ya...kebanyakan suara kereta api kita sekarang bukan lagi tut tut tut..seperti yang ada dalam lirik salah satu lagu anak-anak.. bunyi kereta api sekarang adalah bruk bruk..dan sehabis terdengar bruk bruk tadi, maka terdengarlah..auuuwww..ssttt..(suara2 jeritan sakit dari penumpang kereta)..
tentunya, sudah mulai tertangkap..bahw yang saya maksudkan disini adalah suana sat sebuh kereta anjlok..
fenomena ini hampir tiap hari terjadi..edia juga menyajikannya setiap hari.. ada apa siy inii?kok bisa berulang? ga belaajr dari kesalahan terdahulu apa? atau memang tidak bisa lagi diperbaiki?
sering masalah kereta anjlok atau kecelakaan kereta dengan motor mobil dsb..(dikatakan) disebabkan oleh human error.. masinis yang ngantuk dan tidak profesional..atau para penjaga palang kereta yang ngantuk dan teledor.. iya. memang ada "dosa" mereka dalam semua kecelaakan perkeretaan itu..
tapi, kenapa di setiap berita yang dilansir soal kecelakaan kereta, hanya faktor si human error ini saja yang digemborgemborkan..? padahal ada faktor lain yang harusnya juga harus dicermati..mari kita coba lakukan analisis sederhananya..:
sebuah kereta api, bisa jalan itu karena apa: (1) ada kereta tentunya, (2) ada masinis yang didaulat untuk mengaturnya (3) kadang ada dan kadang juga ga, yaitu penumpang (4) rel kereta itu..(5) ada hal-hal lain..serpti palng pintu dll
nah ada kurang lebih lima faktor utama tadi..tapi mengapa yang sering disalahkan hanya si manusianya..apakah kereta benar baik2 saja..? apakah relnya juga ok2 saja?..
ada berita menarik sebenarnya.. bahwa gerbon kereta yang dipunyai indonesia, itu sebagian besarnya adalah dikasih atau dijual murah oleh jepang,,. dan sedangkan rel yang ada adalah buatan teknologi belanda dan jerman..nah, apakah yakin antara gerbong dan keretanya sudah mix..? apakah bisa jadi karena beda pabrik, beda kode, beda karakter..? jadinya ga matching..dan jadilah kecelakaan itu.. alasan ini tidak bisa dikesampingkan juga tentunya..
ditambah lagi, tidak adanya transfer ilmu dari para perakit gerbong di jepang dan para pemaku rel di jerman dan belanda ke orang-orang kita.. jadinya yam ketika sudahh diperbaiki ya tetap aja kecelaakan terjadi..karena memang benerinnya asal dan tidak melihat kebutuhan/keadaan sebenarnya dari alat yang rusak..tapi hanya berdasar ilmu cekak yang didapat di universitas2 atau malah cuma didapat di bengkel2..
pertanyaan besar berikutnya adalah: pemerintah kita mau tutup mata? mau boongin rakyatnya? atau malah emang niat mau nyelakain rakyatnya?..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar