Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita
raga yang dulu kuizinkan kau untuk cium, sentuh dan rengkuhnya
tlah menolakmu
atau memilih untuk menolak ragamu
izin itu sudah dicabut ragaku
mungkin akan ada kaal kau dapatkan algi izin itu
atau izin itu akan berganti nama pemilik
atau tidak akan ada lagi izin itu
karena raga ini mengubur izin itu dalam, dalam dan teramat dalam
sampai sampai raga sendiri tak tahu lagi dimana
rag tak peduli dan tak berniat memburunya
Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita
Dan bahwa kau selalu di sini
di sini bersama ku
tidak hanya dekat di hatiku namun menyentuh kulitku
kau dalam tubuh lain
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasmemu
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasmeku
tubuh yang padanya mengalir darah, nafas dan erangan orgasme kita
dia bukanlah buah percintaan kita
dia bukanlah bukti cinta kita
dia adalah dia
yang hadir lewat percintaan, lewat lenguhan kita
dia yang ketika melihat matanya, ada dirimu dan diriku
namun itu bukan mata kita, itu mata dia
tawa ayng ketika kita mendengarnya, akan melambungkan pikir kita
pada ribuan jam yang lalu saat kita nikmati tawa kita bersama
di tawa itu sepertinya ada tawa kita
ya sepertinya, tidak pernah sesungguhnya
yang sesungguhnya adalah itu tawa dia
tawanya dalam arungi hidupnya
jangan hanya karena kita merasa bahwa ada bagian kita padanya lalu
kita minta bagian juga padanya
bagian untuk dihormati, untuk disayang,untuk dipeluk dan dicium
tidak
biarkan dia yang memutuskan, bagian mana yang akan dia berikan pada kita
atau coba berlapang dada kalau kemudian dia tidak memberikan apa apa darinya untuk kita
dia punya kuasa atas diri, tubuh dan keputusannya sendiri
Benar akan sangat jarang kau dapati senyumanku
benar akan sangat jarang kau dengar tawaku
benar tidak akan ada lagi ciuman hangat pun panas kita
benar tidak akan ada lagi sentuhan berujung desahan kita
27052010-jatibening
Tidak ada komentar:
Posting Komentar