rayez datang digendong mbak satu harinya masuk ke rumah dan langsung ke dalam kamar. Dia tak pakai baju tapi sudah pakai celana. Sementara pengasuhnya memilih baju dalam lemari, rayez yang mukannya sudah putih belepotan bedak tebal yang tidak rata menghampiri ku yang sedang buru buru menutup semua file untuk meraihnya dan bermain dengannya.
Namun belum selesai tugasku menutup semua file, satu tangannya sudah meraih laptop dan sambil memiringkan kepalanya, “itu apa? “ meluncur cepat, agak keras dan jernih sekali. Sehingga telingaku dan mbak satu harinya juga menagkap hal yang sama sebagai pertanda bahwa rayez memang mengucap “Itu apa?”.
WOW. Sebuah kemajuan luar biasa dalam ujarannya. Sampai tadi pagi aku bertemu dia, dia baru mengucap suku kata akhir dari sebuah kata. Misalnya “dah untuk sudah”, yes untuk rayez”, “tu untuk itu”, “mu untuk mau”. “nda untuk bunda”.
Walau memang ada kata yang sudah bisa sejak lama seperti “mama” dan bapak”. Tapi menyambung kata, dua kata, dan didukung dengan ekspresi dan mendekati sesuatu yang jadi maksud perkataannya, itu LUAR BIASA buatku. Dan ini Amazing. Kok dia tahu ya, kalau ia harus mengucapkan itu? Kok dia tahu kalau dia mau ini, atau mau tau itu, beginilah susunan kata dan intonasi yang harus diucapkan. Dia mampu memilih secara tepat dari bagasi katakatanya dan mengutarakannya.
Satu hal lagi, susunan “itu apa?” yang merupakan pertanyaan menambah lagi kekagumanku. Bertanya, menunjukkan banyak hal menurutku. Menunjukkan kerendahan hati, menunjukkan keingintahuan, menunjukkan keinginan untuk berkomunikasi (karena kalau itu hanya frase semisal”itu laptop”, ada kemungkinan orang tidak akan menanggapi)/ untuk bergaul, dll dll.
Ekspresi mata gedenya yang langsung menatap layar laptop saat ia berhasil menggapainya, sangat hidup, dihidupkan oleh keingintahuan.
Tanya semua yang kamu mau tau cinta..tanya semua. Kalau bunda tak tau jawabannya akan bunda carikan. Atau kita cari bersama.
Tanya semua yang kamu mau cinta. Penuhi dirimu dengan brtumpuk tumpuk pertanyaan. Pertanyaan untuk dunia. Dan jangan pernah menutupi diri atau pikiranmu akan semua kemungkinan jawaban yang akan kamu dapati cinta.
Bertanya, berbicara adalah cara mengenal dunia dan diri mu,cintaku.-”RAYEZ KINDA APRILIADI”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar