Rabu, 10 Maret 2010

RAKYAT “GUSUR” MISKIN




Biasanya kalau mendengar ‘rakyat miskin” atau “miskin” aja, apa siy yang terlintas difikiran kita?

Yang terbayang mungkin, kejadian siang, saat jalan-jalan santai melihat pemulung di tempat-tempat sampah, pengamen yang warna baju dan kulitnya telah sama-sama terbakar matahari, pengemis yang seperti antrian ada di sepanjang trotoar yang dilalui..

Apa lagi yang terbayang? Mungkin rumah-rumah yang sebagiannya sudah berada di atas sungai yang warnanya sudah hitam pekat pun....

Lalu apa (pula) yang terbayang ketika anda mendengar kata “GUSUR”?

Sepertinya langsung terbayang gambar-gambar di televisi yang baru saja anda saksikan?

ibu-ibu yang menangis, anak-anak yang menjerit..ketika rumah mereka dihancurkan oleh SATPOL PL, terlintas bapak-bapak yang dengan tatapan nanar sambil memeluk beberapa dagangan yang terselamatkan, atau ibu-ibu yang mengapit dompet tipis berisi uang hasil dagangannya sambil menangis dan mereka Cuma bisa melihat lapak-lapak dagang mereka dihancurkan oleh SATPOL PP.

Yang kita lihat di TV tersebut mungkin adalah orang yang sama yang anda lihat ketika anda jalan jalan tadi..

Apa artinya???

“GUSUR” sudah menjadi nama tengah “RAKYAT MISKIN” kah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar