Rabu, 10 Maret 2010

sunat perempuan

di sebuah rumah sakit di bandung, ada yang menarik dalam content paket melahirkan mereka. selain biaya melahirkan, menginap ibu dan anak, mereka juga memasukkan biaya sunnat (perempuan) ke dalam paket mereka tersebut.

hal ini menimbulkan pro kontra.
PRO --> itu kan memang salah satu kewajiban kita selaku umat muslim. ya pihak rumah sakit hanya membantu masyarakat saja. jangan sanpai repot atau malahan bingung mau melakukannya dimana.
KONTRA --> yang di 'sunat' / di potong pada perempuan ini adalah klitorisnya. study menunjukkan bahwa jika klitoris ini diambil maka perempuan tidak akan pernah merasakan orgasme saat berhubungan intim. nah tindakan pengambilan salah satu syarat perempuan mendapatkan orgasme ini, hanyalah salah satu cara dunia patriarki mengekang, menghantam atau menomorduakan perempuan.
ada juga yang berpendapat bahwa tujuan sunnat ini adalah biar wanita tidak liar, tidak binal..--> jawaban yang sungguh bernada patriarki.

my personal respons:
--> bingung apa benar adanya tidaknya ujung klitoris itu merupakan syarat seorang perempuan bisa orgasme --> belum pengalaamn euy..
--> tetapi kalau alasan sunnat adalah biar perempuan tidak liar, tidak binal --> memangniy ga bisa diterima niy.. perempuan bebas berekspresi dan menunjukkan dirinya --> kalau pun tampilannya kemudian menjadi binal atau malah sangat tertutup --> itu pilihannya masing-masing. tidak ada seorang pun yang berhak memilihkan apa yang terbaik untuk orang lain.

Piuhhh..
memang harus diperbincangkan dan 'diobok-obok' terus niy tubuh perempuan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar