apa pula ini..?
pemerintah dalam setiap pidato, wawancara dan pertemuan2 formalnya mengatakan bahwa salah satu prioritas program kerjanya adalah mengentaskan kemiskinan...plok plok plok..
dan seperti biasanya, ketika berbicara tentang kemiskinan, pemerintah selalu bermain angka..dalam artian, ia merasa sudah berhasil ketika angka kemiskina 2007 menjadi 15,7% dari 16,8 % di tahun sebelumnya. tapi dia tidak lihat, bahwa terjadi penurunan mutu hidup yang sangat drastis di masyarakat..bahkan bisa dikata, bahwa proses pemiskinan semakin gencar--> terkait memang dengan model pembnagunan yang dipilih pemerintah. standar mereka selalu angka GDP..selalu itu..
mereka sering lupa, bahwa kebijakan-kebijakan yang mereka buat, MOU-MOU yang mereka tanda tangani itulah pangkal pemiskinan rakyatnya...misal, pemda dki menerbitkan perda 8/2007 --> dari perda ini ada 19 komunitas yang terancam digusur, ada 21 jenis pekerjaan yang dilarang--> apa artinya ini? ada jutaan perut yang tidak akan makan... --> dan ini hanya dari 17an lembar perda tibum tersebut...
--> ini baru satu contoh, masih banyak lagi...
berikutnya, untuk menyukseskan program nasional penanggulangan kemiskinan tersebut, pemerintah menediakan seperangkat program lagi untuk pelaskanannya..p2kp lah, ppmk lah, gakin, askeskin dan sebagainya..
namun apa yang terjadi?
- terjadi banyak sunat2 guliran dana
- salah sasaran --> yang menerima dana2 tersebut orang yang "tidak" miskin, tetapi orang-orang yang "memiskinkan" dirinya sendiri yang dapat..
- program2 pemerinth itu masih sanagt bersifat karitatif --> bukannya untuk pemberdayaan masyarakat itu sendiri.
sebenarnya yang juga penting diperhatikan pemerintah adalah proses pemiskinan itu sendiri..
bahwa peraturan2 yang dibuatnya membuat orang miskin bertambah..
bahwa perselingkuhan mereka dengan pemodal, itu menyebabkan orang miskin bertambah..
jumah orang miskin bertambah, pemerintah pun makin miskin (hati, dan kepekaannya)...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar