Terlalu berat kaki melangkah, walau jarak nya begitu dekat
aku bukan pemenang, tapi aku adalah salah satu petarung handal pada pertarungan hidup ini
berat menerima kenyataan bahwa yang kita sayang, tidak lagi mau memberi sayangnya untuk kita. Namun yang paling berat adalah ketika hati kita di dalam gudang rasanya, sudah tidak lagi menyimpan rasa sayang. Untuk siapapun.
Berat untuk membuatmu percaya. Begitu juga aku. Namun, percayalah. Aku (masih) percaya padamu.
Tidak ada hal hebat yang aku lakukan. Tak pernah ada tepukan meriah untukku. Tak pernah kuterima paket reward atau bonus dari apa yang aku kerjakan. Namun, aku tak akan pernah berhenti untuk melaku hidup.
Aku adalah pejuang cinta dan cita pada satu waktu.
Aku mencium keningnya sembari mengucap jampi berjuta harapan.
Aku melangkahi hidup dengan nafas kasihnya.
Pun aku memeluk mesranya saat aku terluka oleh beribu penolakan nasib baik.
Kenapa dia tidak acuh? Simple saja. Karena baginya, hidup kami bukanlah hidupnya titik
beras kita tinggal seperempat gelas sayang, itu hanya cukup untuk satu kali makan jika kita mau dapat masing masing satu piring. Bisa dua kali makan kalau masing masing setengah piring dan bisa satu hari penuh jika satu jadwal makan kita lewatkan.
Tapi,tenang sayang. Cadangan cinta dan cita kita masih satu gudang yang ukurannya segunung merapi. Kita bisa menggigitnya sedikit demi sedikit jika kita ingin cemilan atau mengambilnya semangkok dan melahapnya berdua sampai kita tertidur kekenyangan oleh mereka.
Kita merepotkan yang tak seharusnya kita repotkan. Tapi dia yang selalu sudi untuk kita repotkan. Dia yang membuat sebagian atau malahan keseluruhan cemas kita sirna. Dia yang sudi repot pikiran dan raganya untuk kita. Dia melakukannya bukan untuk mengharap sesuatu dari kita. Tapi dia lakukan itu semua sembari berharap agar ia mau repot karena kita.
Hatiku sudah penuh dengan kenangan atas sentuhan, tatapan dan perbincangan kita yang melahirkan rasa. Jika pun engkau tidak ada, aku masih bisa menikmatinya dalam ruangan kenangan hatiku. Silahkan pergi menjauh.
Ya syukuri apa yang ada. Adanya kamu jatuh, tak apa apa. Kamu akan melihat hal hal di bawah sana ayng tak bisa kamu lihat saat kamu di atas. Tapi coba tengoklah juga ke atas, ke arah terik matahari. Tidak usah pakai sun block untuk melindungimu, gunakan saja mata tajammu untuk meihatnya sebagai terik penyambuk semangat untuk bangkit dan sebagai cahaya untuk bisa melihat lebih jelas arah melajumu ketika engkau bangkit.
“Melihat tawamu, mendengar senandungmu.” “Menatap indahnya senyuman di wajahmu.” Membuatku tetap menyukaimu. Sekali kusuka akan tetap kusuka kau. No matter what they say.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar