(1) Apa itu patriarki?
Patriarki adalah Norma hidup bersama sebagai laki bini/ suami istri (monogami atau poligami) yang didukung unsur budaya dan diperkuat oleh semacam pemaksaan sosial secara sistematis (oleh negara/ tetua adat), sebagai satu-satunya penyelenggaraan kehidupan berkeluarga yang seharusnya, menempatkan ayah sebagai kepala atas keluarga/ keturunan & rumah tangganya, dan mendudukkan perempuan menurut kemam-puan reproduksi & posisinya dalam keluarga.
Dengan demikian, patriarki:
Membentuk dua kutub biologis sehingga à arti khusus bermuatan kekuasaan dilekatkan ke ‘jenis kelamin’
Menggunakan gender untuk menandai & membenarkan hubungan kekuasaan serta mendistribusikan keistimewaan dan beban
Mengatur kehidupan menurut hirarki yang bertumpu pada gender & ruang [kehidupan] yang terpilah menurut gender
Terlalu menyederhanakan keberagaman, kemenduaan/ keantaraan pengalaman manusia lewat penghakikatan, pemukulrataan dan penarikan garis tegas yang membagi manusia atas laki-laki & perempuan
Menetapkan norma dan peran sosial yang ketat, datar dan sempit terhadap jenis kelamin
Mendisiplinkan, menghukum dan membungkam pengalaman manusia yang tidak sesuai dengan ideologi/ pola pikir patriarki.
Hirarki patriarki
Laki-laki
pemimpin penyerang pelindung pencari nafkah
kuat tegas berdaya tahan kokoh strategis
mencintai/ bersenggama dengan perempuan secara biologis
Perempuan
Ibu rumah tangga; pembantu; pengikut; korban; tanggungan
Mengandung & membesarkan anak; lemah; cantik; patuh
mencintai/ bersenggama dengan laki-laki secara biologis
(2) Apa dampaknya terhadap diri kita sendiri dan kehidupan kita?
Efek terhadap perempuan:
Diperlakukan sebagai objek: tak punya kehendak/ tujuan sendiri (sebagai tanggungan, tambahan)
Sebagai barang dagangan: milik keluarga, suami, bangsa (objek seks, mahar/ upeti, iklan)
Sebagai alat/ sarana: untuk meraih sasaran lain/ yg lebih tinggi, misalnya kesejahteraan laki-laki/ suami, keluarga/ anak, masyarakat/ bangsa-negara (tenaga kerja tak dibayar)
Diidealkan/ dihujat: beban etika dan kemurnian budaya [dituntut menjaga kesucian, dituduh sebagai penyebab kejatuhan lelaki]
Ctt:
Pernah dengar pemerintah mau mmeperlakukan bahwa orang Indonesia (perempuan) yang nikah dengan asing, maksa orang asing harus beli kita dengan sejumlah uang? Di sini perempuan diperlakukan sebagai sebagai barang dagangan.
Kita sering salah ketika bilang, “hanya ibu rumah tangga” padahal sangat rumit kerjanya dan tidak dibayar. Hal ini terkait dengan efek perempuan “sebagai alat/ sarana” menjadi tenaga kerja yang tidak dibayar.
Efek terhadap laki:
Pria dinilai lebih penting daripada perempuan: pria adalah pemimpin, penyerang, pencari nafkah, pelindung
Pria diberi keistimewaan (kekuasaan untuk mengambil keputusan, kendali atas sumber daya materi, kewenangan untuk menggunakan kekerasan, kewenangan atas tubuh perempuan)
Patriarki membebani pria dengan peran gender yang datar dan sempit dan mengabaikan/ menyangkali kebutuhan emosi, jasmani dan rohani
Pria digunakan sebagai pasukan infanteri/ prajurit yang berperang dengan berjalan kaki/ pagar betis untuk mempertahankan sistem dominasi patriarki
Patriarki membuat diterimanya secara luas pandangan bahwa kekerasan, hirarki kekuasaan dan sikap agresif merupakan bagian dari kejantanan laki-laki sebagai makhluk heteroseks
Ctt:
Karena kontruksi masyarakat yang merekonstruksi itu dan ia yang diberi sekian banyak privilege maka ia ada kemungkinan akan juga mengalami diskriminatif bagi yang tidak bisa menjalaninya. ia jadinya terbebani, karena keburtuhan emosinya juga dibatasi.
Zaman dahulu, ibu ibu kita sering bilang jangan nangis buat laki laki dan Bahkan sekarang, biu ibu muda bilang juga bilang “anak perempuan harus rapi harus manis, kalau laki main lempar ya itu juga anggap itu biasa.” Jadi diharapkan bahwa kita semua ini bisa mendidik anak anak kita untuk tidak patriarchal. Harus mulai dari sekarang, membuat laki laki punya perasaan yang lebih toleran terhadap perempuan.
Efek patriarki itu bagi perempuan dan juga buat laki laki. Jadi buat yang punya anak laki dan suami juga diajar untuk mengungkapkan emosinya sehingga jika ia marah itu tidak meledak.
Penitikberatan peran sebagai ibu yg melahirkan anak, istri & ibu rumah tangga:
mempunyai efek dan maksud yang
Menyangkali subjektivitas dan hak perempuan atas tubuh dan seksualitas mereka sendiri dan menolak mengakui
perempuan sebagai makhluk merdeka dan sederajat yang mempunyai sumber perwakilan dan nilai intrinsik [bawaan] sendiri, dan membuat diterimanya secara luas pandangan
bahwa perempuan harus berahi dan tunduk pada laki-laki.
Ctt:
Perempuan harus berahi hnaya kepada laki laki, tidak boleh ke perempuan.
Misal ketika kita tidak siap untuk hamil kita tidak boleh menggugurkan , karena normanya begitu. Padahal ini tubuh kita, atau karena perkosaan.orang lain yang memutuskan sesuatu untuk kita, karena dianggap anak itu adalah anak social.
Apa itu kebebasan?
Kesimpulannya, patriarki itu:
Melanggar/ membatasi kebebasan jiwa/ internal
Membobol ruang pribadi/internal ber-dalihkan norma sosial, budaya dan moral
Melanggar hak membentuk diri sendiri
Mendistorsi/ membengkokkan dari dalam
Melalui penyelenggaraan sistem hukum, politik dan ekonomi
Diskriminasi, ketidakadilan, kekerasan, penindasan and dominasi
(3) Cara kerja & cara bercokol
• Hegemoni: tampak alamiah sebab struktur kekuasaan tak terlihat, terjadi internalisasi norma/ aturan pendominasi perempuan & partisipasi “sukarela” dengan cara:
o Rotan jika membangkang, imbalan jika patuh
o Memecah-belah, lalu menguasai
• Membaur dengan sistem penindasan & pendominasi lainnya – saling melengkapi dan memperkuat, kadang bertentangan
Patriarki dan garis singgung (intersectionality)
Laki-laki – kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras yang dominan, lebih tua – kepala rumah tangga/ klan
Anak laki-laki/ pemuda – dari kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras/ agama yang dominan Istri/ perempuan – dari kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras/ agama yang dominan
Anak perempuan/ perempuan muda - dari kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras/ agama yang dominan
Laki-laki: pria kelas pekerja / kelompok etnis mayoritas atau kelas pekerja/ kelompok etnis minoritas
Perempuan: kelas pekerja / kelompok etnis mayoritas atau kelas pekerja/ kelompok etnis minoritas
Laki-laki: kelas pekerja/ etnis minoritas, kelompok seksual minoritas, ras tertindas, dll.
Perempuan: kelas pekerja/ etnis minoritas, kelompok seksual minoritas, ras tertindas, dll.
CTT:
INI yang kita mau ingatkan bahwa diskriminasi itu sangat luar biasa efeknya terhadap perempuan. bayangkan jika lansia yang tidak menikah, dari ras minoritas, kemudain miskin dan itu diskrimintatifnya juga sangat dalam.
Intersectionality ini bisa juga, karena di dunia patrarki hanya ada perempuan laki perempuan laki: lalu misalnya lansia, minoritas, lesbian , miskin udah mati deh di Indonesia.
JADI KITA jangan terpaku pada diskriminasi terhadap perempuan saja tapi ada juga intersection intersection ini.
Ada gambar yang lebih jelas menggambarkan tentang intersection ini.
Ket:
Yang di tengah itu adalah Perempuan dan dia jadi Korban dari semua peran gender yang diharapkan oleh social. Kenapa perempuan itu bisa menjadi korban kekerasan ganda? Karena ada intersection tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar