Saat sekolah di tingkat yang lebih atas, SD sampai SMA, yang aku ingat adalah aku selalu memilih tas ransel. Dan kebiasaan waktu TK ternyata terus terbawa. Aku tidak hanya mengisi tasku dengan barang-barang wajib anak sekolah, tapi selalu saja ada barang-barang “penyusup” yang aku bawa di tasku. Ntah itu buku cerita, koleksi kertas warna warni bergambar lucu dan berbau wangi, atau pun buku pelajaran yang bukan harinya, ngumpet di tas ranselku. Alhasil tasku besar dan berat banget. Aku tak tahu apakah karena faktor itu, aku jadinya agak bungkuk dan tidak tinggi-tinggi (hahaha..ini adalah pembelaan atas kondisi fisikku yang mungil :p).
Terhadap kondisi tasku yang seperti itu, di tingkat keluarga, aku sering diwanti-wanti untuk mengurangi beban tasku. Bawa yang perlu aja, kata mereka. Tapi karena menurutku semuanya perlu, jadi tetap saja tasku mengembung dan mereka hanya bisa geleng kepala dan berlalu.
Teman-temanku juga kerap mempertanyakannya. Tapi yaa jawabanku sama. Semua barang di dalam tasku, yang wajib dan tidak wajib ada di tas seorang siswa, menurutku penting dan harus ada di tasku dan harus aku bawa.
Masa kuliah. Tetap pilihanku adalah ransel. Namun yang berbeda sekarang adalah jenis penghuni “ilegal” tasku. Selain diktat-diktat kuliah dan alat-alat tulisnya yang jadi penghuni ranselku, di sana juga akan ditemui buku organizer, yang tidak hanya aku gunakan untuk catat jadwal kuliah, tapi juga menjadi tempat koleksi kata-kata mutiara yang aku kumpulkan ntah dari majalah, buku atau internet bahkan lirik lagu yang aku dengar. Alhasil organizerku jadi tebal dan berat tentunya.
Selain itu, juga akan teronggok sebuah jaket atau sweater, buku-buku novel atau majalah (yang biasanya jumlahnya lebih dari dua buah) dan cemilan. Piuhh..dan memang perjuangan yang lumayan memikul ransel itu dari kosanku ke kampus, dari kampus ke mall, dari mall ke perpustakaan, atau dari kosan ke tempat yang belum ku kenal. Tak pernah ada niat untuk menguranginya. Alhasil setiap orang yang berpapasan denganku di jalan, sering nyeletuk “ Mau mudik neng?.” Biasanya tidak pernah aku tanggapin.
Sekarang? Saat sudah kerja dan tidak kuliah lagi, aku tetap menjatuhkan pilihan ke ransel. Karena memang tuntutan pekerjaan. Aku harus terus mobile, dari satu tempat ke tempat lainnya, dan membaw banyak cadangan materi kerjaan, laptop, cadangan baju terkadang dan makanan. Tentunya pilihannya kembali jatuh ke tas berbentuk ransel.
Sikapku terhadap tasku?
Dari TK sampai kuliah, yang aku ingat adalah aku setia dengan tas ranselku. Jarang yang aku punya dua ata tiga ransel dalam satu waktu. Pernah, saking sayangnya dengan salah satu ranselku waktu kuliah, yang aku lakukan bukan membeli yang baru, tapi malah memberi peniti. Baru ketika bolongnya sudah sangat lebar, baru beli yang baru.
Aku juga tidak suka kalau ada orang yang seenaknya membuka tasku apalagi mengacak-ngacak isinya. Walau pun itu orang yang sangat dekat denganku. Tas bagiku adalah salah satu barang privat, seperti hp misalnya, yang tentunya hanya aku yang berhak “mengoperasikannya”. Hanya aku yang berhak tahu apa isinya, bagaaimana posisi barang-barang di dalamnya; rapi teratur atau kacau berantakankah, Cuma aku yang berhak tahu. Cuma aku juga yang punya hak untuk membukanya dan mengetahui “harta karun” di dalamnya. Sampai sekarang masih seperti ini. Aku punya satu tas ransel, yang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk muat segala peralatan dan cukup kokoh. Itu andalanku sekarang.
Fungsi tas menurutku?
Jika di awal, aku memperlihatkan salah satu fungsi tas bagi temenku, yaitu untuk aksesoris. Tapi bagiku tidak begitu fungsi tas.
Tas, aku gunakan untuk membawa semua peralatan yang sekiranya aku butuhkan selama aku beraktivitas. Aku tidak peduli apakah itu akn membuat penampilan jadi makin menarik atau apa. karena bukan itu toch tujuanku.
Sering tasku yang sudah kumal dan bahkan robek, bukanlah sesuatu yang bisa menambah menarik penampilan menurutku. tapi itu tidak masalah, karena aku juga bukanlah orang yang begitu peduli dengan pendapat orang lain. Selama aku tidak mengganggu mereka, apa masalahnya?
Kenapa tidak tas jenis lain?
Dari tadi, kalau disimak, jika aku menulis tas maka itu yang dimaksud adalah ransel. Ya. Hampir semua tas yang pernah aku miliki dari TK mpe sekarang, semuanya berjenis ransel. Walau pun ada yang bukan tapi jarang sekali dipakai dan tidak dipakai pada saat “prime time”.
Ransel, yang teknis pemakaiannya adalah seperti menggendong seseorang, membuatku nyaman, dan sreg aja begitu “menggendong”nya. Aku berasa, jika ia ada di tempatnya (di punggung), dengan kedua “lenggan”nya merangkul lenganku, itu akan aman. Nyaman. Dan walaupun terkadang aku “menggendongnya” di depan tubuhku, rasa aman dan nyaman memakainya tetap ada.
Aku bukannya tidak suka dengan jenis tas lain. Aku suka, tapi aku ngerasa kurang pas aja untukku. Misalnya tas selempang. Ketika memakai tas jenis ini, aku merasa tetap kurang nyaman. Karena hanya satu bagian tas (talinya) yang nempel di pundakku dan bagian lainnya (badan tas) sering ada di pinggul samping atau di depan tubuhku. Menurutku itu tidak nyaman dan merasa nggak “kokoh” aja posisi tasnya.
Kemudian tas “cewek” cangklok. Pernah aku coba pakai tas berukuran kecil ini. Aku bingung sendiri ketika memasukkan barang-barangku ke dalamnya. Alamak Cuma muat untuk satu hp dan dompet kecil yang tongpes. Bagaimana dengan barang-barangku yang bejibun? Jangankan untuk memasukkan barang-barang “ilegal”, barang ‘legal’ yang kudunya harus ada di tasku aja tidak muat. Wah emang bukan pilihan niy..
Ransel itu apasih? Searching internet
Ada hubungan pilihan jenis tas dengan kepribadianku kah?
Masa depan tas di tanganku?
Dari cerita seorang teman Pedila di atas, aku bisa tarik dua hal dari tas. Tentang sifat tas yang bisa (biasanya memang) dibawa kemana-mana dan satu lagi yaitu tentang fungsi tas, untuk mempercantik / membuat lebih menarik orang yang memakainya. Itu menurutnya. Menurutku?
Tas-tasku?
Tas. Bicara tentang tas, aku sudah mengenal barang ini sejak masih duduk di taman kanak-kanak seingatku. Saat itu apa yang ada di tasku, yang adalah ransel? Tentunya bawaan wajib anak-anak TK. Bekal makanan yang disediakan ibu, peralatan tulis yang hanya berupa seperangkat krayon dan selembar sapu tangan, buat ngelap ingus.
Namun, selain bawaan wajib itu, sering aku memasukkan barang-barang lain ke tasku. Misalnya, bunga indah ayng aku temui di jalan sewaktu berangkat sekolah, beberapa lembar kertas warna warni yang aku minta dari kakakku, jepitan rambut, atau terkadang batu-batu kecil yang ntah karena aku suka bentuknya atau karena ingin menggunakannya nanti untuk bermain di sekolah juga banyak terdapat di tasku. Alhasil semua benda “tak wajib” tersebut membuat tas ranselku bertambah berat. Sering karena berat beban tas itu, aku minta tolong kakak, ibu atau paman yang mengantar jemputku ke sekolah untuk membawakannya untukku. Maaf y semua?! :P
Perihal tas pertamaku itu, aku tidak ingat menggantinya saat aku TK tersebut. Jadi aku hanya punya satu tas waktu TK, yang alhasil jadi sangat buluk ketika aku masuk ke SD.
Saat sekolah di tingkat yang lebih atas, SD sampai SMA, yang aku ingat adalah aku selalu memilih tas ransel. Dan kebiasaan waktu TK ternyata terus terbawa. Aku tidak hanya mengisi tasku dengan barang-barang wajib anak sekolah, tapi selalu saja ada barang-barang “penyusup” yang aku bawa di tasku. Ntah itu buku cerita, koleksi kertas warna warni bergambar lucu dan berbau wangi, atau pun buku pelajaran yang bukan harinya, ngumpet di tas ranselku. Alhasil tasku besar dan berat banget. Aku tak tahu apakah karena faktor itu, aku jadinya agak bungkuk dan tidak tinggi-tinggi (hahaha..ini adalah pembelaan atas kondisi fisikku yang mungil :p).
Terhadap kondisi tasku yang seperti itu, di tingkat keluarga, aku sering diwanti-wanti untuk mengurangi beban tasku. Bawa yang perlu aja, kata mereka. Tapi karena menurutku semuanya perlu, jadi tetap saja tasku mengembung dan mereka hanya bisa geleng kepala dan berlalu.
Teman-temanku juga kerap mempertanyakannya. Tapi yaa jawabanku sama. Semua barang di dalam tasku, yang wajib dan tidak wajib ada di tas seorang siswa, menurutku penting dan harus ada di tasku dan harus aku bawa.
Masa kuliah. Tetap pilihanku adalah ransel. Namun yang berbeda sekarang adalah jenis penghuni “ilegal” tasku. Selain diktat-diktat kuliah dan alat-alat tulisnya yang jadi penghuni ranselku, di sana juga akan ditemui buku organizer, yang tidak hanya aku gunakan untuk catat jadwal kuliah, tapi juga menjadi tempat koleksi kata-kata mutiara yang aku kumpulkan ntah dari majalah, buku atau internet bahkan lirik lagu yang aku dengar. Alhasil organizerku jadi tebal dan berat tentunya.
Selain itu, juga akan teronggok sebuah jaket atau sweater, buku-buku novel atau majalah (yang biasanya jumlahnya lebih dari dua buah) dan cemilan. Piuhh..dan memang perjuangan yang lumayan memikul ransel itu dari kosanku ke kampus, dari kampus ke mall, dari mall ke perpustakaan, atau dari kosan ke tempat yang belum ku kenal. Tak pernah ada niat untuk menguranginya. Alhasil setiap orang yang berpapasan denganku di jalan, sering nyeletuk “ Mau mudik neng?.” Biasanya tidak pernah aku tanggapin.
Sekarang? Saat sudah kerja dan tidak kuliah lagi, aku tetap menjatuhkan pilihan ke ransel. Karena memang tuntutan pekerjaan. Aku harus terus mobile, dari satu tempat ke tempat lainnya, dan membaw banyak cadangan materi kerjaan, laptop, cadangan baju terkadang dan makanan. Tentunya pilihannya kembali jatuh ke tas berbentuk ransel.
Sikapku terhadap tasku?
Dari TK sampai kuliah, yang aku ingat adalah aku setia dengan tas ranselku. Jarang yang aku punya dua ata tiga ransel dalam satu waktu. Pernah, saking sayangnya dengan salah satu ranselku waktu kuliah, yang aku lakukan bukan membeli yang baru, tapi malah memberi peniti. Baru ketika bolongnya sudah sangat lebar, baru beli yang baru.
Aku juga tidak suka kalau ada orang yang seenaknya membuka tasku apalagi mengacak-ngacak isinya. Walau pun itu orang yang sangat dekat denganku. Tas bagiku adalah salah satu barang privat, seperti hp misalnya, yang tentunya hanya aku yang berhak “mengoperasikannya”. Hanya aku yang berhak tahu apa isinya, bagaaimana posisi barang-barang di dalamnya; rapi teratur atau kacau berantakankah, Cuma aku yang berhak tahu. Cuma aku juga yang punya hak untuk membukanya dan mengetahui “harta karun” di dalamnya. Sampai sekarang masih seperti ini. Aku punya satu tas ransel, yang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk muat segala peralatan dan cukup kokoh. Itu andalanku sekarang.
Fungsi tas menurutku?
Jika di awal, aku memperlihatkan salah satu fungsi tas bagi temenku, yaitu untuk aksesoris. Tapi bagiku tidak begitu fungsi tas.
Tas, aku gunakan untuk membawa semua peralatan yang sekiranya aku butuhkan selama aku beraktivitas. Aku tidak peduli apakah itu akn membuat penampilan jadi makin menarik atau apa. karena bukan itu toch tujuanku.
Sering tasku yang sudah kumal dan bahkan robek, bukanlah sesuatu yang bisa menambah menarik penampilan menurutku. tapi itu tidak masalah, karena aku juga bukanlah orang yang begitu peduli dengan pendapat orang lain. Selama aku tidak mengganggu mereka, apa masalahnya?
Kenapa tidak tas jenis lain?
Dari tadi, kalau disimak, jika aku menulis tas maka itu yang dimaksud adalah ransel. Ya. Hampir semua tas yang pernah aku miliki dari TK mpe sekarang, semuanya berjenis ransel. Walau pun ada yang bukan tapi jarang sekali dipakai dan tidak dipakai pada saat “prime time”.
Ransel, yang teknis pemakaiannya adalah seperti menggendong seseorang, membuatku nyaman, dan sreg aja begitu “menggendong”nya. Aku berasa, jika ia ada di tempatnya (di punggung), dengan kedua “lenggan”nya merangkul lenganku, itu akan aman. Nyaman. Dan walaupun terkadang aku “menggendongnya” di depan tubuhku, rasa aman dan nyaman memakainya tetap ada.
Aku bukannya tidak suka dengan jenis tas lain. Aku suka, tapi aku ngerasa kurang pas aja untukku. Misalnya tas selempang. Ketika memakai tas jenis ini, aku merasa tetap kurang nyaman. Karena hanya satu bagian tas (talinya) yang nempel di pundakku dan bagian lainnya (badan tas) sering ada di pinggul samping atau di depan tubuhku. Menurutku itu tidak nyaman dan merasa nggak “kokoh” aja posisi tasnya.
Kemudian tas “cewek” cangklok. Pernah aku coba pakai tas berukuran kecil ini. Aku bingung sendiri ketika memasukkan barang-barangku ke dalamnya. Alamak Cuma muat untuk satu hp dan dompet kecil yang tongpes. Bagaimana dengan barang-barangku yang bejibun? Jangankan untuk memasukkan barang-barang “ilegal”, barang ‘legal’ yang kudunya harus ada di tasku aja tidak muat. Wah emang bukan pilihan niy..
Ransel itu apasih? Searching internet
Ada hubungan pilihan jenis tas dengan kepribadianku kah?
Masa depan tas di tanganku?
dr kamu
3/13/09 at 2:53 AM
aku kirimkan sebuah pesan
pesan yang tak bisa di lihat
tapi bisa kamu rasa setiap senja datang menyapa
lewat angin aku kirimkanpeasan itu
kamu baca dengan hati..
setiap tulisan yang tertulis adalah bagian dari rasa yang aku punya
setiap titik dan koma adalah cinta
simpan pesanku di hatimu..
simpan rasa sayangku di hatimu
aku kirimkan sebuah pesan
pesan yang tak bisa di lihat
tapi bisa kamu rasa setiap senja datang menyapa
lewat angin aku kirimkanpeasan itu
kamu baca dengan hati..
setiap tulisan yang tertulis adalah bagian dari rasa yang aku punya
setiap titik dan koma adalah cinta
simpan pesanku di hatimu..
simpan rasa sayangku di hatimu
Senin, 18 Oktober 2010
let the sun shine on your face-
Wake up one morning you realize
Your life is one big compromise (compromise)
Stuck in the job you swore was only temporary (was only temporary)
Feel like the world is passing you by (do do do do do)
Never done all the things you would need to try
Stuck in one place, got a pain in your face from all your stressin’ out (all your stressin’ out)x2
You ask yourself there’s got to be more than what I’m living for (what I’m living for) x2
You ask yourself there’s got to be something else, something more, more, more
Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you
Feel like there’s nothing nowhere to go
You try and fight but you can’t let go
Roll the pain, got so much to gain
Now is the time
You ask yourself there’s got to be something else, something more, more, more
Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Find More lyrics at www.sweetslyrics.com
Let it shine on you, let it shine on you
You ask yourself there’s got to be more than what I’m living for (what I’m living for) x2
You ask yourself there’s got to be something else, something more, more, more
Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you
Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you
Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you
Your life is one big compromise (compromise)
Stuck in the job you swore was only temporary (was only temporary)
Feel like the world is passing you by (do do do do do)
Never done all the things you would need to try
Stuck in one place, got a pain in your face from all your stressin’ out (all your stressin’ out)x2
You ask yourself there’s got to be more than what I’m living for (what I’m living for) x2
You ask yourself there’s got to be something else, something more, more, more
Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you
Feel like there’s nothing nowhere to go
You try and fight but you can’t let go
Roll the pain, got so much to gain
Now is the time
You ask yourself there’s got to be something else, something more, more, more
Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Find More lyrics at www.sweetslyrics.com
Let it shine on you, let it shine on you
You ask yourself there’s got to be more than what I’m living for (what I’m living for) x2
You ask yourself there’s got to be something else, something more, more, more
Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you
Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you
Well let the sun shine on your face
And don’t let your life go to waste
Now is the time, got to make up your mind
Let it shine on you, let it shine on you
Selasa, 22 Juni 2010
own citations
Terlalu berat kaki melangkah, walau jarak nya begitu dekat
aku bukan pemenang, tapi aku adalah salah satu petarung handal pada pertarungan hidup ini
berat menerima kenyataan bahwa yang kita sayang, tidak lagi mau memberi sayangnya untuk kita. Namun yang paling berat adalah ketika hati kita di dalam gudang rasanya, sudah tidak lagi menyimpan rasa sayang. Untuk siapapun.
Berat untuk membuatmu percaya. Begitu juga aku. Namun, percayalah. Aku (masih) percaya padamu.
Tidak ada hal hebat yang aku lakukan. Tak pernah ada tepukan meriah untukku. Tak pernah kuterima paket reward atau bonus dari apa yang aku kerjakan. Namun, aku tak akan pernah berhenti untuk melaku hidup.
Aku adalah pejuang cinta dan cita pada satu waktu.
Aku mencium keningnya sembari mengucap jampi berjuta harapan.
Aku melangkahi hidup dengan nafas kasihnya.
Pun aku memeluk mesranya saat aku terluka oleh beribu penolakan nasib baik.
Kenapa dia tidak acuh? Simple saja. Karena baginya, hidup kami bukanlah hidupnya titik
beras kita tinggal seperempat gelas sayang, itu hanya cukup untuk satu kali makan jika kita mau dapat masing masing satu piring. Bisa dua kali makan kalau masing masing setengah piring dan bisa satu hari penuh jika satu jadwal makan kita lewatkan.
Tapi,tenang sayang. Cadangan cinta dan cita kita masih satu gudang yang ukurannya segunung merapi. Kita bisa menggigitnya sedikit demi sedikit jika kita ingin cemilan atau mengambilnya semangkok dan melahapnya berdua sampai kita tertidur kekenyangan oleh mereka.
Kita merepotkan yang tak seharusnya kita repotkan. Tapi dia yang selalu sudi untuk kita repotkan. Dia yang membuat sebagian atau malahan keseluruhan cemas kita sirna. Dia yang sudi repot pikiran dan raganya untuk kita. Dia melakukannya bukan untuk mengharap sesuatu dari kita. Tapi dia lakukan itu semua sembari berharap agar ia mau repot karena kita.
Hatiku sudah penuh dengan kenangan atas sentuhan, tatapan dan perbincangan kita yang melahirkan rasa. Jika pun engkau tidak ada, aku masih bisa menikmatinya dalam ruangan kenangan hatiku. Silahkan pergi menjauh.
Ya syukuri apa yang ada. Adanya kamu jatuh, tak apa apa. Kamu akan melihat hal hal di bawah sana ayng tak bisa kamu lihat saat kamu di atas. Tapi coba tengoklah juga ke atas, ke arah terik matahari. Tidak usah pakai sun block untuk melindungimu, gunakan saja mata tajammu untuk meihatnya sebagai terik penyambuk semangat untuk bangkit dan sebagai cahaya untuk bisa melihat lebih jelas arah melajumu ketika engkau bangkit.
“Melihat tawamu, mendengar senandungmu.” “Menatap indahnya senyuman di wajahmu.” Membuatku tetap menyukaimu. Sekali kusuka akan tetap kusuka kau. No matter what they say.
aku bukan pemenang, tapi aku adalah salah satu petarung handal pada pertarungan hidup ini
berat menerima kenyataan bahwa yang kita sayang, tidak lagi mau memberi sayangnya untuk kita. Namun yang paling berat adalah ketika hati kita di dalam gudang rasanya, sudah tidak lagi menyimpan rasa sayang. Untuk siapapun.
Berat untuk membuatmu percaya. Begitu juga aku. Namun, percayalah. Aku (masih) percaya padamu.
Tidak ada hal hebat yang aku lakukan. Tak pernah ada tepukan meriah untukku. Tak pernah kuterima paket reward atau bonus dari apa yang aku kerjakan. Namun, aku tak akan pernah berhenti untuk melaku hidup.
Aku adalah pejuang cinta dan cita pada satu waktu.
Aku mencium keningnya sembari mengucap jampi berjuta harapan.
Aku melangkahi hidup dengan nafas kasihnya.
Pun aku memeluk mesranya saat aku terluka oleh beribu penolakan nasib baik.
Kenapa dia tidak acuh? Simple saja. Karena baginya, hidup kami bukanlah hidupnya titik
beras kita tinggal seperempat gelas sayang, itu hanya cukup untuk satu kali makan jika kita mau dapat masing masing satu piring. Bisa dua kali makan kalau masing masing setengah piring dan bisa satu hari penuh jika satu jadwal makan kita lewatkan.
Tapi,tenang sayang. Cadangan cinta dan cita kita masih satu gudang yang ukurannya segunung merapi. Kita bisa menggigitnya sedikit demi sedikit jika kita ingin cemilan atau mengambilnya semangkok dan melahapnya berdua sampai kita tertidur kekenyangan oleh mereka.
Kita merepotkan yang tak seharusnya kita repotkan. Tapi dia yang selalu sudi untuk kita repotkan. Dia yang membuat sebagian atau malahan keseluruhan cemas kita sirna. Dia yang sudi repot pikiran dan raganya untuk kita. Dia melakukannya bukan untuk mengharap sesuatu dari kita. Tapi dia lakukan itu semua sembari berharap agar ia mau repot karena kita.
Hatiku sudah penuh dengan kenangan atas sentuhan, tatapan dan perbincangan kita yang melahirkan rasa. Jika pun engkau tidak ada, aku masih bisa menikmatinya dalam ruangan kenangan hatiku. Silahkan pergi menjauh.
Ya syukuri apa yang ada. Adanya kamu jatuh, tak apa apa. Kamu akan melihat hal hal di bawah sana ayng tak bisa kamu lihat saat kamu di atas. Tapi coba tengoklah juga ke atas, ke arah terik matahari. Tidak usah pakai sun block untuk melindungimu, gunakan saja mata tajammu untuk meihatnya sebagai terik penyambuk semangat untuk bangkit dan sebagai cahaya untuk bisa melihat lebih jelas arah melajumu ketika engkau bangkit.
“Melihat tawamu, mendengar senandungmu.” “Menatap indahnya senyuman di wajahmu.” Membuatku tetap menyukaimu. Sekali kusuka akan tetap kusuka kau. No matter what they say.
Senin, 14 Juni 2010
poems2
(4) Dia masih begitu angkuh
tak mau melunak sedikit
dia masih berkuasa
dia bentur benturkan hidupku sesukanya
dia izinkan aku bermimpin tapi dia luluh lantahkan kemudian
dia biarkan aku bangun istana harapan
kemudian kirimkan ombak untuk meratakannya
tapi jangan kau pikir aku kan menyerah
ku punya cukup daya untuk mengalahkan dan
takkan pernah takluk
cam kan itu
wahai hidup
(5)
aku berbuat baik bukan untuk menghindari hal tidak baik darimu
aku berbuat baik bukan untuk menghindari dosa
aku berbuat baik bukan agar kau juga berbaut baik padaku
aku berbuat baik karena aku harus berbuat baik kepadamu
tak mau melunak sedikit
dia masih berkuasa
dia bentur benturkan hidupku sesukanya
dia izinkan aku bermimpin tapi dia luluh lantahkan kemudian
dia biarkan aku bangun istana harapan
kemudian kirimkan ombak untuk meratakannya
tapi jangan kau pikir aku kan menyerah
ku punya cukup daya untuk mengalahkan dan
takkan pernah takluk
cam kan itu
wahai hidup
(5)
aku berbuat baik bukan untuk menghindari hal tidak baik darimu
aku berbuat baik bukan untuk menghindari dosa
aku berbuat baik bukan agar kau juga berbaut baik padaku
aku berbuat baik karena aku harus berbuat baik kepadamu
“Itu apa?”
rayez datang digendong mbak satu harinya masuk ke rumah dan langsung ke dalam kamar. Dia tak pakai baju tapi sudah pakai celana. Sementara pengasuhnya memilih baju dalam lemari, rayez yang mukannya sudah putih belepotan bedak tebal yang tidak rata menghampiri ku yang sedang buru buru menutup semua file untuk meraihnya dan bermain dengannya.
Namun belum selesai tugasku menutup semua file, satu tangannya sudah meraih laptop dan sambil memiringkan kepalanya, “itu apa? “ meluncur cepat, agak keras dan jernih sekali. Sehingga telingaku dan mbak satu harinya juga menagkap hal yang sama sebagai pertanda bahwa rayez memang mengucap “Itu apa?”.
WOW. Sebuah kemajuan luar biasa dalam ujarannya. Sampai tadi pagi aku bertemu dia, dia baru mengucap suku kata akhir dari sebuah kata. Misalnya “dah untuk sudah”, yes untuk rayez”, “tu untuk itu”, “mu untuk mau”. “nda untuk bunda”.
Walau memang ada kata yang sudah bisa sejak lama seperti “mama” dan bapak”. Tapi menyambung kata, dua kata, dan didukung dengan ekspresi dan mendekati sesuatu yang jadi maksud perkataannya, itu LUAR BIASA buatku. Dan ini Amazing. Kok dia tahu ya, kalau ia harus mengucapkan itu? Kok dia tahu kalau dia mau ini, atau mau tau itu, beginilah susunan kata dan intonasi yang harus diucapkan. Dia mampu memilih secara tepat dari bagasi katakatanya dan mengutarakannya.
Satu hal lagi, susunan “itu apa?” yang merupakan pertanyaan menambah lagi kekagumanku. Bertanya, menunjukkan banyak hal menurutku. Menunjukkan kerendahan hati, menunjukkan keingintahuan, menunjukkan keinginan untuk berkomunikasi (karena kalau itu hanya frase semisal”itu laptop”, ada kemungkinan orang tidak akan menanggapi)/ untuk bergaul, dll dll.
Ekspresi mata gedenya yang langsung menatap layar laptop saat ia berhasil menggapainya, sangat hidup, dihidupkan oleh keingintahuan.
Tanya semua yang kamu mau tau cinta..tanya semua. Kalau bunda tak tau jawabannya akan bunda carikan. Atau kita cari bersama.
Tanya semua yang kamu mau cinta. Penuhi dirimu dengan brtumpuk tumpuk pertanyaan. Pertanyaan untuk dunia. Dan jangan pernah menutupi diri atau pikiranmu akan semua kemungkinan jawaban yang akan kamu dapati cinta.
Bertanya, berbicara adalah cara mengenal dunia dan diri mu,cintaku.-”RAYEZ KINDA APRILIADI”.
Rabu, 09 Juni 2010
iri
Iri
kenapa kita tidak boleh iri?
Kenapa iri dicap sebagai perbuatan dosa?
Apakah ada orang yang tidak pernah iri selama hidupnya?
Apakah aku yang sering iri adalah satu satunya di muka bumi ini?
Apakah benar iri itu tanda tak mampu?
Kalau iri dimaksudkan untuk menjadi cambuk, apakah terdengar tidak masuk akal dan malahan terdengar hanya alasan yang dicari cari?
Pasti ada maksudNya untuk meramu hingga tercipta rasa yang bernaam iri ini. Tapi apa?
Atau pertanyaanku kuubah sedikit..
apa hal negatif yang akan tercipata pada diriku jika aku iri?
Atau kah tidak ada sebenarnya?
Atau malah yang muncul hal positif atau setidaknya aku melihatnya secara positif?
Ok, kamu masih menganggapnya terlalu mengada ngada dan dicari cari saja alasannya.
Lalu apa esesnsi buruk,, negatif, mudoratnya iri ini sehingga ia tidak boleh dirasa?
Sampai dosa jadi ganjarannya. Apa? Apa? Apa?
070610-jtbng
kenapa kita tidak boleh iri?
Kenapa iri dicap sebagai perbuatan dosa?
Apakah ada orang yang tidak pernah iri selama hidupnya?
Apakah aku yang sering iri adalah satu satunya di muka bumi ini?
Apakah benar iri itu tanda tak mampu?
Kalau iri dimaksudkan untuk menjadi cambuk, apakah terdengar tidak masuk akal dan malahan terdengar hanya alasan yang dicari cari?
Pasti ada maksudNya untuk meramu hingga tercipta rasa yang bernaam iri ini. Tapi apa?
Atau pertanyaanku kuubah sedikit..
apa hal negatif yang akan tercipata pada diriku jika aku iri?
Atau kah tidak ada sebenarnya?
Atau malah yang muncul hal positif atau setidaknya aku melihatnya secara positif?
Ok, kamu masih menganggapnya terlalu mengada ngada dan dicari cari saja alasannya.
Lalu apa esesnsi buruk,, negatif, mudoratnya iri ini sehingga ia tidak boleh dirasa?
Sampai dosa jadi ganjarannya. Apa? Apa? Apa?
070610-jtbng
Senin, 31 Mei 2010
benar, tapi...
Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita
raga yang dulu kuizinkan kau untuk cium, sentuh dan rengkuhnya
tlah menolakmu
atau memilih untuk menolak ragamu
izin itu sudah dicabut ragaku
mungkin akan ada kaal kau dapatkan algi izin itu
atau izin itu akan berganti nama pemilik
atau tidak akan ada lagi izin itu
karena raga ini mengubur izin itu dalam, dalam dan teramat dalam
sampai sampai raga sendiri tak tahu lagi dimana
rag tak peduli dan tak berniat memburunya
Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita
Dan bahwa kau selalu di sini
di sini bersama ku
tidak hanya dekat di hatiku namun menyentuh kulitku
kau dalam tubuh lain
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasmemu
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasmeku
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasme kita
dia bukanlah buah percintaan kita
dia bukanlah bukti cinta kita
dia adalah dia
yang hadir lewat percintaan, lewat lenguhan kita
dia yang ketika melihat matanya, ada dirimu dan diriku
namun itu bukan mata kita, itu mata dia
tawa ayng ketika kita mendengarnya, akan melambungkan pikir kita
pada ribuan jam yang lalu saat kita nikmati tawa kita bersama
di tawa itu sepertinya ada tawa kita
ya sepertinya, tidak pernah sesungguhnya
yang sesungguhnya adalah itu tawa dia
tawanya dalam arungi hidupnya
jangan hanya karena kita merasa bahwa ada bagian kita padanya lalu
kita minta bagian juga padanya
bagian untuk dihormati, untuk disayang,untuk dipeluk dan dicium
tidak
biarkan dia yang memutuskan, bagian mana yang akan dia berikan pada kita
atau coba berlapang dada kalau kemudian dia tidak memberikan apa apa darinya untuk kita
dia punya kuasa atas diri, tubuh dan keputusannya sendiri
Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita
27052010-jatibening
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita
raga yang dulu kuizinkan kau untuk cium, sentuh dan rengkuhnya
tlah menolakmu
atau memilih untuk menolak ragamu
izin itu sudah dicabut ragaku
mungkin akan ada kaal kau dapatkan algi izin itu
atau izin itu akan berganti nama pemilik
atau tidak akan ada lagi izin itu
karena raga ini mengubur izin itu dalam, dalam dan teramat dalam
sampai sampai raga sendiri tak tahu lagi dimana
rag tak peduli dan tak berniat memburunya
Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita
Dan bahwa kau selalu di sini
di sini bersama ku
tidak hanya dekat di hatiku namun menyentuh kulitku
kau dalam tubuh lain
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasmemu
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasmeku
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasme kita
dia bukanlah buah percintaan kita
dia bukanlah bukti cinta kita
dia adalah dia
yang hadir lewat percintaan, lewat lenguhan kita
dia yang ketika melihat matanya, ada dirimu dan diriku
namun itu bukan mata kita, itu mata dia
tawa ayng ketika kita mendengarnya, akan melambungkan pikir kita
pada ribuan jam yang lalu saat kita nikmati tawa kita bersama
di tawa itu sepertinya ada tawa kita
ya sepertinya, tidak pernah sesungguhnya
yang sesungguhnya adalah itu tawa dia
tawanya dalam arungi hidupnya
jangan hanya karena kita merasa bahwa ada bagian kita padanya lalu
kita minta bagian juga padanya
bagian untuk dihormati, untuk disayang,untuk dipeluk dan dicium
tidak
biarkan dia yang memutuskan, bagian mana yang akan dia berikan pada kita
atau coba berlapang dada kalau kemudian dia tidak memberikan apa apa darinya untuk kita
dia punya kuasa atas diri, tubuh dan keputusannya sendiri
Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita
27052010-jatibening
rindu
Kerinduan laut akan garam
semakin dia teguk, semakin dia dahaga
seribu tiga ratus dua puluh satu setengah orang bilang
' kerinduan obatnya bertemu
beri tahu garam agar menjauh sejenak dari laut
beri tahu laut untuk membasuh diri dengan gula atau asam
ntuk pisah cukup sekejap
kemudian melaku rindu, selamanya
–
rindu ini semain membuncah
semakin membuncah, saat coba dihapus
senakin membuncah, saat bayangnya mendekat
membuncah, membuncah, membuncah
hingga sanggup memecah kepala
memecah hati namun tak mengoyaknya
memecah diri walau berkeping namun tegap melangkah
menuju rindu, menuntaskan semua kebuncahannya
sampai benar benar buncah
karena rindu ini sungguh tak terbendung ingin membuncah
membuncah, membuncah oooohhh membuncah
kan rindu pada esok
–
mengingat seperempat hitam bola matamu
mampu tuntaskan rinduku padamu
–
il me manques toujours!
26052010-jtb
semakin dia teguk, semakin dia dahaga
seribu tiga ratus dua puluh satu setengah orang bilang
' kerinduan obatnya bertemu
beri tahu garam agar menjauh sejenak dari laut
beri tahu laut untuk membasuh diri dengan gula atau asam
ntuk pisah cukup sekejap
kemudian melaku rindu, selamanya
–
rindu ini semain membuncah
semakin membuncah, saat coba dihapus
senakin membuncah, saat bayangnya mendekat
membuncah, membuncah, membuncah
hingga sanggup memecah kepala
memecah hati namun tak mengoyaknya
memecah diri walau berkeping namun tegap melangkah
menuju rindu, menuntaskan semua kebuncahannya
sampai benar benar buncah
karena rindu ini sungguh tak terbendung ingin membuncah
membuncah, membuncah oooohhh membuncah
kan rindu pada esok
–
mengingat seperempat hitam bola matamu
mampu tuntaskan rinduku padamu
–
il me manques toujours!
26052010-jtb
Minggu, 09 Mei 2010
cari pacar lagi gih
"cari pacar lagi gih". seorang teman berucap kalimat itu saat aku menikamti segelas es campur lezat. es campur yang tengah digenggaman dan di mulut juga mendadak berasa gado gado.
yaa.. untuk cari pacar lagi, bukan tak pernah singgah di kepalaku, cuma aku selalu melupakannya.
aku akan mencari pacar lagi jika:
" aku sudah punya kerjaan tetap, penghasilan tetap dan mencukupi buatku dan rayez dan kami juga bisa nabung"
mnegapa???
"kalau sekarang, aku takut, kriteria pertama dari pacar yang aku cari adalah: kaya, bisa mencukupi semua kebutuhan ku dan rayez".
kenaap tidak??
"aku akan bersyukur jika nanti setelah aku kaay aku mendaptkan seseorang yang kaay juga. dan kami akan bersama mengelola kekayaan kami. tapi sekarang, aku tidak mau, senyumku mengembang karena mendaapot limpahan darinya, tapi hatiku menjerit karena malu, bergantung pada orang.
aku memang tidak funky, tapi bukan gembel yang tidak punya kerja dan harga diri. bekerja, menghasilkan uang dan karya adalah caraku untuk membentuk diri.
ketika diriku telah terbentuk utuh, aku sangat yakin Dia akan mengirimkan seseorang yang bisa aku terima apa adanya.
yaa.. untuk cari pacar lagi, bukan tak pernah singgah di kepalaku, cuma aku selalu melupakannya.
aku akan mencari pacar lagi jika:
" aku sudah punya kerjaan tetap, penghasilan tetap dan mencukupi buatku dan rayez dan kami juga bisa nabung"
mnegapa???
"kalau sekarang, aku takut, kriteria pertama dari pacar yang aku cari adalah: kaya, bisa mencukupi semua kebutuhan ku dan rayez".
kenaap tidak??
"aku akan bersyukur jika nanti setelah aku kaay aku mendaptkan seseorang yang kaay juga. dan kami akan bersama mengelola kekayaan kami. tapi sekarang, aku tidak mau, senyumku mengembang karena mendaapot limpahan darinya, tapi hatiku menjerit karena malu, bergantung pada orang.
aku memang tidak funky, tapi bukan gembel yang tidak punya kerja dan harga diri. bekerja, menghasilkan uang dan karya adalah caraku untuk membentuk diri.
ketika diriku telah terbentuk utuh, aku sangat yakin Dia akan mengirimkan seseorang yang bisa aku terima apa adanya.
Selasa, 04 Mei 2010
nggak diaku
anda berdiskusi panjang lebar dengan seseorang. membuat pegal tangan mengetiknya atau berbusa mulut jadinya. terkesan dari pembicaraan itu adalah, rekan bicara anda setuju dengan anda dan mengesankan betapa ia mengagumi anda, atas ide briliant, atas komitmen atas isi kepala anda. tentunya wajar kalau anda merasa bangga toh dengan pujian itu,,?
namun, ketika waktu berlalau.anda sudah bergelut lagi dengan berbagai diskusi lain tema dengan mitra cerita n diskusi yang berbeda juga tentunya.
namun, once, anda lihat bahwa teman mitra anda ayng pertama mengutip atau paling tidak mengungkapkan hal yang sam yang anda ucapkan ke dia waktu diskusi diskusi anda dengannya, namun dia menyebut sumbernya BUKAN anda!
apa reaksi anda?
1. marah
"sial. itukan kata kata gua ke dia. kok dia malah bilang itu dari orang lain"
2" masih marah
" sial, itu kan kata kata gua. kok di nggak nyamtumin referensinya sih?"
3. sabar
"mungkin , dia memang berdiskusi untuk topik yang sama dengan begitu banyak orang dan anda bukan lah orang yang benenr2 cekokin hal itu ke dia. mun gkin karena dia mengganggap anda bukan sapa sapa. atau juga karena anda nggak ngejual kalo ditarok nama anda di publish sldi-nya dia".
4.
5.
etc
lalu apa yang diambil dari hal ini?
coba berpikir positif: " yang pentingkan kan kita dah ngasih sesuatu. dan niatkan ikhlas. dan semoga hasilnya berkah. itu saja"
pikiran negatif juga pengen eksis niy " lain kali aku tidak akan pernah mau diskusi lagi ama dia".
it's you who decide.
namun, ketika waktu berlalau.anda sudah bergelut lagi dengan berbagai diskusi lain tema dengan mitra cerita n diskusi yang berbeda juga tentunya.
namun, once, anda lihat bahwa teman mitra anda ayng pertama mengutip atau paling tidak mengungkapkan hal yang sam yang anda ucapkan ke dia waktu diskusi diskusi anda dengannya, namun dia menyebut sumbernya BUKAN anda!
apa reaksi anda?
1. marah
"sial. itukan kata kata gua ke dia. kok dia malah bilang itu dari orang lain"
2" masih marah
" sial, itu kan kata kata gua. kok di nggak nyamtumin referensinya sih?"
3. sabar
"mungkin , dia memang berdiskusi untuk topik yang sama dengan begitu banyak orang dan anda bukan lah orang yang benenr2 cekokin hal itu ke dia. mun gkin karena dia mengganggap anda bukan sapa sapa. atau juga karena anda nggak ngejual kalo ditarok nama anda di publish sldi-nya dia".
4.
5.
etc
lalu apa yang diambil dari hal ini?
coba berpikir positif: " yang pentingkan kan kita dah ngasih sesuatu. dan niatkan ikhlas. dan semoga hasilnya berkah. itu saja"
pikiran negatif juga pengen eksis niy " lain kali aku tidak akan pernah mau diskusi lagi ama dia".
it's you who decide.
Stay committed to your commitment
Wise man said ada dua jenis komitmen:
1. Komitmen yang hanya diucapkan tanpa dijalani.
Saam dengan kata tanpa arti, janji yang dilanggar dan sumpah yang nggak setia. Orang yang berkomitmen seperti ini jelas punya self image yang negative. Rapuh dan nggak bisa diandalkan.
2. The real commitment
Sebuah kepastian yang mencerminkan kehormatan pemiliknya.
Beberapa cara yang bisa diambil agr punya komitmen kayak gini:
a. Set the goal
A motivation create persistence n persistence gets the job done. Besar kecilnya tujuan bukan masalah selama yakin kalau kamu benar benar menginginkan hal itu. Yang penting, keep ur self focus by making it specific, keep it short.
b. Visualize it
Cari gambar yang merepresentasikan keinginan, kemudian tarok di rumah di tempat yang gampang dilihat.
c. Just do it
Ide sederhana yang diwujudkan, jauh lebih baik disbanding ide brilian yang mati karena nggak direalisasikan. Goethe “ whatever you can do or dream you can, do it!”
d. Supporting surroundings
Lingkungan sekitar berpengaruh besar pada kesuksesan komitmen seseorang. Let everybody know about your commitment dan minta mereka untuk mendukungnya. And, hindari lingkungan yang bertolak belakang dengan komitment.
e. Inspiring moments
Motivasi dan komitmen itu seperti tubuh kita juga. Tumbuh semakin besar jika diberi makanan. Motivasi bisa dating dari mana saja. baca biografi yang punya gol sama dan feature feature keren.
f. No excuse, no complaining
D. Schwartz “ the magic of thinking big” berbagai alasan mungkin memang ada tapi nggak dibuat oleh orang sukses. Exactly! Orang sukses tahu harga yang harus dibayar untuk mencapai sebuah tujuan dan nggak membuat buat alasan sebagai pembenaran kalau dia gagal atau menemui kesulitan. As a matter of fact, itulah arti sebenarnya sebuah komitmen.
g. Overcome obstacles
Komitmen juga berarti siap ambil resiko dan menghadapi segala jenis halangan. Henry Ford pernah bilang kalau hambatan adalah sesuatu ayng kita lihat saat kita mengalihakn pandangan dari tujuan. So, just stick to your goal when you have obstacles, then nothing else matter.
h. Finish what you start
Telur setengah matang sih enak dimakan. Kalau pekerjaan setengah jadi, apa gunanya? Kalau udah begini, what will you get except for the fact that you are not strong enough to fight for what you want? Komitmen juga berarti bertanggung jawab terhadap apa yang udah kamu mulai. Buktikan sama dunia that you are not a quitter.
Gogirl!30 / juli 2007
1. Komitmen yang hanya diucapkan tanpa dijalani.
Saam dengan kata tanpa arti, janji yang dilanggar dan sumpah yang nggak setia. Orang yang berkomitmen seperti ini jelas punya self image yang negative. Rapuh dan nggak bisa diandalkan.
2. The real commitment
Sebuah kepastian yang mencerminkan kehormatan pemiliknya.
Beberapa cara yang bisa diambil agr punya komitmen kayak gini:
a. Set the goal
A motivation create persistence n persistence gets the job done. Besar kecilnya tujuan bukan masalah selama yakin kalau kamu benar benar menginginkan hal itu. Yang penting, keep ur self focus by making it specific, keep it short.
b. Visualize it
Cari gambar yang merepresentasikan keinginan, kemudian tarok di rumah di tempat yang gampang dilihat.
c. Just do it
Ide sederhana yang diwujudkan, jauh lebih baik disbanding ide brilian yang mati karena nggak direalisasikan. Goethe “ whatever you can do or dream you can, do it!”
d. Supporting surroundings
Lingkungan sekitar berpengaruh besar pada kesuksesan komitmen seseorang. Let everybody know about your commitment dan minta mereka untuk mendukungnya. And, hindari lingkungan yang bertolak belakang dengan komitment.
e. Inspiring moments
Motivasi dan komitmen itu seperti tubuh kita juga. Tumbuh semakin besar jika diberi makanan. Motivasi bisa dating dari mana saja. baca biografi yang punya gol sama dan feature feature keren.
f. No excuse, no complaining
D. Schwartz “ the magic of thinking big” berbagai alasan mungkin memang ada tapi nggak dibuat oleh orang sukses. Exactly! Orang sukses tahu harga yang harus dibayar untuk mencapai sebuah tujuan dan nggak membuat buat alasan sebagai pembenaran kalau dia gagal atau menemui kesulitan. As a matter of fact, itulah arti sebenarnya sebuah komitmen.
g. Overcome obstacles
Komitmen juga berarti siap ambil resiko dan menghadapi segala jenis halangan. Henry Ford pernah bilang kalau hambatan adalah sesuatu ayng kita lihat saat kita mengalihakn pandangan dari tujuan. So, just stick to your goal when you have obstacles, then nothing else matter.
h. Finish what you start
Telur setengah matang sih enak dimakan. Kalau pekerjaan setengah jadi, apa gunanya? Kalau udah begini, what will you get except for the fact that you are not strong enough to fight for what you want? Komitmen juga berarti bertanggung jawab terhadap apa yang udah kamu mulai. Buktikan sama dunia that you are not a quitter.
Gogirl!30 / juli 2007
Langganan:
Komentar (Atom)