Di semua hal pasti kita temukan ini, walau dengan ungkapan yang berbeda, misalnya ujung, tengah dan pangkal; dengan makna yang sama.
Tengah dianggap adalah badan.
Akhir dianggap adalah kaki.
Awal vs kepala
Bagian awal dalam sebuah teks itu adalah ibarat kepala. Ketika pertama kali bertemu orang, biasanya yang pertama dilihat adalah kepalanya. Yup! Disana ada rambut, mata, hidung, mulut by themselves, plus tambelan dandanan yang dimaksudkan untuk memberi kesan tertentu bagi orang yang bakal ditemui.
Begitu juga dalam teks. Sebagai kepala, si penulis memberi ‘dandanan’ spesial di sini, sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dan tentunya untuk menarik orang membaca kelanjutannya.
Kembali ke kepala, terkadang dandanan di muka bisa menarik orang yang melihat kenal lebih jauh toch..:p
Tengah vs badan
Ada apasiy dibadan? Ada bagian yang bisa terlihat dari luar tapi juga ada bagian yang tersembunyi, seperti hati, jantung, lanbung dan apa lagi lah itu.. badan lebih panjang dari kepala dan lebih kompleks.
Bagian tengah teks sering disebut sebaagi isi juga begitu. Semuanya dibahas. Panjang dan terkadang jelimet. Kalau mau analisanya ya harus di’bedah’ satu-satu. Ibarat badan tadi, harus di cek dulu jantungnya, hatinya, empedunya dan lainnya. Namun yang harus disadari adalah jangan sekedar menjadi mutilator. Harus diingat bahwa semua organ yang memiliki fungsi dan bentuk yang sendiri sendiri itu saling berhubungan dan saling menopang.
Badan juga biasanya ‘didandani’àbiar matcing gitu lho ama kepalaJ
Di teks, dandana itulah argumen, pembuktian, bantahan, dugaan, dan sebagainya à yang nyambung tentunya ama kepala eh pembukaan teks maksudnya.
Akhir vs kaki.
Pada bagian akhir sebuah teks biasanya terdapat kesimpulan-kesimpulan dan hasil dan hasil..
Secara anatomi, kaki adalah bagian paling bawah pun kesimpulsn-kesimpulan ini dalam teks.
Terkait fungsi kaki, kaki untuk melangkah..melangkah ke suatu tujuan atau tempat yang memang sudah di fikir oleh kepala, dipertimbangkan oleh kepala dan hati, apakah pas untuk kepala dan badan kah?
Nah di dalam teks, biasanya di akhir sekali, ada pertanyaan atau satu sikap dari penulis, yang memperlihatkan kepada kita ke ‘arah’ mana ia akan pergi. Tindak lanjut dari apa yang sudah diuraikannya.
Yup. Itu hanyalah analogi-analogi personal...
Senangnya masih bisa bermain analogi^.^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar