ranah dimaknai sebagai tempat asal bertumbuh dan menetap selamanya kata kata dari pikiran dari hati dan terkadang tidak dari dua duanya hanya dari jarijari dan sekonyong terbit disini
Selasa, 23 Maret 2010
mencoba ikhlass
apa yang ada dipikiran kemudian?
hanay kesal..marah dan muakk
kok bisabisanya, janji yang kemaran dah fix banget itu jadinya batal??? marah karena pekerjaan berarti bayaran dan untuk bayaran yang meski belum ada namun sudah ada daftar panjang peruntukkan uang itu..uuuhuhhuhuhuh
muaaak..kenapa bisa bisanya orang lain mempermainkan perasaan orang lain dengan seenaknya gini siy??.. busyettt dech..
lalu apa yang akan dilakukan?
hanya menggerutu, menumpahkan semua kekesalan dan berharap saja semua nya terganti dengan yang setimpal dan mungkin apa yang diharapkan saat ini, terganti lebih banyak dan berkah..
mencoba ikhlass..
Rabu, 17 Maret 2010
poems
Hatiku yang jujur, berbisik padaku, karena asungan jiwa yang inginkanmu. Hal yang ingin kutepis tapi tak kuasa, ingin kulupa tapi tak pernah sirna dari kepalaku. Kuharap ini bukan nafsu semata apalagi dosa;
Hatiku suruh bilang ke hatimu-jikalau ia inginkannya...
(2)
Satu tambah satu sama dengan satu. Selalu bersatu, menyatu dan lebur jadi satu
Jika satu tambah satu tidakmenjadi satu, maka tak akan bisa sejalan
Jika kamu dan aku menjadi kita selalu seia sekata
Jika kamu dan aku tidak menajdi kita takkan mampu bertahan, tak kan mampu sampau nanti
(3)
Kelabu kusam berjelaga
Satu waktu
Hitam tak ada tak terpikir
Apa apa
Biru hangat tenang nyaman
Matamu
Merah panas amarah
Cemburu
(4)
L’amitié
De cette définition, on voit que l’amitié ne se fonde ni sur les liens du sang, ni sur l’attrait sexuel. En plus, pourque cette amitié dure pour longtemps, il faut qu’il y ait la réciprocité d’affection et de symphatie entre les membres de cette association. Et pour le terme que l’amitié est un lien privilégié, Boétie, un ecrivain, a son fameux opinion :< L’amitié, c’est un nom sacre, c’est une chose sacre>. Donc, fondésur ces explications, on peut conclure que l’amitié est un élément précieux.
L’amitiépeut se lier entre homme et homme, femme et femme ou homme et femme. Pour le dernier, on doute que l’amitie va durer longtemps, car on croit qu’entre eux c’est l’amour qui a vraiment lieu entre eux, pas l’amitié.
Naturellement, il y a beaucoup de facteurs qui provoquent d’apparition de l’amitié. Chez les femmes, le facteur le plus dominant c’est le sentiment commun. Ainsi, elles se bavardent souvent pour partager “le sentiment”.
Chez les hommes, comme les hommes ne sont pas expressives comme les femmes, surtout pour exprimer leurs sentiments, ils préferent aborder leurs hobbies, leurs travails, les femmes etc. Alors, on peut voir que L’amitié naît des habitudes et des activités communes (cf. L’amitié d’enfance à l’école. L’amitié dans le travail, l’amitié de guerre etc). Habituellement, ces facteurs-là qui provoquent l’amitié entre hommes.
Il y a une autre tendance sur l’amitié entre hommes. Si chez les femmes, leur amitié se lie habituellement entre deux personnes, ches les hommes on va trouver un group d’hommes ou quelques hommes s’unissent dans cette association fraternelle, l’amitié.
J.P Sartre, un ecrivain et philosophie Français, a sa définition originale sur le group: “ les hommes comme ‘sujets’ qui se respectent, pour qu’il y ait une unité dans le group qui ferait naître une fraternité solide entre les membres du group, afin de pouvoir affronter l’ennemi”.
En plus, Sartre lance sa perception sur les facteurs qui provoquent de construire un group:
1. Les facteurs sur l’environment: toujours ensemble et dans la situation commune.
2. Les facteurs sur l’appartenance: le décor personel, la competence/le travail, l’experience, le statut et le principe commun de chaque membres.
masalah...
Seorang teman baik mengirimkan sebuah pesan singkat namun kaya makna dan menayangkan film panjang hari hari hidup yang telah lewat dan membuatku merumuskan kembali langkah dan rencana serta arah untuk hari esok.
“ sudah banyak masalah. Jangan buat masalah lagi ya.”
Begitu pesan singkat itu. Yep. Sudah sangat banyak masalah yang timbul karena diri ini. Masalah yang membuat takut diri ini, membuatr malu semua keluarga membuat bangga orang lain. Masalah yang berimbas dan menciprati orang orang di sekitarku dengan berbagai motif dan warna cipratannya. Masalah yang menimbulkan reaksi marah sesaat, marah terus menerus dan tidak berhenti henti. Masalah yang menimbulkan tangis dalam pada kedua orang tua. Masalah yang diabaikan olehku imbasnya, karena kesombongan diri. Masalah yang membuat perjalanan hidup ini berubah.
Namun, ketika sekarang ingin mengutarakannya lagi dan ingin menguraikannya lagi, BINGUNG!!bingung karena masalahnya sudah saling bertaut, saling berhubnugan, tidak lagi berhubungan sebab akibat, tapi sebab sebab atau sehingga sehingga. Membuat masalah ini menjadi kumpulan benang basah di dalam sekam yang coba disatukan.
Masalah mana sih yang duluan? Masalah mana yang paling belakangan muncul? Mungkin pertanyaan pertanyaan awal akhir itu yang sederhana danbiasanya berhasil, tidak bagi masalahku ini. Ketika pun berusaha mengeluarkan jawaban atas pertanyaan pertama misalnya. Jawaban itu juga terayikini sebagai masalahantara awal dan akhir. Ketika maslaah akhir coba juga dipaparkan, kok masalah itu sepertinya bukan sesuatu yang baru bukan saja sesuatu yang baru saja ya? Tetapi sesuatu masalah yang sudah familiar dan sudah berlangsung lama. Hingga terbersit mungkin inikah masalah awalnya?
Tidak lalu berputus asa, maka ingat lagi akan ansehat seorang teman dalam memetakan masalah. “sentuhlah masalah itu dengan sentuhan yang sama. Masalah yang satu tidak lebih penting dari masalah yang lainnya.” Mengikuti nasehat bijak ini, aku pun mencatat semua masalah yang ada dalam pikiranku. Semuanya kurasa karena sudah banyak sekali hingga kertas kecil kecil yang aku gunakan tidak lagi cukup dan aku sudahi saja dan mengikuti nasehat teman tadi lagi, coba menyentuhnya dengan sentuhan yang sama.
Kertas yang satu pertama yang diambil acak yang paling dekat dengan jangkauan tanganku, kuambil. Baru baca tiga pertama dalam rumusan masalah itu, di pikiranku sudah berkembang ribuan masalah lain. Haruskan kubuat juga rumusan yang ribuan itu? Bagaimana nanti nasib rumusan yang sudah berserakan di rumahku tadi?
Putus asa untuk kesempatan ini, maka aku mengambil semua kertas masalah tadi memasukkannya dalam satu amplop masalah dan menyimpannya dalam sebuah dus masalah dan berjanji akan menengoknya lagi nanti. Nanti, ntah kapan. Tapi tak berjanji akan mengikuti nasehat teman untuk menyentuhnya dengan sentuhan yang sama guna mencari masalah strategis yang dengan sentuhan sedikit saja lebih didahulukan akan menyelesaikan masalah yang lain.
Kubangan kubangan benang masalah ini masih sangat menarik untuk ditarik, dikeluarkan, disimpan, ditarik lagi, dikeluarkan lagi dan disimpan SAJA.***
Ketika tengak tengok: ketika kota manfaatin kedesaan
Ya. Saat di kendaraan adalah saat saya lari ke dunia imajiner dunia khayalan dunia impian dunia maya dunia pikiran semata.. banyak hal yangsaya khayalkan. Mulai dari mengkhayal apa gerangan yang akan saya hadapi di tempat tujuan saya berkendara atau pun mimpi sesuatu yang PASTI tidak mungkin akan terjadi di dunia nyata.. jadi ya di mimpiin saja toh.. Sering asyiknya dengan diri sendiri dan pikiran sendiri, saya jadi orang yang tidak ramah ke “tetangga” dalam berkendaraan. Saya sering ‘anggurin’ teman seperjalanan dan terkadang juga ‘anggurin’ kenek metro mini yang nagih ongkos (untuk yang terakhir ini tentu abangnya tidak akan membiarkan saya “tenang dengan mimpi saya”. Dengan colekan ringan namun pas, saya dibuatnya kembali ke alam nyata dan melaksanakan kewajiban sebagai penumpang yaitu membayar ongkos.)
Selain memimpi, mengkhayal atau melamun yang juga sering dan suka sekali saya melakukannya adalah Tengak tengok. Selain untuk ngingat ngingat jalan-apalagi kalau baru pertama kali kesana, juga untuk cari bahan pikiran, bahan bacaan, bahan celaan juga tentunya.. bahan yang di tenagak tengok adaloah nama toko mungkin, nama kantor mungkin, atau aktivitas yang sedang dilakukan orang di jalan dan sebagainya..
Ada beberapa hal yang masih terendap di pikiran saya sampai sekarang!
Di daerah Cikini, ada sebuah rumah makan sunda yang walau namanya mengusung “ndeso” tapi harganya” ngota”. Yang membuat saya tertarik bukan masakannya atau pun harganya. Namun banner rumah makan tersebut. Pada banner berukuran kurang lebih satu kali dua meter yang dipasang di depan rumah makan tersebut terpampanglah wajah model yang tidak biasa. Modelnya adalah petani yang sedang panen padinya atau untuk rumah maakn yang sama namun di kota lain, saya lihat model di bannernya adalah seorang petani yang sedang memikul hasil panennya. Kenapa saya langsung menghakimi bahwa orang orang yang wajahnya dipasang di banner tersebut adalah petani beneran dan bukannya model yang berlagak seperti petani? Saya tidak yakin ada model yang begitu natural, begitu alami (apalah istilahnya) untuk berperan sebagai petani dengan sangat petani. Dalam hal ini saya juga tidak yakin ada sutradara photo yang bisa mengarahkan model seperti petani “sepetani” mungkin. Jadi kesimpulan saya, wajah yang terpampang di banner raksasa itu adalah wajah PETANI BENERAN.
Namun jika saya menyangsikan ada model dan sutradara photo “yahud” di indonesia yang menghasilkan photo seperti itu, saya tidak sedikitpun menyangsingkan photographer, si tukang photo yang mengabadikan momen momen kepetanian ke dalam banner banner raksasa tersebut. Apalgi dengan pilihan BW alias hitam putih menambah Yahud bin Dahsyatnya photo photo tersebut.
Tapi, saya tidak akan mengupas sang photographer-sang tukang jepretnya, tapi mau bahas si modelnya. Si Petani.
Jujur, yang langsung terlintas dalam pikiran saya melihat banner itu adalah “ Wow keren” (photonya secara “penampakan” dan efek hitam putihnya”). Namun sedetik setelah itu, bagian lain dari pikiran atau hati saya berujar “Si modelnya dibayar nggak ya??”. Pasti untuk banner segede itu, si model yang kebetulan petani itu pasti sekarang sudah kaya. Pasti miliaranlah dibayarnya. Kok saya sok tau gitu y???!! Sebenanrnya ini me reverse ke kasus yang dulu pernah menimpa bella saphira yang model yang sering seliweran di acara gosip itu lho (nt: saya juga terkadang terpaku juga ama tayangan infotainment ini. Terpaku ama “kebadutbadutan” orang orangnya). Kembali ke bella saphira, dia pernah menuntut sebuah perusahaan besar karena memampang fotonya dalam sebuah banner iklan padahal kontraknya dengan perusahaan itu sudah usai. Dia menang waktu itu. Kalau tidak salah ingat dia berhak atas 6M kemudian.
Mungkin si model rumah makan yang kebetulan petani itu tidak semahal itu. Toh dia belum punya “nama”. Toh dia belum berbadut ria di acara acara infotainment. Tapi pastinya dibayar kan?? Ada yang bisa jawab?
Sebenarnya saya sangat menyangsikan ada yang bisa jawab pertanyaan ini. Karena mungkin memang dia tidak dibayar. Mereka itu hanya dibayar dengan anggukan kepaal saat si photografer yang mengambil fotonya selesai mengabadikan ke petaniannya. Dan mereka kemudian menikmati rasa senang dan bangga yang membuncah karena di foto itu tadi.
Apa benar perasaan dan ekspresi itu yang akan keluar dari mereka??
Pada bulan november tahun lalu aku ke sebuah kabupaten di pulau Timor, NTT. Kemudian berlanjut ke kepulauan Tanimbar Maluku Tenggara Barat, pada bulan Desember. Trus apa hubungannya dengna cerita kita? Begini. Persamaan antara dua tempat yang walau sama sama di daerah timur itu namun terpisah ribuan mil adalah mereka sangat suka di foto. Dari anak anak sampai kakek nenek. Tanpa di minta atau diarahkan mereka- yang anak anak akan bergaya ala pemain sepak bola lah, atau berdiri manis sambil tersenyum dan tatapan mereka tak lepas dari lensa kamera. Yang tua juga tak mau kalah. Baru melihat ada orang aasing di sekitar mereka saja, mereka sudah sibuk memakai kain adat mereka dan berdiri di depan rumah adat mereka. Dan si orang asing yang sebenarnya Cuma mau mengabadikan rumah adatnya saja, yaa demi menghormati tuan rumah, ikut mengambil gambar si empunya rumah adat juga. Dari pengalaman ini, saya berfikir bahwa tidaklah terlalu berlebihan kalau si model dalam banner rumah makan tersebut sama dengan anak anak atau kakek nenek di darah Timor atau Maluku ini.
Pertanyaannya kemudian adalah etiskah kalau begini? Mungkin saay akan mengesampingkan dulu pertanyaan ini. Karena batasan etis yang semakin kabur, membuat saya agak berfhati hati ke ranah tersebut.
Dari pada bertanya, dan tidak tahu juga akan dialamatkan kemana pertanyaan itu, maka saya lebih memilih mengungkapkan perasaan dan pendapat saya saja. Menurut saya, tidak minta izin atau malah tidak membayar orang orang dalam banner rumah makan itu, adalah hal yang paling masuk akal jika dilihat dari konteks kekinian masyarakat kita. Hukum pasar merambah kemana mana. Dari pasar ayam sampai pasar suara di DPR. Hukum pasar yang bagaimana kemudian? Sayangnya biukan hukum jual beli tapi hukum cari untung. Iya. Demi untung yang berlipat ganda sebanyak banyaknya banyak yang rela menginjak orang lain; dengan bayar upah rendah, fitnah terhadap pesaing atau tidak membayar saamsekali yang berkontribusi pada usahanya-contohnya ya ini si model model di banner rumah makan ini.
Demi untung besar, mereka memanfaatkan kepolosan orang lain, ketidak tahuan orang lain. Kecil sekali kemungkinan bahwa si model dalam banner itu bisa melihat wajah wajah mereka dijual di pinggir jalan sebuah jalan elit di kawasan elit kota jakarta dan kemudian menuntut si pemasang banner tersebut.
Mereka menyebut ini hak mereka kah? Hak mencari untung sebesar besarnya walau dengan cara negecilkanarti dan diri orang orang lain? Tidakkah mereka juga sadar bahwa hak si model pada banner rumah makan itu juga untuk dihargai, bukan hanya denga imbalan uang karena pemanfaatkan diri mereka tapi lebih dari itu. Bahwa diri dan wajah asli petani mereka bukan senjata pemasaran, bukan barang dagangan, bukan wajah wajah mengemis untuk kemudain diganjar uang segepok. Bukan!!!
Sabtu, 13 Maret 2010
Jumat, 12 Maret 2010
i believe-yolanda adams
And ever since they said it, it's been hard
But nevermind the nights you had to cry
Cause you have never let it go inside
You worked real hard
And you know exactly what you want and need
So believe and you can never give up
You can reach your goals
Just talk to your soul and say�
(Chorus:)
I believe I can (I can)
I believe I will (I will)
I believe I know my dreams are real (know my dreams are real)
I believe I'll stand (Oh yea)
I believe I'll dance
I believe I'll grow real soon and (That's why)
That is what I do believe
Your goals are just a thing in your soul uh uh
And you know that your moves will let them show
You keep creating pictures in your mind
So just believe they will come true in time
It will be fine
Leave all of your cares and stress behind
Just let it go
Let the music flow inside
Forget all your pain
And just start to believe
(Chorus:)
I believe I can (I believe I can oh yea)
I believe I will
I believe I know my dreams are real (All of my dreams are real)
I believe I'll stand
I believe I'll dance (I gotta dance)
I believe I'll grow real soon and (ooo)
That is what I do believe
Whoa oa oa YEA�
(Music break)
Nevermind what people say
Hold your head high and turn away
With all our hopes and dreams
I will believe
Even though it seems it's not for me
I won't give up I'll keep it up
Look into the sky
I will achieve all my needs
I will always believe�.OoOo
(Chorus 2x)
I believe I can
I believe I will (I can)
I believe I know my dreams are real (I got strength)
I believe I'll stand
I believe I'll dance (I gotta dance)
I believe I'll grow real soon and (watch me watch me watch me)
That is what I do believe (I do believe in me)
I believe I can
I believe I will (oh yea)
I believe I know my dreams are real
I believe I'll stand
I believe I'll dance (I gotta dance)
I believe I'll grow real soon and
That is what I do believe (I do believe! yayeeyay)
Athena Cage - All Or Nothing (Live Your Dreams)
Above the fear of your mind, go for it
It's hit or miss, too late for you to quit
You gotta show 'em how bad you really want this, so...
Live your dreams
It's not as hard as it may seem
You gotta work to get the cream
On your hopes you must lean
From your fears
You have to wean yourself
It's all or nothing,
Give your everything.
You are what you believe
You got to bring the heat
Set the pace, competition take the lead
This is it, all eyes on you
So stay on point and prove
That you deserve what's long overdue
Live your dreams
It's not as hard as it may seem
You gotta work to get the cream
On your hopes you must lean
From your fears
You have to wean yourself
It's all or nothing
Give your everything
My heart is still recovering
From the heartbreak of another kind
I'm still drying my tears
Getting over my own fears
In my life
So I wanna make sure this time
That I'm strong enough
To give it my all
Live your dreams
It's not as hard as it may seem
You gotta work to get the cream
On your hopes you must lean
From your fears
You have to wean yourself
It's all or nothing
Give your everything
Live your dreams
It's not as hard as it may seem
You gotta work to get the cream
On your hopes you must lean
From your fears
You have to wean yourself
It's all or nothing
Give your everything
Live your dreams
It's not as hard as it may seem
You gotta work to get the cream
On your hopes you must lean
From your fears
You have to wean yourself
It's all or nothing
Give your everything
You know you gotta live your dreams
So don't you be afraid
Just set the pace, and take the lead
It's your time to shine
iri
orang orang bilang ini namanya iri. tidak suka akan kebahagiaan orang lain..
apapunlah namanya, tapi kaalu itu menyakitkanku kneapa aku tidak boleh sedikit mencercanya? dan berusaha cari celah beangnya?
terlebih jika itu buat aku lebih bersemangat dan bergairah untuk raih hal baik hal bahagia untuk diriku sendiri, tapi tentunya terlebih dahulu dengan menelisik dengan membuat iri di diriku agar lebih bersemangat mengejar cuta dan cinta?..
orang iri karena dia tak mampu, aku tidak setuju. orang iri karena dia tak punyainya, aku sedikit setuju...
Rabu, 10 Maret 2010
MU
hANYA kepadaMU sedianya aq haRUs berSerah
TidAk Boleh Tidak HanyA kepadaMu
doa2q kepadaMu yang
untukq, keluargaq, masadepanq..
hanya untukq…
aq HANYA boleh Dan harus berusaha dan DriMulah
sang Pemutus
Aq Dapat, atau Aq kehilangannYa
tAPi kEtikA pERaSAAN sePertnya Aq Agak mElupakanMU
aQ nmERASA Takut lagi MemOHON
dAN KETIKa
Apa yang kMRN bWTQ teSenyum wAlau lETIH
sEKARANG, HARi INi
aq mrasa hAmpa, Aq MerASA kHLGAN aTAS
APA yaNG bKn MilikKU
aQ mENangis UntUk lagU
yang buKan syAirq
tapi syair diA
diA yang kan Slalu hadir
sEcara rahASIA DI hAtiq dan maTaq..
Aq terima SeMua kONSEKWENsI
aTAS sIKAP Dan perBuatanq
Kuatkan aq
agarq Tegar Selalu bersma MU
sELalu,
JADIKAN aQ kESAYANGANmU
Yang DiriMU beri SesUATU YAng memaNG
tERbaik Untukq dan aq
inginkannya
AQ CINTA DIRI MU
bet….
PERIHAL OTAK DUA PULUH BOCAH DI RUANG BELAJAR KECIL DAN SUMPEK MILIK KBA KEBON TEBU
Umur dua puluh orang bocah di ruang belajar kecil dan sumpek millik KBA Kebon Tebu ini berkisar empat hingga enam tahun. Ruang kecil dan sumpek milik KBA Kebon Tebu ini bagi mereka adalah tiket untuk berotak, itu kata ibu-ibu mereka. Berotak karena dari ruang belajar kecil dan sumpek milik KBA Kampung Tebu ini dua puluh orang bocah itu mendapat ilmu kata ayah-ayah mereka. Fitri sang ibu guru dengan suara garangnya dan Pegi sang ibu guru dengan tampang galaknya memberikan ilmu tentang tambah menambah kurang mengurang kali mengali bagi membagi dan juga eja mengeja baca membaca. Cukup itu saja yang dibutuhkan oleh dua puluh bocah di ruang belajar kecil dan sumpek milik KBA Kampung Tebu untuk mempunyai otak kata tetangga tetangga mereka.
Dengan modal sebesar itu tentunya mereka layak menjadi dua puluh orang yang berotak. Dengan ruang belajar kecil dan sumpek milik KBA Kebon Tebu bukankah itu sedikit mimpi. Dengan guru-guru seperti Fitri sang guru dengan suara lengking dan Pegi sang guru dengan tampang sangar, terlihat jauh api dari panggang.
LAUT SEGAN, DARAT PUN TAK MAU (nasib pilu nelayan kamal muara)
“ Ada no suratnya”. Itu kalimat yang diucapkan seorang bapak tua ketika ia bertemu pak Udin, ketua RT setempat. Pak Udin yang sedang memperbaiki sapunya pun segera keluar menyongsong si bapak tua tadi. Aku hanya melihat dan menguping pembicaraan mereka dari halaman rumah pak Udin. Ada masalah serius sepertinya. Si bapak tua bercerita bahwa ada surat pemberitahuan di bagannya, bahwa ia harus membongkar bagan tersebut dalam waktu 7 x 24 jam terhitung tanggal 13 sampai dengan 20 Pebruari 2008. Pak Udin kemudian bertanya, “lalu mau bagaimana?”. Si bapak tua itu tidak langsung menjawab. Agak lama terhenti baru kemudian ia menjawab, “yaa..ga tau lah..”. Setelah itu aq tidak mendengar lagi pembicaraan mereka.
Selang beberapa lama, pak udin masuk ke halaman rumahnya dan aku langsung mengonfirmasi apa yang baru saja aku dengar.
Yup ternyata benar. Ada surat peringatan yang diletakkan langsung di bagan-bagan nelayan. Namun sayang waktu itu aku tidak bisa melihat langsung surat edaran tersebut.
Berita ini ternyata, membuat ‘keributan’ di kampung Kamal Muara. Semua orang membicarakannya atau mengetahui tentang hal itu. Seperti Irma misalnya. Irma yang sekarang tengah duduk di bangku kelas dua SMP, mengatakan bahwa ia mendengar bapaknya bercerita tentang hal ini kepada ibunya. Menurut Irma, bapaknya yang berprofesi sebagai penjual ikan, tentunya sangat bergantung pada nelayan. Kalau nelayan sudah tidak dapat ikan lagi, lalu apa yang akan dijual bapaknya? Lalu dengan apa mereka sekeluarga akan membeli makanan? Lalu dari mana Irma akan mendapatkan uang, kurang lebih Rp.3 000,- untuk ongkos mobil ke RISMA (nama sekolahnya) yang berada di Tegal Alur? Llau darimana Irma akan mendapat uang untuk membayar uang sekolahnya, yang kemarin-kemarin juga sudah sering telat? Apakah dia harus berhenti sekolah?
Mengenai ancaman penggusuran lahan tempat tingalnya sebagai akibat dari penggusuran ‘bagan’ ditanggapi Irma dengan tegas. “Ya janganlah! Kami sudah lama disini. Teman-teman disini semua. Kalau mau pindah mau pindah kemana? Ga tau. “ dan ketika aku tanyakan pendapatnya jika sudah tidak ada jalan lain. Mereka sudah tidak bisa apa-apa lagi dan terpaksa pindah, lalu bagaimana? Irma dengan nada yang sedikit tinggi dibanding sebelumnya mengatakan, “ ya Pemerintah harus sediakan tempat baru untuk kami semua. Saya tidak mau pindah sendiri-sendiri dan terpisah dari orang kampung sini, harus bareng-bareng terus. Sekolahnya juga harus bareng. Dan bapak-bapak kami juga harus ada kerjaan. Tidak boleh menganggur”.
Lain Irma, lain juga dengan ibu-ibu yang sedang duduk-duduk di warung, di sebelah Kelompok belajar Anak (KBA) Sumbangsih. Dua ibu-ibu ini secara penampilan bertolak belakang. Yang satu ‘bersih’ memakai perhiasan emas di leher dan gelang. Satunya lagi, si ibu itu terlihat kumuh dan sendal jepit yang dipakainya pun terlihat bercampur lumpur yang cukup banyak. Sambil menunggu anaknya yang tengah belajar di KBA, mereka terlibat pembicaraan mengenai surat peringatan tadi. Dari pembicaraan mereka yang tertangkap, mereka tahu bahwa semua bagan yang ada di laut harus sudah dibersihkan sebelum tanggal 20. kalau tidak, ya aparatlah yang akan
miskin, orang miskin, kemiskinan dan pemiskinan
pemerintah dalam setiap pidato, wawancara dan pertemuan2 formalnya mengatakan bahwa salah satu prioritas program kerjanya adalah mengentaskan kemiskinan...plok plok plok..
dan seperti biasanya, ketika berbicara tentang kemiskinan, pemerintah selalu bermain angka..dalam artian, ia merasa sudah berhasil ketika angka kemiskina 2007 menjadi 15,7% dari 16,8 % di tahun sebelumnya. tapi dia tidak lihat, bahwa terjadi penurunan mutu hidup yang sangat drastis di masyarakat..bahkan bisa dikata, bahwa proses pemiskinan semakin gencar--> terkait memang dengan model pembnagunan yang dipilih pemerintah. standar mereka selalu angka GDP..selalu itu..
mereka sering lupa, bahwa kebijakan-kebijakan yang mereka buat, MOU-MOU yang mereka tanda tangani itulah pangkal pemiskinan rakyatnya...misal, pemda dki menerbitkan perda 8/2007 --> dari perda ini ada 19 komunitas yang terancam digusur, ada 21 jenis pekerjaan yang dilarang--> apa artinya ini? ada jutaan perut yang tidak akan makan... --> dan ini hanya dari 17an lembar perda tibum tersebut...
--> ini baru satu contoh, masih banyak lagi...
berikutnya, untuk menyukseskan program nasional penanggulangan kemiskinan tersebut, pemerintah menediakan seperangkat program lagi untuk pelaskanannya..p2kp lah, ppmk lah, gakin, askeskin dan sebagainya..
namun apa yang terjadi?
- terjadi banyak sunat2 guliran dana
- salah sasaran --> yang menerima dana2 tersebut orang yang "tidak" miskin, tetapi orang-orang yang "memiskinkan" dirinya sendiri yang dapat..
- program2 pemerinth itu masih sanagt bersifat karitatif --> bukannya untuk pemberdayaan masyarakat itu sendiri.
sebenarnya yang juga penting diperhatikan pemerintah adalah proses pemiskinan itu sendiri..
bahwa peraturan2 yang dibuatnya membuat orang miskin bertambah..
bahwa perselingkuhan mereka dengan pemodal, itu menyebabkan orang miskin bertambah..
jumah orang miskin bertambah, pemerintah pun makin miskin (hati, dan kepekaannya)...
banjir kok langganan
Apa sih penyebab sebenarnya dari banjir itu?
Semua orang berpendapat. Mulai dari kurangnya daerah resapan air di Jakarta sampai karena keberadaan kampung-kampung miskin di Jakarta. Ternyata, bukan itu lho masalah utamanya! Berikut akan coba kita lihat penyebab utama banjir di Jakarta.
Tidak berapa lama keputusan keputusan presiden tersebut disusul dengan terbitnya Keputusan presiden Nomor 79 Tahun 1985 tentang “Penetapan Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Puncak”. Jangka waktu RUTRK ini berlaku selama 20 (dua puluh) tahun dan dapat direvisi setiap 5 (lima) tahun. Kepres ini lebih rinci dengan zoning dan penetapan tata guna lahan yang dirumuskan melalui serangkaian hasil studi dan koordinasi antar instansi.
dari berbagai sumber
ya begitu
ada makin banyak hal yang ingin mataku lihat
ada makin banyak hal yang ingin aku tanya
ada makin banyak hal yang ingin mulutku ucap...
begitu banyak..
begitu kompleks..
sampai sampai..diakhirnya aq hanya bisa...
terduduk..terdiam
dan melihat pentas topeng berlangsung...
ntah topeng kayu,
topeng baja..pun topeng monyet...
tapi,..
ada yang tidak banyak..
yang tetap satu
yang tetap satu dan menyatu di diriku..
rasa sepi..
walau ada di kerumunan..
walau tengah berada di kerumunan..
walau tengah menikmati dentuman lagu sendu..
rasa itu masih sepi..
ada kala memang rasa sepi itu hilang.
tapi hanya sesaat..
dan pastinya dengan sedikit rasa dosa dan perih..
menghilang..
tinggalkan yang kata mereka harus..
lakukan yang kata orang-orang tabu dan pamali..
masih tntang rasa..
rasa itu, begitu menggila kali ini
rasa itu menuntut jawaban dan penyelesaiaan segera
aq dan selalu aq yang tidak mau menuntaskannya
ntah kenapa
tapi yang pasti, aq adalah pelaku, sutradara, produser dari semuanya..
yang membiarkan film hidupku mengalir begitu saja
yang kalaupun berakhir di hempasan batu besar di tengah jalannya
itu adalah yang paling INDAH
Sekelumit kisah Kebakaran Bunderan Kamal muara, Jakarta Utara
Tetapi tentunya kita tak akan dapat jawaban iya, dari pemprov jika kita konfirmasikan hal ini ke mereka. Walau demikian, kita bisa merasakan ”aroma-aroma’ ke arah sana dari langkah penanganan paska kebakaran yang diusulkan Pemprov ke warga korban kebakaran. Pemprov menyarankan warga pindah ke tempat penampungan yang disediakan Pemda dan bekas kebakaran akan dipagari. Siapa yang bisa menjamin, kalau tempat bekas kebakaran ini nantinya tidak akan didirikan untuk jembatan layang atau terowongan seperti yang sudah mereka rencanakan?
Sesaat setelah kebakaran terjadi, banyak pihak yang memberi bantuan. Bantuannya, berasal dari Partai-partai (Golkar, PDI P, PBR, PKS, HANURA), LSM (UPC), SMPN 120, pribadi dan juga pabrik-pabruik sekitar bunderan. Sedangkan bentuknya berupa pakaian bekas, makanan, dapur umum, uang dan pelayanan kesehatan, dan obat-obatan dan juga tempat pengungsian Sementara yaitu di Pabrik Olympic, Kantor Kelurahan dyang dideritaan tenda-tenda.
Menurut keterangan dari tim yang memberikan pelayanan kesehatan, penyakit yang sering dikeluhkan sebenarnya, sudah dihidap lama oleh pasien, tapi memang karena kejadian yang baru menimpa mereka, penyakitkambuh. Selain itu, juga penyakit demam dan batuk yang terjadi karena mereka tinggal di tempat pengungsian.
Yang menarik juga adalah, jika kita lihat asal bantuan yang diterima, partai-partai peserta pemilu 2009 seperti berlomba-lomba memperlihatkan kepedulian mereka. Indikasinya yang akan terlihat lngsung adalah, bendera-bendera partai yang menjamur di lokasi bekas kebakaran. Tapi tentunya, ini bukan sekedar sebagai bentuk kepedulian, kesetiakawanan, kemanusiaan atau apalah namanya. Tapi, mereka jadikan sebagai ajang kampanye, ajang perkenalkan diri, atau ajang jual diri tentunya dengan harapan 2009, orang-orang yang menerima bantuan mereka, akan ingat, dan membalas “budi” mereka dengan mencoblos/memberi tanda pada lambang partai, yang notabene sudah beredar di hampir semua wilayah bekas kebakaran. Jumlah orang sekitar 800, adalah jumlah suara yang cukup menggiurkan bagi para partai peserta pemilu.
sakit..
saat kamu batuk2? saat hidubgmu terus mengeluarkan cairan? saat kepala serasa berputar-putar? atau saat perut serasa dikocok-dikocok?
kalau kamu sedang tertawa, tapi hanya dusta, itu sakitkah? kamu senyum ke orang yang paling kamu benci, itu sakitkah? kamu berkata iya, padahal tidak sudah kampu pertimbangkan sedari malam, sakitkah itu?
orang-orang bilang, sakit hati..
apa pula itu..
sakit leverkah yang dimaksud? atau perasaan berburuk sangka pada orang? haahha..agama ini..(maaf tidak pake ini dulu ya..lain kali saja..)
sakit, bagiku hanyalah ketika aq tidak nyaman.
tidak nyaman karena badan, karena perasaan, karena perkataan, pun perbuatan..
dan sekarang aq sedang sakit, bukan hanya karena badan, bukan hanya karena perasaan, bukan hanya karena perkataan, aau bukan hanya karena perbuatan, TAPI karena
SEMUA.
tut..tut..bruukk..
tentunya, sudah mulai tertangkap..bahw yang saya maksudkan disini adalah suana sat sebuh kereta anjlok..
fenomena ini hampir tiap hari terjadi..edia juga menyajikannya setiap hari.. ada apa siy inii?kok bisa berulang? ga belaajr dari kesalahan terdahulu apa? atau memang tidak bisa lagi diperbaiki?
sering masalah kereta anjlok atau kecelakaan kereta dengan motor mobil dsb..(dikatakan) disebabkan oleh human error.. masinis yang ngantuk dan tidak profesional..atau para penjaga palang kereta yang ngantuk dan teledor.. iya. memang ada "dosa" mereka dalam semua kecelaakan perkeretaan itu..
tapi, kenapa di setiap berita yang dilansir soal kecelakaan kereta, hanya faktor si human error ini saja yang digemborgemborkan..? padahal ada faktor lain yang harusnya juga harus dicermati..mari kita coba lakukan analisis sederhananya..:
sebuah kereta api, bisa jalan itu karena apa: (1) ada kereta tentunya, (2) ada masinis yang didaulat untuk mengaturnya (3) kadang ada dan kadang juga ga, yaitu penumpang (4) rel kereta itu..(5) ada hal-hal lain..serpti palng pintu dll
nah ada kurang lebih lima faktor utama tadi..tapi mengapa yang sering disalahkan hanya si manusianya..apakah kereta benar baik2 saja..? apakah relnya juga ok2 saja?..
ada berita menarik sebenarnya.. bahwa gerbon kereta yang dipunyai indonesia, itu sebagian besarnya adalah dikasih atau dijual murah oleh jepang,,. dan sedangkan rel yang ada adalah buatan teknologi belanda dan jerman..nah, apakah yakin antara gerbong dan keretanya sudah mix..? apakah bisa jadi karena beda pabrik, beda kode, beda karakter..? jadinya ga matching..dan jadilah kecelakaan itu.. alasan ini tidak bisa dikesampingkan juga tentunya..
ditambah lagi, tidak adanya transfer ilmu dari para perakit gerbong di jepang dan para pemaku rel di jerman dan belanda ke orang-orang kita.. jadinya yam ketika sudahh diperbaiki ya tetap aja kecelaakan terjadi..karena memang benerinnya asal dan tidak melihat kebutuhan/keadaan sebenarnya dari alat yang rusak..tapi hanya berdasar ilmu cekak yang didapat di universitas2 atau malah cuma didapat di bengkel2..
pertanyaan besar berikutnya adalah: pemerintah kita mau tutup mata? mau boongin rakyatnya? atau malah emang niat mau nyelakain rakyatnya?..
asing
ketika masih kecil, kalau denger kata asing yang terlintas di pikiranku adalah orang-orang bule yang berseliweran di jalan-jaln kotaku (bukittinggi a.k.a kota wisata) dan berbicara dalam bahasa yang bukan bahasaku, sehingga layak juga sepertinya jika kusebut bahasa asing..
sekarang ketika denger atau maalh mengucapkan kata asing itu, maka yang aku maksudkan adalah sesuatu yang tidak familiar, tidak akrab, tidak dekat denganku tidak dekat dengan lingkunganku
terkait dengan tempat asing, aku suka sekali mengunjungi tempat asing tempat yang benar-benar tidak aku kenal..aku menjadi orang baru disana dan berinteraksi dengan orang-orang yang benar-benar baru pertama kali aku jumpai.. dan walau asing, aku sanagt menikmati semua itu..dan aku nyaman..
merasa asing = itu adalah di saat aku merasa tidak nyaman. dimanapun, saat apapun, atau ketika bertemu siapapun yang itu semua memang tidak berhasil membuatku merasa nyaman...
sering juga perasaan asing itu muncul di saat aku berada di tempat yang sanagt familir dengan ku.
di rumah (bukittinggi) : ketika pulang lebaran, aku merasa aku bukanlah bagian dari keluarga itu. aku merasa jadi seseorang yang baru ayng menginjakkan kaki di kota itu. ketika pilihan kataku berbeda dari hampir semua anggota keluargaku yang lain, ketika beberapa sikap dan perilakuku membuat orang-orang sekitar melihat aneh ke arahku.. aku merasa asing di rumah dan kotaku.
di rumah (kontrakanku di jkt) : ada saat-saat dimana aku terbangun dan tiba-tiba saja terbersit di pikiranku..dimana ini? apa yang sedang aku lakukan di tempat ini? dan sering ketika misal ada yang bertandang dan menginap, aku merasa menampilakn diri dan pribadi yang bukan aku. agak basa basi dan terkadang menjemukan.. atau dengan kata lain, aku tidak nyaman (walau hanya di bbrp saat)
yang terbaru adalah, aku sekarang merasa asing ketika bertandang lagi ke kantorku yang lama...padahal baru satu minggu jadi mantan kantor..
dahulu, tempat ini adalah tempat semua energi positif kerja dan perhatian ku tertumpah..
selalu ada keceriaan, kenyamanan sehingga menghasilkan banyak hal dari sana untuk ku dan kantor..
dan sekarang semua berubah jadi tidak nyaman..
pertanyaan "darimana? mau kemana? dan mau ngapain lagi kesini?"... gubrak dech..
dan tempat yang paling asing bagiku sekarang ya ini.. kantorku (mantan).
individuaqlis vs sosialis
-- dan saya rasa ini benar..
sebagai salah satu ciri kota besar adalah ke individualisan orang-orangnya. benarkah? kalau iya, orang0orang nya yang mana?
kalau yang dimaksud disini adalah penghuni pondok indah mungkin benar. jarak bangunan rumah mereka ke pagarnya aja mungkin 10 meter sendiri. dan kalau ruma htetangga mereka juga sama, itu artinya jarak dua rumah itu sebenarnya adalah 20 meter. walaupun pagar mereka menyatu. jadi bisa dikata wajar kalau mereka saling tidak kenal atau lebih tepatnya tidak mau kenal tetangganya dan ini mungkin yang dimaksud dengan individualis itu.
lalu bagaimana dengan orang yang hidup di perkampungan miskin jakarta? dengan luas rumah yang terkadang hanya mencapai 10 m2, dan itu pun di lantai duanya dihuni oleh keluarga lain, maka mungkinkah masih akan ada sifat keindividuannya?
ada hal penting yang harus kita ingat bahwa, kota sebagai satu ruang, tidak hanya dihuni oleh orang-orang kaya saja. ada juga orang miskin, yang bekrja di rumah orang kaya tersebut mungkin, atau yang tersebar di ribuan sektor ekonomi informal (pengamen, pedagang kaki lima, pengemis dll) --> tentunya kita lupakan sejenak "keabsahan keberadaan mereka" menurut undang undang atau mata pemerintah. jadi ketika mau mengulik tentang orang-orang kota, orang-orang miskin ini juga harus dimasukkan.
kembali ke orang miskin yang menempati ruang kurang lebih 10 m2 tadi.
walau pun tetangga mereka tidak berjarak dengan mereka, sering malah kamar tidur mereka berdampingan dan hanya terpisah oleh satu lembar triplek tipis, tetapi mereka tidak saling kenal. mereka jarang ngobrol. atau mungkin komunikasi mereka lewat perang suara desahan ketika bersenggama dengan pasangannya masing-masing?
pernah suatu ketika, saat aku melakukan sebuah pemetaan kampung di kawasan miskin ini, ketika ditanya tentang tetangganya sendiri yang jarak rumah mereka adalah 0 mm, untuk semua pertanyaan yang aku ajukan jawaban mereka adalah TIDAK TAHU.
kalau kita kembali coba menimbang pepatah sosial lama yang bilang bahwa manusia itu makluk sosial yang kodratnya adalah hidup bermasyarakat, tidak bisa sendiri -- masih berlakukah dalam kasus ini?
interaksi mereka dengan tetangga mungkin hanya ketika ke warung. itu saja. selebihnya hidup mereka ada di balik triplek rumah luas 10 m2 mereka.
jadi mungkinkah kita tarik sebuah kesimpulan (yang aku yakin bukanlah final) bahwa individualisme atau sosialisme itu tidak tergantung pada "status", pada "kepemilikan"..
dua-duanya adalah universal..dan atau malahan kodrati dimiliki oleh semua orang?
MISKIN / KAYA
hal hal menarik...
kemudian di kepalamu juga telah tersusun rencana, urutan untuk wujudkan semua yang menarik itu tadi...
sebelum tidur itu adalah pekerjaan wajibmu...
hal2 menarik itu tidak jarang langsung juga sampai di mimpi2 mu...
tentu memberi nilai artistik atas semua hal menarik itu tadi
ketika terjaga
sebagian kecil dari hal hal menarik tetap ada di kepalamu
sebagian lagi tingal tak mau nyata di mimpimu
sebagian lagi siap untuk jadi nyata..
me nyata kan hal hal menarik yang ada di kepalamu ketika kau beranjak tidur tadi malam bukanlah hal mudah..
sangat susah...
seperdelapan hari pertama mu sudah disibukkan dengan rutinitas..
seperempat harimu sudah disibukan dengan
ok
ya
tidak masalah
untuk semua ekspektasi
untuk semua permintaan tolong
untuk semua perintah
yang dengan sekenanya dan dengan kuasanya merobohkan semua hal hal menarik yang ada di pikiranmu ketika vkau akan beranjak tidur semalam...
dan di seperdelapan malammu yang tinggal sebelum tidur...
kamu kembali menemukan hal hal menarik yang kamu yakini lagi pasti terlaksana besok...
walau di atasnya yang paling kau yakini adalah semua hal hal menarik itu tidak akan terwujud..
keesokan harinya...
buku
waktu Sd aq akan mencari buku atau malah ketika ad yang datang ke rumah atau pun ketika aq pergi ke rumah orang..
dari pada ngobrol atau bercanda dengan tamu atau dengan si juragan yg punya rumah rumah, aq lebih memilih hilang dalam buku --> buku dalam hal ini buat pelarian dari rasa maluq memandang atau ngobrol dg orang lain...
kemudian ada begitu banayk buku menarik tentang anak remaja --> biar bisa dianggap gaul juga ama teman aku lahap buku2 itu.. ad hal2 yang aq tiru..ya biar gak dianggap ketinggalan.. --> yup buku adalah sebagai referensiku unutk gaul aman teman2..
kemudian ada diskusi buku..ada bazaar buku..
aq tahu begitu banyak buku...
dan aq diwajibkan membaca banyak buku di kuliahan..
buku bukan hanya sekedar pelarian karena aq malu atau cari referensi buat gaul...
tapi..
buku emang dah jadi sahabat n kekasih q..
dalam keadaan apa pun..
sedih senang..
duka lara..
bahagia tertawa..
aq pasti cari buku..
n pasti rasa2 itu juga yg timbul ketika aq bacabuku..
semuanya terisi..
otak, hati, perasaan..
pikiran..
semuanya...
aq belajar kenal orang..
analisa orang..
tahu karakter orang..
lihat dunia..
melalang ke tempat yg ga mungkin banget aq datangi...
belaajr suku
religion..
adat
kebiasaan..
habit..
semuanya..
ada ketika ku buka haalman buku...
semaunaya ada di sana
di buKu_-_
cuma 3 hal
Di semua hal pasti kita temukan ini, walau dengan ungkapan yang berbeda, misalnya ujung, tengah dan pangkal; dengan makna yang sama.
Tengah dianggap adalah badan.
Akhir dianggap adalah kaki.
Awal vs kepala
Bagian awal dalam sebuah teks itu adalah ibarat kepala. Ketika pertama kali bertemu orang, biasanya yang pertama dilihat adalah kepalanya. Yup! Disana ada rambut, mata, hidung, mulut by themselves, plus tambelan dandanan yang dimaksudkan untuk memberi kesan tertentu bagi orang yang bakal ditemui.
Begitu juga dalam teks. Sebagai kepala, si penulis memberi ‘dandanan’ spesial di sini, sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dan tentunya untuk menarik orang membaca kelanjutannya.
Kembali ke kepala, terkadang dandanan di muka bisa menarik orang yang melihat kenal lebih jauh toch..:p
Tengah vs badan
Ada apasiy dibadan? Ada bagian yang bisa terlihat dari luar tapi juga ada bagian yang tersembunyi, seperti hati, jantung, lanbung dan apa lagi lah itu.. badan lebih panjang dari kepala dan lebih kompleks.
Bagian tengah teks sering disebut sebaagi isi juga begitu. Semuanya dibahas. Panjang dan terkadang jelimet. Kalau mau analisanya ya harus di’bedah’ satu-satu. Ibarat badan tadi, harus di cek dulu jantungnya, hatinya, empedunya dan lainnya. Namun yang harus disadari adalah jangan sekedar menjadi mutilator. Harus diingat bahwa semua organ yang memiliki fungsi dan bentuk yang sendiri sendiri itu saling berhubungan dan saling menopang.
Badan juga biasanya ‘didandani’àbiar matcing gitu lho ama kepalaJ
Di teks, dandana itulah argumen, pembuktian, bantahan, dugaan, dan sebagainya à yang nyambung tentunya ama kepala eh pembukaan teks maksudnya.
Akhir vs kaki.
Pada bagian akhir sebuah teks biasanya terdapat kesimpulan-kesimpulan dan hasil dan hasil..
Secara anatomi, kaki adalah bagian paling bawah pun kesimpulsn-kesimpulan ini dalam teks.
Terkait fungsi kaki, kaki untuk melangkah..melangkah ke suatu tujuan atau tempat yang memang sudah di fikir oleh kepala, dipertimbangkan oleh kepala dan hati, apakah pas untuk kepala dan badan kah?
Nah di dalam teks, biasanya di akhir sekali, ada pertanyaan atau satu sikap dari penulis, yang memperlihatkan kepada kita ke ‘arah’ mana ia akan pergi. Tindak lanjut dari apa yang sudah diuraikannya.
Yup. Itu hanyalah analogi-analogi personal...
Senangnya masih bisa bermain analogi^.^
sunat perempuan
hal ini menimbulkan pro kontra.
PRO --> itu kan memang salah satu kewajiban kita selaku umat muslim. ya pihak rumah sakit hanya membantu masyarakat saja. jangan sanpai repot atau malahan bingung mau melakukannya dimana.
KONTRA --> yang di 'sunat' / di potong pada perempuan ini adalah klitorisnya. study menunjukkan bahwa jika klitoris ini diambil maka perempuan tidak akan pernah merasakan orgasme saat berhubungan intim. nah tindakan pengambilan salah satu syarat perempuan mendapatkan orgasme ini, hanyalah salah satu cara dunia patriarki mengekang, menghantam atau menomorduakan perempuan.
ada juga yang berpendapat bahwa tujuan sunnat ini adalah biar wanita tidak liar, tidak binal..--> jawaban yang sungguh bernada patriarki.
my personal respons:
--> bingung apa benar adanya tidaknya ujung klitoris itu merupakan syarat seorang perempuan bisa orgasme --> belum pengalaamn euy..
--> tetapi kalau alasan sunnat adalah biar perempuan tidak liar, tidak binal --> memangniy ga bisa diterima niy.. perempuan bebas berekspresi dan menunjukkan dirinya --> kalau pun tampilannya kemudian menjadi binal atau malah sangat tertutup --> itu pilihannya masing-masing. tidak ada seorang pun yang berhak memilihkan apa yang terbaik untuk orang lain.
Piuhhh..
memang harus diperbincangkan dan 'diobok-obok' terus niy tubuh perempuan...
love n friendship
aPa sih yang ada di pikiran kita semua ketika mendengar kata Love and friendship??????????
Mungkin, ketika mendengar kata love, yang terbayang oleh kita adalah suasana tadi siang di mall: beberapa pasangan saling bergenggaman tangan mesra, beberapa cewek gelendotan manja kepundak cowoknya, ato ada satu dua cowok yang mencuri2 kesempatan untk sekedar ngecup kening ceweknya. (itu semua mungkin memang atas dasar love!)
Lalu, ketika mendengar kata friendship, yang terbayang di kepala kita mungkin tetap suasana tadi siang di mall: beberapa cewek abg yg masih memakai seragam sekolah jalan2 sekedar untk window shopping, beberapa karyawan kantoran(5-6 org) lunch sambil ketawa ketiwi, beberapa cowok sibuk diskusi heboh di tiko komputer, ato beberapa ibu2 sibuk memelih2 baju dari box Sale( seringkali kita anggap mereka adalah 'sahabatan..")
tentunya ukuran cinta dan persahabtan tidak sedangkal itu. Yang diatas hanyalah ubgkapan dangkal tentang arti keduanya itu. Tapi sepertinya kalau ditilik lebih jauh, dibilang dangkal tidak juga, coz ada hal2 prinsip tentang keduanya yang akan kita lihat disana.
Umumnya kalo sedang mrnjalin cinta bukankah kita memang hanya dengan satu orang, dan hal yg dilakukan ya itu2 aja...hehe.
Kalo ditanya sahabat sering kita menyebut lebih dari satu nama. Banyak banget terkadang.......
Sebenarnya ada yg ingin i ungkapin, dan mungkin ga terlalu berhubungan dengan 'ilustrasi' di atas...
Dalam cinta, sering kali qta egois. Kita mencari seseorang yang pas buat qta. terkadang jika tidak pas qta dengan cepat mengambil keputusan untuk membuangnya, dengan alasan 'daripada kesananya ga enak'.
Dalam persahabtan jangan coba2 egois. Kalo itu yg qt lakuin qt ga bakal punya kesempatan untuk membuang sahabat qt, tapi qt yang sendirinya akan terbuang dari rantai persahabatan itu.Dalam persahabtan, qt bukan hanya dituntut untuk untuk menyediakan telinga guna dengerin smua curhatan sahabat qt, tetapi juga dituntut ke sediaan qt , kepercayaaan qt untuk percayaan sebagian rakhasia qt untk sahabat.
Emang gitu?????!!!!!!!! Semuanya masih akan tetap jd perdebatan.............
alur lain perselingkuhan...
ada banyak mungkin, tapi tak jauh2 tentunya dengang per pos an...
yup..stamp alias prangko..yang nempel di surat-surat...
kalau anda ke bandung, n ke salah satu corner jalan riau, anda akan temukan STAMP raksasa...
eittt..tunggu dulu..
bukan berarti perangko berukuran super duper gede...tapi STAMP disini adalah nama sebuah FO a.k.a factory outlet..
terkait dengan sifat nempelnya perangko, yup..f.o STAMP ini nempel banget emang ama kantor pos pusat bandung di jalan ini...
pemilihan nama STAMP pun, sepertinya terkait juga dengan keberadaan f.o ini disini...
f.o sepertinya adalah salah bentuk usaha 'lain' PT pos bandung...
tapi luar biasa..pos melepas hampir separo lantai 1 nya untuk f.o ini..
n barang-brangnya? tentunya mahal mahal n branded dong...
untuk memanjakan lebih pengunjungnya, tersedia juga kafe Filateli (another kind of post's stuff right?) ..kafenya nyaman..cuma sedikit tempat duduk..mungkin berbanding lurus dengan harga yang mahal--> so..ga semua orang mampu bayar mahalkan?
lalu muncul kemudian pertanyaan..atas dasar apa ya pos bikin f,o?
ada beberapa asumsi. pertama, karena latah. daerah sekelilingnya kan berjamur banget f.0 f.o... kedua, karena produk-produk pos sudah tidak teralu laku lagi..daripada mengirimkan surat, orang lebih suka sms an atau chatting atau kirim email...sebagian berpendapat "kirim surat, ketinggalan zaman banget sih.."...
tapi, apa pun alasannya..fenomena ini menggelitikq pengen tahu alasannya...
n apakah diperkenan pos membuat usaha seperti ini? kalau bikin akademi atau sekolah sepertinya mais bisa dimaklumi ya..
tapi f.o gi tu lho..
modalnya darimana? ada insentif swasta kah? atau pure dari pos..?
kalau memang ada insentif swsta, wah nambah lagi niy perselingkuhan antara pengusaha dan penguasa...
BUSYET DECH..
i know
and i know that i'll die
the in between is mine
i am mine (pearl jam)
aku berhak lakukan apapun
di waktu kini...
aku berhak mencipta pun
memusnahkan
aku berhak tertawa lepas pun meraung
menangis
aku berhak ikut menari pun
terdiam di pojok
semua memberiku juga kewajiban
aku wajib mengikuti sampai mengabdi
aku harus patuh sampai nurut
tidak boleh todak aku harus menyembah
kalau hidupku milikku
kenapa aku dibebani tanggung jawab
kalau hidupku milikku
kenapa ketika aku hanya minta hakku
mereka bilang harus diseimbangkan
dengan kewajiban
tentunya jika hidupku milikku
aku boleh ambil hakku saja
tanpa jalankan kewajiban dari mereka
aku boleh juga (kalau aku sedang berbaik hati)
ambil sedikit hakku dan jalankan semua tugas
semua terserah aku
hidupku aku yang punya
aku yang rasa sakit dan tidak
mereka tau apa tentang aku
mereka cuma sok tahu tentang aku
mereka tak berhak atas aku
aku yang berhak atas aku
aku tau yang kumau, yang kubutuh
atau yang harus kumuntahkan, mungkin
ke muka mereka
RAKYAT “GUSUR” MISKIN
ibu-ibu yang menangis, anak-anak yang menjerit..ketika rumah mereka dihancurkan oleh SATPOL PL, terlintas bapak-bapak yang dengan tatapan nanar sambil memeluk beberapa dagangan yang terselamatkan, atau ibu-ibu yang mengapit dompet tipis berisi uang hasil dagangannya sambil menangis dan mereka Cuma bisa melihat lapak-lapak dagang mereka dihancurkan oleh SATPOL PP.
VOlonTAiRES
Thursday, December 29th, 2005
Ketika dengar kata Volontaires a.k.a relawan, mungkin yang ada difikiran qta adalah ,sekelompok orang yang sedang di Aceh, membantu sodara2 qt yg kena musibah dsn. Ato juga, kegiatan2 Charity yang diadakan oleh artis2 top…
Tapi aq ngerasakan dimensi yang berbeda ketika aq ikut kegiatan yang bersifat volontaires…Memang aq bukanlah salah satu relawan tangguh yg pergi ke aceh membantu sodara2 qta dsn. Dan yang pasti aq bukanlah seorang artis yang gemar melakukan kegiatan charity…
Aq coba ikut sebuah LSM yg membutuhkan beberapa relawan untuk membantu program mereka…Ya seperti LSM yang lain tentunya ga akan jauh2 dari urusan membantu orang lain atau menjaga kelestarian alam atau mengajak/menyadarkan masyarakat bla bla bla….
Lsm q bergerak di bidang lingkungan. Salah satu programn7a adalah mendirikan klub lingkungan di smp2. Tentunya dengan tujuan akhir, para anggotadi klub ini jd motor bg tmn2nya yg lain, agar menjaga kelestarian lingkungan, mencintai lingkungan, tau kebersihan, bla bla bla….
Disini kynya aq akan bhs panjag lbr tentang program itu, tp aq ingin beberkan bbrp hal yang aq dapt selama ikut kegiatan ini:
1. Pertama aq dapat tambahan teman. Pertama kali aq ikut pelatihannya aja, aq udah dapat lebih dari 20 orang baru. Orang2 unik yang msg2nya memberikan aq pelajaran2 berharga tentant pertemanan, tentangvisi masa depan, tentang pergaulan, ataupun tentang diriku sendiri…..:)
2. Tentunya aq dapat tambahan pegetahuan. Dalam hal ini, tentang lingkungan tentunya. Seperti tentang sampah, taman kota….(Aq jg dapt tips2 seru seputar ‘perplastikan’…:p)
3. Ketika aq udah terjun ke lapangan dan menghadapi anak2 smp, aq baru sadar. Ternyata kemampuanq untuk menguasai anak2 itu sangat kurang. Sering kali ktk aq ngomong di dpn kls, mrk pd ngobrol…Bahasa yang kupilihpun terkadang ga begitu mereka pahami…Sehingga dari hari pertama aq mulai aq berniat untuk memperbaiki semua ini….
4. Sabar. Itu adalah kunci menghadapi anak smp (karena mrk sgt kritis, bkn hanya krn mrk mmg pntar, tp juga krn pgn nunjukkin eksistensinya, jd mrk akan berupaya sekuat tenaga untuk unjuk diri….)
5. Ketika dalam melakukan kegiatan yang bersifat relawan, kita harus fokus dan ikhlas. Karena ini bersifat relawan jadi tentu aja, ga akan ada imbalan materil yg byk…
6. Semuanya harus kita jadikan pengalaman. Namanya pengalaman, pasri ada suka dan dukanya. Kalo suka jangan hanya dijadikan sebagai untaian kata mutiara yang hanya dibaca2….tApi jadikanlah patokan yang harus dicapai di kesempatan lainnya…Dukanya jangan dijadikan kata2 sampah yang akhirnya akan melahirkan sumpah serapah dan caci maki….Tapi jadikan sebagai sarana untuk introspeksi diri…
7.KAn ada hal2 yang tak terduga yang kita temui….(apakah berhubungan denganoraqng lain, dengan sesuatu masalah, tentang diri pribadi ataupun tentang Cinta…:))
Akhirnya aq cuma mo bilang, selama itu positif lakukan!Selama kamu pnya waktuluang dan nggak cr profit, lakukan! Pengalaman sewaktu jadi relawan ga akan pernah ditemukan di kampus ato di tempat ‘kerja’…….
Satu patah kata, bisa jadi obat bagi orang yang sakit…
satu senyuman, bisa jadi penenang bagi orang yang kesusahan…
satu uluran tangan, bisa jadi dorongan untuk bangkit bagi orang yang sedang terduduk ‘kalah’…
Satu tindakan pasti, bisa jadi sejuta manfaat bagi orang lain yang membutuhkan….