Rabu, 20 Oktober 2010

Petualanganku di bank (Rayezs)

Tanggal 5 juli 2010
hari ini adalah hari pertamaku ke bank. Aku nemenin bunda ke bank transferin uang kontrakan. Kami ke atm mandiri dulu ambil uang kemudian baru ke bank bca. Harus tranfer lewat teller kata bunda, karena bunda g punya rekening bca. Sambil gendong aku bunda ngisi form pengiriman uang. Sepertinya, pak satpam melihat bunda kerepotan, akhirnya ia datang dan membantu bunda mengisi form itu. Setelah selesai, bunda kira bahwa tellernya di bawah, di lantai satu itu, ternyata ada di lantai dua. Dag dig dug bunda naik ke lantai dua sambil gendong aku. Kata bunda, kalau sendiri aja suka rada rada disorientasi apalagi kalau sambil gendong aku. Tapi Alhamdulillah berhasil.

Tapi sewaktu kami sampai di atas, antrian sudah panjang banget. Mau tak mau kami ngantri di urutan buncit namun selang beberapa detik saja kemudian ada lagi yang lebih buncit. Tapi aku tak betah. Aku lihat tangga ke lantai tiga dan segera saja aku meronta minta bunda lepaskan gendongannya. Aku kemudian menuju tangga tapi bunda keburu menangkapku. Aku kembali ke antrian. Aku tak tahan, akhirnya bunda ajak aku lihat semua gantungan dinding di ruangan itu. kami lihat semua gambar ayng ada di sana dan bunda membaccakannya untukku.

Mungkin karena bunda sudah capek, bunda mendudukkan aku ke tempat pengisian form dan memperbolehkan aku memainkan pulpun yang ada kabelmnya. Aku kira itu telepon dn alngsungsaja aku telepon dan bilang “bapak..alo..bapak..”. Lalu aku menemukan permainan seru yaitu menarik dan meletakkan pulpen tadi algi. Dan berulang rulang. Aku juga mencoret coret dinding tapi bunda ngelarang dan memberikan padaku notes. Awalnya aku menulis disana, tapi kemudian aku coret lalgi gambar dinding yang di depanku. Kemudain adadua orang yang mau menisi form. Awalnya bunda biarkan aku tetap duduk, tapi aku malah ikutan mengisi form orang itu dan dia sih diam aja tapi kayaknya marah tapi dipendam. Lalu bunda mengedongku.

Lalu perhatian kami beralih ke seorang aank kecil juga namun lebih tua dari ku beberapa tahun yang sedang memainkan tempat samaph. Ia membuka tutup tempat sampah itu dan kemudian menutupnya lagi begitu terus. Aku tertarik. Begitu dia sudah selesai dan pergi dengan bundanya, aku melakuakn hal yang sama dengan ayng dilakukannya. Bunda membiarkanku hanay bilang “hsti hati”. Tapi akrena ku terlalu bersemangat, tanganku sedikit kejepit tapi segera berhasil lolos. Bunda kahirnya bilang “ok, udah” dan menggendongku menjauh dari tempat sampah kertas itu. Ohya semua pengunjung bank yang sedang antri berdiri atau pun duduk sepertinya melihatku dan bunda. Tapi kami berdua cuek saja.

Lalu karena bunda ngeh bahwa aku nggak akan betah berdiri ngantri akhrinya Kami pergi dari satu tanaman ke tanaman yang lainnya di tempat itu. Tapi setiap aku tarik, kok daunnya nggak copot ya? Oh ternyata dari plastik. Kemudain giliran kami sudah mendekat, sekitar lima orang lagi di depan kami. Bunda pun memutuskan untuk kami masuk ke barisan. Tapi aku tidak mau karena di depan dan belakangku ada orang asing dan mereka semua melihatku. Aku risih, aku minta turun dan aku malahan melewati tali pembatas dan pergi ke jalur lain. Karena aku kecil aku bisa melewati kaki kaki orang dewasa, tapi bunda? Hahaah.. dia jadinya minta maaf ke semua orang dan mengejarku..
kemudian ketika sudah berhasil menangkapku, bunda menggendongku erat dan kami akhrinya ngnatri di bagian luar pita pembatas dan seorang ibu yang awalnya bunda berencana mempesilahkan ibu itu duluan, tapi akhirnya dia mempersilahkan bunda.

Karena aku nggak mau diam, bunda kesulitan mengambil form yang sudah disi dan uang. Dan juga ktp. Akhirnya bunda menarok aku dibawah sebentar dan kesempatan itu tidak aku lewatkan, begitu kakiku menginjak lantai, aku segera berlari dan bunda mengejarku dan meninggalkan teller. Setelah berhasil menangkapku lagi, bunda kembali ke teller dan menunggu petugasnya. Kata bunda, kok lama bangetya petugas ini. Mungkin karena aku terus meronta pengen turun.
Setelah selesai ada lagi tantangan, yaitu turun tangga. Bunda meluk aku erat banget dan kami turuni anak tangga satu per satu. Setelah sampai di bawah, bunda berseru Alhamdulillah. Tapi ternyata ada tantangan lagi. Pintu bank sudah ketutup setengah dan akhrinya kami harus menunduk untuk melewatinya dan bunda sambil menggendongku. Cukup susah tapi kami berhasil.

Tiba di luar, udara jadi sngat panas banget. Bunda lalu mencari pedagang cendol dan sambil nunggu antrian beli cendol, karena sangat haus bunda beli teh melati. Tapi bunda tentu cuma kebagian sedikit,akulah yang dapat paling banyak, setelah dapat cendol bagian kami, kami pulang. Rencananya mau naik angkot, tapi karena kecapekan banget kami akhirnya naik ojek. Dan sampai di rumah, bunda langsung buka es cendol, dan seperti nasib teh melati tadi, akulah yang dapat bagian paling banyak. Cendolnya, kuahnya dan juga esnya.. mmhmhmhm yummmmiiii.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar