Senin, 27 Desember 2010

Being on top/ “berada di atas”

Ada seorang pedagang dan dia semacam tonggak yang sangat kuat di masyarakat dan ingin melindungi anak perempuanya yang sudah seperti apel yang sudah matang, banyak berair dan siap di petik. Dia bilang ke anak perempuannya:
“ Laki laki di dunia itu sangat licik, maka kamu harus berhati hati agar tidak membuat malu dirimu dan keluargamu. Laki laki itu maunya Cuma satu. Mereka punya banyak akal bulus, mereka tidak akan berhenti sebelum melampiaskan nafsunya. Saya Cuma ingin menjaga kamu agar tidak jadi noda dan jadi aib keluarga. Jadi dengarkan ceritaku baik baik.

Pertama, laki laki akan mengagumimu, memuji kecantikanmu. Kemudian dia akan membanjirimu dnegna kata kata yang manis dan mengundangmu untuk menghabiskan waktu denganmu, kemudian dia pura pura ketinggalan kunci dan mengajakmu ke rumahnya. Di rumahnya, dia akan mempersilahkanmu untuk duduk dan menawarkan kepadamu untuk minum dan ia akan duduk di sampingmu dan memasang music yang sangat lembut. Dan pada saat yang tepat ia akan bertindak. Dan kemudian ia kaan memaksa diri dan tiba tiba ia sudah ada di atas kamu. Maka kamu dan keluargamu akan malu, reputasi kita jadi rusak”.

Sang anak sangat memperhatikan petuah ayahnya dengan sangat serius dan bertekad untuk tidak akan memberikan aib pada keluarga dan dirinya.
Beberapa saat kemudian, anaknya mendatangi ayahnya dan berkata ,
“Papa, apakah papa tukang sihir? Karena apa yang papa katakan benar benar terjadi. Pertama, ada laki laki mengagumiku, memuji kecantikanku. Kemudian dia membanjiriku dengan kata kata yang manis dan mengundangku untuk menghabiskan waktu denganku, kemudian dia pura pura ketinggalan kunci dan mengajakku ke rumahnya. Di rumahnya, dia mempersilahkanku untuk duduk dan menawariku minum dan ia akan duduk di sampingku dan memasang music yang sangat lembut sampai kami terlena. Dan pada saat yang tepat ia akan bertindak tepat pada waktu itu saya ingat petuah ayah, saya tahu apa yang akan terjadi. Jadi saya kasih tahu, bhawa saya memang pantas jadi anak perempuanmu. Jadi saat saya merasa adalah saat yang tepat untuk orgasme, dan dia mulai melakukan gerakan agresif saya memaksakan diri saya, untuk di atas dia. Saya melanggar dia, saya menjadi kebanggaan keluarga kita.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar