Senin, 27 Desember 2010

perwari menteng 35

Diskusi I
- Buku “mengayam beda memelihara bangsa” dibuat seprti klipingan klipingan. Jangan meremehkan kliping, karena kliping ini penting dan Sebagain besar karya Pram itu berdasarkan kliping kliping Koran.
- Yang sering dianggap sentral di kelompok minoritas adalah soal agama dan ini yang kemudian menimbulkan pembatasan pembatasan lain berbasis sikap orang lain ke mereka.
- “perempuan perempuan kramat tunggak”  Endang-Menkes sekarang
- Logika terbalik balik “ di Aceh pada saat puasa semua restoran wajib tutup termasuk restoran milik non muslim dan hanya boleh buka pada saat akan berbuka puasa dan diwajibkan bahwa yang berkunjung ke sana adalah yang non muslim. “a quoi ca sert?
- Indonesia opportunis?  saat Gonzales itu bernaturalisasi menjad iwni, disahkan saja dn malah dielu elukan karena memang dia menjadi pemennag Indonesia di laga bola baru baru ini dan membawa Indonesia ke final. Tapi yang lain yang tidak menguntungkan _misal etnis tionghoa” sangat lama untuk hal ini
- Setara institute dan wahid institute baru baru ini melakukan riset dna mereka sudah melaunchig hasil riset mereka baru baru ini dan mereka dapati bahwa di jabodetabek, itu masyarakatknya sudah sangat tidak tolerance contohnya pada saat pendirian ruma hibadah di lingkungan mereka
- Di beberapa cara televise sering menampilakn tayangan yang memperlihatkan stigma bahwa yang baik tiu adalah yang alim ulam yang berjenggot dan bersorban. Sedang yang jelek itu orang digambarkan seperti berpaakaian seperti kaum penghayat. Ini kemudian menimbulkan kegelisahan pada kaum pewnghayat karena menstigmaan yang sepreti ini.  langkah yang bisa diambil oleh kaum penghayat apa? Mereka bisa mendata sedetail mungkin dan melaporkannya ke Komisi Penyiaran Indonesia

Diskusi II
- Setelah sebuah buku itu selesai maka itu adalah milik pembaca. Namun padaa saat penyusunan sebuah buku, kita harus pastikan bahwa kita semua data yang kita punya itu ada sumbernya.
- Sehingga untuk yang ditas, kita brani karena salah  lbih baik ada 1000 buku yang salah tapi dipublikasikan, dari pada 10 buku yang katanya bagus tapi tidak pernah dipublikasikan,
- Uu pornografi itu karena menganggap raga rasa dan bukannya ragam rasa. Ragam rasa adaalh keberagaman rasa yang dimiliki oleh konsep adat.
- Taufik Raden : Tentang dharma agama dan dharma Negara. Dharma agama itu ada di pancasila silal 1-2. Dharma Negara it uada di sila 4-5. Dan gabungan atau penyatuan dari duaduanya ada di sila 3. Ctt: agama disini adalah system kepercayaan di masyarakat (kebudayaan).
- Masyarakt bali mendefinisikan bahwa sensualitas itu bukan soal raga, tapi soal waktu.  ada suatu waktu dimana orang orang terbuai dan hasratnya membuncah untuk dunia, saat itu bunga bunga berebaran, dan orang orang slaing berkasihan.  jadi sensualitas itu bukan soal raga tapi soal rasa.
- UU Pornografi Amerika itu hadir pada tahun 70 an dipicu oleh adegan oral seorang bintang film porno, dan masyarakat pikir perlu untuk mengatur hal hal ini.
- Tapi kemudian ini tidak muncul dan sampai skearang amerika hanay ada satu uu pelacuran yaitu di las vegas selebihnya tidak ada
- Fatwa MUI itu keabsahannya sampai dimana kah? Karena untuk undang undang pornografi ini, itu dijadikan peganggan dan dasr pemikiran juga.
-

Urbanisasi

Sejarah urbanisasi
Urbanisasi awalnya disebabkan karena munculnya revolusi Industri pada 1769 akibat penemuan system mesin oleh James Watt yang secara berlipat meningkatkan kapasitas produksi tekstil dari semula bukan mesin. Penemuan demikian diikuti oleh penemuan teknologi berikutnya seperti system kendaraan di atas rel, kapal laut bermesin, gerobak roda empat bermesin, penemuan system listrik, pesawat terbang, satelit, computer serta produk turunannya dan seterusnya.
Sejak itu, maka selain kebutuhan hidup manusia menjadi meningkat, pada saat yang sama variasi jenis lapangan kerja manusia juga semakin meluas. Sesuatu yang sangat jauh berbeda dibanding masa sebelum ditemukannya system mesin oleh Watt.
Bila semula kesempatan kerja umumnya terbatas hanya sejauh lingkungan desa, sejak itu mulai muncul fenomena baru “ perjalanan ke tempat kerja”, karena mobilitas manusia dan tempat kerjanya tak lagi hanya sebatas lingkup desa yang sama atau sekedar pada “desa sebelah”, namun bahkan sampai sejauh 70 km atau lebih pada kota lain pulang balik setiap hari dengan kendaraan darat baik di atas rel atau jalan tol, atau bahkan sejauh ribuan kilometer dengan pesawat udara seperti untuk pekerjaan pekerjaan awak pesawat, pejabat pejabat itnggi Negara atau swasta, wartawan dan sebagainya. Variasi kesempatan kerja manusia sejak itu tak lagi hanya sebatas lingkup “desa”, namun terbanyak justru pada lingkup kota.



Diagram 1:
Pola perpindahan penduduk di Negara maju sejak lahirnya Revolusi industry (1769) sampai akhir abad 19 (1850-1900)










Diagram 2:
Pola perpindahan penduduk di Negara maju sejak pertengahan tahap kedua pembangunan daerah (1900-…)
Urbanisasi dan kemunduran pertanian?

Sampai hari ini untuk masalah “ pengentasan kemiskinan” kita masih berdebat tentang perlu tidaknya mengaitkan pembangunan pertanian, pedesaan dan wilayah tertinggal dengan pembangunan system kota dan menciptakan sebanyak banyaknya masyarakat kelas menengah. Sementara itu penduduk di inggris sejak tahun 1900 telah sebanyak 80% tinggal di perkotaan dan tak terdengar di sana terjadi kemunduran pembangunan pertanian sehingga bahan makanan harus diimpor.
Sampai hari ini Inggris masih tetap merupakan salah satu pengekspor alat alat industry pertanian modern utama di dunia, menandakan bahwa pembangunan pertanian di sana tidak surut, namun dimodernisasikan. Di Australia, AS, Jepang dan Belanda atau banyak Negara maju lainnya jumlah petani merosot, namun produksi pertanian justru semakin meningkat. Uraian ini kiranya dapat menjawab pro kontra masalah urbanisasi.(?)
Urbanisasi sebagai fakta arus nasional tak terbendung

Urbanisasi sebagai arus nasional oleh Negara maju diakomodasikan, dikelola dan disalurkan pada system persebaran perkotaan yang merata di seluruh negeri. kondisi ini selain tak merusak justru membawa kemajuan ekonomi social.

Di banyak Negara berkembang, khususnya karena pengaruh “agropolitan” dari Friedmann dan Douglass (1975) yang sangat membela pertanian dan desa (namun mencerca habis sains perencanaan kota) dimana kala itu tingkat urbanisasi di Asia memang masih sangat rendah (dibawah 20%) dan dikatakan bahwa “Asia tak pantas membangun hierarki kota dan hanya perlu membangun agropolitan (kota di ladang) saja”. Akibat pengaruh itu cukup tragis. Sampai hari ini pandangan itu tetap dianut secara luas di Indonesia, padahal tingkat urbanisasi kini (2005) 40% dan akan menjadi 60% pada 2025 (Bappenas dan PBB).

Patriarki.

(1) Apa itu patriarki?
Patriarki adalah Norma hidup bersama sebagai laki bini/ suami istri (monogami atau poligami) yang didukung unsur budaya dan diperkuat oleh semacam pemaksaan sosial secara sistematis (oleh negara/ tetua adat), sebagai satu-satunya penyelenggaraan kehidupan berkeluarga yang seharusnya, menempatkan ayah sebagai kepala atas keluarga/ keturunan & rumah tangganya, dan mendudukkan perempuan menurut kemam-puan reproduksi & posisinya dalam keluarga.
Dengan demikian, patriarki:
 Membentuk dua kutub biologis sehingga à arti khusus bermuatan kekuasaan dilekatkan ke ‘jenis kelamin’
 Menggunakan gender untuk menandai & membenarkan hubungan kekuasaan serta mendistribusikan keistimewaan dan beban
 Mengatur kehidupan menurut hirarki yang bertumpu pada gender & ruang [kehidupan] yang terpilah menurut gender
 Terlalu menyederhanakan keberagaman, kemenduaan/ keantaraan pengalaman manusia lewat penghakikatan, pemukulrataan dan penarikan garis tegas yang membagi manusia atas laki-laki & perempuan
 Menetapkan norma dan peran sosial yang ketat, datar dan sempit terhadap jenis kelamin
 Mendisiplinkan, menghukum dan membungkam pengalaman manusia yang tidak sesuai dengan ideologi/ pola pikir patriarki.

Hirarki patriarki
Laki-laki
pemimpin penyerang pelindung pencari nafkah
kuat tegas berdaya tahan kokoh strategis
mencintai/ bersenggama dengan perempuan secara biologis


Perempuan
Ibu rumah tangga; pembantu; pengikut; korban; tanggungan
Mengandung & membesarkan anak; lemah; cantik; patuh
mencintai/ bersenggama dengan laki-laki secara biologis
(2) Apa dampaknya terhadap diri kita sendiri dan kehidupan kita?
Efek terhadap perempuan:
 Diperlakukan sebagai objek: tak punya kehendak/ tujuan sendiri (sebagai tanggungan, tambahan)
 Sebagai barang dagangan: milik keluarga, suami, bangsa (objek seks, mahar/ upeti, iklan)
 Sebagai alat/ sarana: untuk meraih sasaran lain/ yg lebih tinggi, misalnya kesejahteraan laki-laki/ suami, keluarga/ anak, masyarakat/ bangsa-negara (tenaga kerja tak dibayar)
 Diidealkan/ dihujat: beban etika dan kemurnian budaya [dituntut menjaga kesucian, dituduh sebagai penyebab kejatuhan lelaki]
Ctt:
Pernah dengar pemerintah mau mmeperlakukan bahwa orang Indonesia (perempuan) yang nikah dengan asing, maksa orang asing harus beli kita dengan sejumlah uang? Di sini perempuan diperlakukan sebagai sebagai barang dagangan.
Kita sering salah ketika bilang, “hanya ibu rumah tangga” padahal sangat rumit kerjanya dan tidak dibayar. Hal ini terkait dengan efek perempuan “sebagai alat/ sarana” menjadi tenaga kerja yang tidak dibayar.
Efek terhadap laki:
 Pria dinilai lebih penting daripada perempuan: pria adalah pemimpin, penyerang, pencari nafkah, pelindung
 Pria diberi keistimewaan (kekuasaan untuk mengambil keputusan, kendali atas sumber daya materi, kewenangan untuk menggunakan kekerasan, kewenangan atas tubuh perempuan)
 Patriarki membebani pria dengan peran gender yang datar dan sempit dan mengabaikan/ menyangkali kebutuhan emosi, jasmani dan rohani
 Pria digunakan sebagai pasukan infanteri/ prajurit yang berperang dengan berjalan kaki/ pagar betis untuk mempertahankan sistem dominasi patriarki
 Patriarki membuat diterimanya secara luas pandangan bahwa kekerasan, hirarki kekuasaan dan sikap agresif merupakan bagian dari kejantanan laki-laki sebagai makhluk heteroseks
Ctt:
Karena kontruksi masyarakat yang merekonstruksi itu dan ia yang diberi sekian banyak privilege maka ia ada kemungkinan akan juga mengalami diskriminatif bagi yang tidak bisa menjalaninya.  ia jadinya terbebani, karena keburtuhan emosinya juga dibatasi.
Zaman dahulu, ibu ibu kita sering bilang jangan nangis buat laki laki dan Bahkan sekarang, biu ibu muda bilang juga bilang “anak perempuan harus rapi harus manis, kalau laki main lempar ya itu juga anggap itu biasa.” Jadi diharapkan bahwa kita semua ini bisa mendidik anak anak kita untuk tidak patriarchal. Harus mulai dari sekarang, membuat laki laki punya perasaan yang lebih toleran terhadap perempuan.
Efek patriarki itu bagi perempuan dan juga buat laki laki. Jadi buat yang punya anak laki dan suami juga diajar untuk mengungkapkan emosinya sehingga jika ia marah itu tidak meledak.
Penitikberatan peran sebagai ibu yg melahirkan anak, istri & ibu rumah tangga:
 mempunyai efek dan maksud yang
 Menyangkali subjektivitas dan hak perempuan atas tubuh dan seksualitas mereka sendiri dan menolak mengakui
 perempuan sebagai makhluk merdeka dan sederajat yang mempunyai sumber perwakilan dan nilai intrinsik [bawaan] sendiri, dan membuat diterimanya secara luas pandangan
 bahwa perempuan harus berahi dan tunduk pada laki-laki.
Ctt:
 Perempuan harus berahi  hnaya kepada laki laki, tidak boleh ke perempuan.
 Misal ketika kita tidak siap untuk hamil kita tidak boleh menggugurkan , karena normanya begitu. Padahal ini tubuh kita, atau karena perkosaan.orang lain yang memutuskan sesuatu untuk kita, karena dianggap anak itu adalah anak social.

Apa itu kebebasan?

Kesimpulannya, patriarki itu:
 Melanggar/ membatasi kebebasan jiwa/ internal
 Membobol ruang pribadi/internal ber-dalihkan norma sosial, budaya dan moral
 Melanggar hak membentuk diri sendiri
 Mendistorsi/ membengkokkan dari dalam
 Melalui penyelenggaraan sistem hukum, politik dan ekonomi
 Diskriminasi, ketidakadilan, kekerasan, penindasan and dominasi
(3) Cara kerja & cara bercokol
• Hegemoni: tampak alamiah sebab struktur kekuasaan tak terlihat, terjadi internalisasi norma/ aturan pendominasi perempuan & partisipasi “sukarela” dengan cara:
o Rotan jika membangkang, imbalan jika patuh
o Memecah-belah, lalu menguasai
• Membaur dengan sistem penindasan & pendominasi lainnya – saling melengkapi dan memperkuat, kadang bertentangan
Patriarki dan garis singgung (intersectionality)
Laki-laki – kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras yang dominan, lebih tua – kepala rumah tangga/ klan
Anak laki-laki/ pemuda – dari kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras/ agama yang dominan Istri/ perempuan – dari kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras/ agama yang dominan
Anak perempuan/ perempuan muda - dari kelas atas, kelompok etnis mayoritas, ras/ agama yang dominan
Laki-laki: pria kelas pekerja / kelompok etnis mayoritas atau kelas pekerja/ kelompok etnis minoritas
Perempuan: kelas pekerja / kelompok etnis mayoritas atau kelas pekerja/ kelompok etnis minoritas
Laki-laki: kelas pekerja/ etnis minoritas, kelompok seksual minoritas, ras tertindas, dll.
Perempuan: kelas pekerja/ etnis minoritas, kelompok seksual minoritas, ras tertindas, dll.

CTT:
INI yang kita mau ingatkan bahwa diskriminasi itu sangat luar biasa efeknya terhadap perempuan. bayangkan jika lansia yang tidak menikah, dari ras minoritas, kemudain miskin dan itu diskrimintatifnya juga sangat dalam.
Intersectionality ini bisa juga, karena di dunia patrarki hanya ada perempuan laki perempuan laki: lalu misalnya lansia, minoritas, lesbian , miskin  udah mati deh di Indonesia.
JADI KITA jangan terpaku pada diskriminasi terhadap perempuan saja tapi ada juga intersection intersection ini.
Ada gambar yang lebih jelas menggambarkan tentang intersection ini.







Ket:
Yang di tengah itu adalah Perempuan dan dia jadi Korban dari semua peran gender yang diharapkan oleh social. Kenapa perempuan itu bisa menjadi korban kekerasan ganda? Karena ada intersection tadi.

Being on top/ “berada di atas”

Ada seorang pedagang dan dia semacam tonggak yang sangat kuat di masyarakat dan ingin melindungi anak perempuanya yang sudah seperti apel yang sudah matang, banyak berair dan siap di petik. Dia bilang ke anak perempuannya:
“ Laki laki di dunia itu sangat licik, maka kamu harus berhati hati agar tidak membuat malu dirimu dan keluargamu. Laki laki itu maunya Cuma satu. Mereka punya banyak akal bulus, mereka tidak akan berhenti sebelum melampiaskan nafsunya. Saya Cuma ingin menjaga kamu agar tidak jadi noda dan jadi aib keluarga. Jadi dengarkan ceritaku baik baik.

Pertama, laki laki akan mengagumimu, memuji kecantikanmu. Kemudian dia akan membanjirimu dnegna kata kata yang manis dan mengundangmu untuk menghabiskan waktu denganmu, kemudian dia pura pura ketinggalan kunci dan mengajakmu ke rumahnya. Di rumahnya, dia akan mempersilahkanmu untuk duduk dan menawarkan kepadamu untuk minum dan ia akan duduk di sampingmu dan memasang music yang sangat lembut. Dan pada saat yang tepat ia akan bertindak. Dan kemudian ia kaan memaksa diri dan tiba tiba ia sudah ada di atas kamu. Maka kamu dan keluargamu akan malu, reputasi kita jadi rusak”.

Sang anak sangat memperhatikan petuah ayahnya dengan sangat serius dan bertekad untuk tidak akan memberikan aib pada keluarga dan dirinya.
Beberapa saat kemudian, anaknya mendatangi ayahnya dan berkata ,
“Papa, apakah papa tukang sihir? Karena apa yang papa katakan benar benar terjadi. Pertama, ada laki laki mengagumiku, memuji kecantikanku. Kemudian dia membanjiriku dengan kata kata yang manis dan mengundangku untuk menghabiskan waktu denganku, kemudian dia pura pura ketinggalan kunci dan mengajakku ke rumahnya. Di rumahnya, dia mempersilahkanku untuk duduk dan menawariku minum dan ia akan duduk di sampingku dan memasang music yang sangat lembut sampai kami terlena. Dan pada saat yang tepat ia akan bertindak tepat pada waktu itu saya ingat petuah ayah, saya tahu apa yang akan terjadi. Jadi saya kasih tahu, bhawa saya memang pantas jadi anak perempuanmu. Jadi saat saya merasa adalah saat yang tepat untuk orgasme, dan dia mulai melakukan gerakan agresif saya memaksakan diri saya, untuk di atas dia. Saya melanggar dia, saya menjadi kebanggaan keluarga kita.”

Minggu pagi di Victoria park: Family tale with migrant workers frames



Karya: Lola Amaria
Pemain: Lola Amaria,
Titi Sjuman,
Donny Damara

Sinopsis
Sekar, seorang perempaun jawa muda, bekerja sebagai eorang pekerja migrant di hongkong. Dia “berhasil” sebagai seorang pekerja migrant, buktinya dia selalu rutin mengirimi orang tuanya uang sehingga bias membeli handphone, nyicil motor dan juga renovasi rumah. Tapi, beberapa lama kemudain, Sekar tidak lagi mengirimi keluarganya atau pun sekedar memberikan kabar.

Bapaknya pun berinisitaif untuk menyuruh kakanya Sekar, mayang, untuk mencari Sekar ke Hongong dengan menjadi pekerja migrant juga di sana. Sebenarnya Mayang tidka mau dan tidak peduli dengan Sekar, akrena dari kecil dia merasakn bahwa ayahnya memperlakukan dia dan Sekar adiknya secara berbeda, karena sekar selalau juara sedang ia tidak. Dan Mayang juga berpikir bahwa sekar itu lebih menarik dan semua laki laki yang lihat pasti suka, sedang dia tidak. Dan pun ketika sudah dewasa dan sekar kerja di hongkong dan “berhasil” sementara ia hanya jadi buruh di kebun tebu dengan upah yang sangat sedikit, bapaknya makin menyudutkannya sebagai anak ayng tidak bias apa apa, tidak bisa membahagiakan orang tuanya. Tapi karena dipaksa dan bapaknya juga sudah mendaftarkannya secara diam diam ke pjtki di kampungnya, maak dengan terpkasa mayang bernagkat ke hongkong jadi pekerja migrant sambil mencari sekar.

Di hongkong, mayang antara niat nggak niat cari sekar, karena latar belakang hubnugan mereka tadi d dan perlakuakn bapak merea tadi. Tapi sampaisuatu ketika, dia mengetahui bahwa sekar terlilit hutang di super kredit dan melakuakn segala cara untuk bias melunasi hutagnya, mayang mulai sadar dan juga nggak bias nerima kaalu adiknya, ayng dia “benci”, yang kesayangan bapaknya, melakukan pekerjaan tak “bermoral”, jadi pedila. Dia sanagat shock dan tidak bias membayangkan perasaan dan hati bapaknya jika tahu bahwa anak kebabggaannyaSEAKR BEGITU, HANCUR. MaYANG mula isadr bahwa ternyata ia sebenarnya sangat saying kepada sekar, dan selama ini dia Cuma cembru. Dan dia pun dengan bersungguh sdungguh mencari sekar.
Mayang menemukan sekar di kanar mandi flatnya saat mencoba bunuh diri. Namun mayang berhasil meyakinkan sekar bahwa ia masih berguna, masih banyak ayng saying dia termasuk dirinya sendiri dan mereka semua bersedia membantu sekar.
Akhrinya sekar lepas dari jeratan hutang dan berniat kembali ke Indonesia. Sedangkan mayang masih di hongkong kaerena kontraknya belum berakhir.

Menjadi pekerja migrant untuk mencari anggota keluarga: sebuah alasan baru!
Memilih bekerja kelaur negeri jadi walau hanya jadi pekerja rumah tangga, umum dipilih karena merasa sudah tidka ada harapan secara ekonomi lagi di indoensia. Lapangan kerja yang tidak ada, lapangan kerja yang tidka sesuai dengan kapasitas mereka hingga bayaran yang tidka seimbang dengan pekerjaan. Mereka, umumnya permpaun berbondong mendaftar ke pjtki untuk bisa kerja di laur negeri, dengan bekal seadanya dari pjtki namun dengna modal duit yang jutaan untuk mendaftar. Permpuan perempaun ini adalah anak abahkan suami dan ibu dari seseorang. Mereka yang bernagkat karnea mereka tidak mau nyusahin kelaurga ayng lain terus maalhan ingin menyenagkan kelauerga. Inni adalah alas an alas an uum kenapa seseorang memiloih bekrja di kluar negeri.

Dalam film Minggu Pagi di Victoria Park, ada alsan lain yang terlihat. Mayang dipaksa bapaknya kerja kelaur negeri bukan karena bapaknya ingin mayang mencari aung terus megnirimkannya pulang, tapi karena bapaknya ingin mayang mencari adiknya sekar ayng sudah terlbih dahulu menjadi pekerja migrant di hongkong namun sudah lama tidka ada kaabr.

Melihat hal ini, sontak pikiran saya beralih ke cerita cerita di Koran, dari teman ngo atau teman teman pekerja migrant sendiri bahwa banyak pekrja migrant kita yang tidak jelas kabarnya di laur negeri. Dan yang umum terjadi, ada kaabrnya jika sudah menjaadi mayat. Ini juga mungkin satu kekhawitran bapak mayang, sehingga sangat memaksa mayang untuk ke luar negeri. Dengan asumsi, kaalu mayang jadi pwekerja migrant sama seperti sekar dulu, kemungkinankan akan bergaul di lingukgna yang sama dan dengan ini diandaikan lebih gampang bertemu atau mendapatkan informasi tentnag sekar.

Jadi mungkin, dari jutaan perempuan indoensai yang menajdi peekrja migrant di laur negeri, bukan hal yang mustahi banyak diantara mereka bernagkat dengan alas an untuk encari anggota kelaurga mereka yang juga jadi pekerja migrant tapi tak ada kabarnya lagi. Dan jika pun minta informasi ke pjtki yang memberangkatkan, mereka lepas tangan.

Stereotype stereotype terhadap pekerja migrant!
Media massa kita sering sekali menampilkan kisah kisah sukses dari pekerja migrant ayng bekrja di laur negeri. Mereka digambarkan bisa kirim uang rutin ke keluarga mereka, sehingga kelaurga yang ditinggal bisa beli motor, handphone bahkan sawah. Stereotype ini juga tampak di film Minggu pagi di Victoria Park ini. Di sini memang digamabrkan sebagian besar para pekerja migrant di hongkong ini bisa memenuhi semua permintaan kelaurga mereka di indoensia. Tapi ketika mereka tidak bisa, mereka karena tidak mau dicap gagal di negeri orang, mereka pun berhutnag ke tempat kredit yang bisa mereka akses . Dari sini pun masalah kemudain berentet panjang.
Stereotype lainnya yaitu yang berasal dari orang asing di Hongkong itu sendiri yang menganggap bahwa perempuan perempaun pekerja migrant indoenesia itu mudah dibujuk rayu dan kemudian ditipu. Di film ini terlihat bagaimana seorang keturunan arab di sana yang memcari para perempaun pekerja migrant Indonesia di hongkong dan kemudian diporotin untuk ditraktir makan, shopping segala keperluan dia sepetri sepatu handphone dll. Dan ia tidak hanya memacari satu perempaun peekrja migrant tapi bebrapa sekaligus. Dan, ia juga tidka segan memaki, memukul pacarnya jika tidak mengikuti maunya dan atau jika lebih menggunakan uang mereka untuk dikirim ke kampong dari pada untuk memenuhi nafsu foya foyanya. Terhadap roang orang seprti ini, ada pekerja migrant yang kemudian berani memutuskan orang ini namun banyak yang tidak, yang tetap terlena dengan buaian dan rayuan gombal si lelaki penipu ini.

Cinta yang tak pernah kulo nuwun!
Percintan memang sering dijadikan bumbu pada fil film. Nasional maupun luar. Negitupun di Minggu Pagi di Victoria Park. Ada beberapa kisah cinta yang dihadirkan.
(1) kisah seorang pekrja konjen yang sering melakukan pelatihan untuk para pekerja migrant dengan salah satu pekerja migrant. Walau belum membuahakn hasil, namun sudah sanagat kentara bahwa si “bapak” sangat ingin menjadi kekasih si “anak hilang:.

(2) orang Indonesia ke Hongkong tak sedikit juga dengan tujuan untuk dagang atau membeli barang yang kemudian di jula di Indonesia. Dan mereka biasanya juga berdomisili di hongkong dan menungkinkan mereka untuk berinteraksi lebih dengan orang orang Indonesia di hongkong, termasuk dengan para peekrja migrant. Vinceent, serang pengusaha keturunan tinghoa juga melakuakn hal ini. dia sangat suka malah ke tempat tongkrongan parapekerja migrant dan bergaul dengan mereka. Dan tak diaayl bahwa percik percitaan kemudian timbul dan disajikan dalam film ini, dimana Vincent kemudian jatuh cinta dengan Mayang. Dan bumbu bumbu momen romantic juga beberapa kali menghiasai layar film ini.

(3) pekerja migrant kita tetnunya tidak selamaany hanya berhubnugan dnegan sesame orang Indonesia saja di hongking. Terkadang memreka berbaur juga dnegan warga asli hongkong atau pun warga Negara asing yang sama sedang berada di hongkong. Misalnay dengan keturunan Arab. Dan dalam film ini digambarkan seorang pekerja migrant, temannya Mayang yang berpacaran dengna seorang wna keturunan arab. Awalnya diperlihatkan bahwa mereka sangat romantic, si pacara sangat penyayang dan sebagainya. Namun kemudian diperlihahatkan bahwa si pacara kemudian hanya mua morotin si pekerja migrant untuk menraktri makan, membelikan sepatu dll. dan jika tidak dituruin, karena misalnya si pekerja migrant ingin memakai uangnya untuk dikirim ke kampong daripada membayari semua kebutuhan pacar arabnya, maka si pacara marah menmaki maki hinggak memukul. Hal ini memperlihatkan bahwa di kepala si Arab sudah ada stereotype atau stigma bahwa jika pekerja migrant mudah dirayu, dengan sedikit kata kata dan perlakuakn manis maka akan melakukan apa saja termasuk membayari semua kebutuhannya. Dan hal lain yang kita liaht di sini adlah bahwa perlakuakn kasar tidak hanya mungkin diterima oleh pekerja migrant dari majiaknnya tetapi juga dari orang orang terdekatnya dalam hal ini kekasihnya.
(4)fenomena percintaan yang menarik yang juga muncul di film ini adalah kisah percintaan sesame jenis, anatara sesame pekerja migrant. Ada beberapa kisah percintaan seperti ini d dalam film ini. lengkap dnegan stigma bahwa percintaan sejenis yang lebih possesif dan cemburuan juga muncul di sini. dan bagaimana ketika putus cinta pun cenderung mengambil langkah langkah sangat berani misalnya bunuh diri yang digambarkan dalam film ini. fenomena ini mungkin bisa dikatikan dengna pepatah jawa “cinta itu ada karena terbiasa”.

“Super kredit”, super mencekik
Super kredit adalah tempat para pekrja migrant bias mengkredit barang. Tempat inidimiliki oleh orang hongkong. Tapi di sini bunganya sanagat tinggi. Dan jika telat bayarnya dikenakan denda full, Walau pun Cuma telat 3 hari.

Super kredit ini terlihat sangat bersungguh sungguh ingin meraup untung sebanyak mungkin. Ini telrihat dari beragam poster penawaran yang menggiurkan para pekerja migrant. Dan juga dari segi manajemnnya, semua pegawi di sana bisa berbhasa Indonesia sehingga meudahkan mereka untuk merayu para pekerja migrant. Indoenesia.

Sialnya, Jaminan di sini adalah paspor. Sehingga jika tidak bias melunasi hutang maka rentetan maslaah akan dengan sangat cepat menghamipiri. Urutannya begini, jika telat membayr angsuran hutang maka bunga dilipatgandakan. Dan jika terus terusan telat atau jika smapai tidak bisa melunasi hutang karena beserta bunga sudah sangat tinggi jumlahnya, maka paspor ditahan. Dan jika paspor ditahan maka para pekerja migrant ini jikapun sudah selesai kontrak kerjanya tidak akan bisa pulang ke Indonesia sebelum melunasi hutang hutangnya. Di lain pihak ia sudah tidak bisa lagi bekrja di bawah pengaturan pjtki tempat awal dia bernagkat, karena sudah habis kontraknya, sehingga jadinya dia kerja serabutan, mula idari menemani orang jompo hingga jadi pedila. Dan ketika jadi pedila juga belum tentu walau uang sudah bnayak dan ada kemungkinan bisa melunasi hutang maka maslaah akan selesai, mereka juga kaan terlilit maslaah dengan germo, bisa jadi masalah hutang lagi.

Sebelum itu, pekerja migrant yang punya hutang ke super kredit biasanya malu mengaku ke teman teman sesame pekerja migrant bahwa mereka berhutang apalagi yang sudah sangat banyak. Dan cenderung pilihan merkea adalah kabur dan tidak mau bertemu teman teman sesame peekrja migrant. Hal ini tentunya menimbulkan kerugian bai pekerja migrant yang memiliki hutang tadi sendiri. Karena ia jadi tidka bisa mengakses infornasi eg tentang keluarga kampong atau teman yang lainnya, mereka jadi tidak bisa sharing maslaah nya ini yang kemungkinannya adalah bisa dibantu oleh teman teman merkea yang banyak tadi. Sehingga semakin larut saja maslah yang mereka hadapi. Malu terus terang, malu saat terkena maslah memang jamak terjadi dil ingkungan masyarakt kita. hal ini karena takut dianggap tidak keren, cemen, tidak kaya ,tidak sukses dll dll

Kembali ke persoalan super kredit, terlihat di sini bahwa super kredit ini didirikan dengna asumsi bahwa semua pekerja migrant Indonesia pasti suka barang barang bagus (handphone dll) karena mereka memang dari latar belakang ekonomi yang rendah di Indonesia, dan di sisi lain stiereotype bahwa jadi peekrja migrant itu harus kaya, membuat mereka mengukur kaya itu dnegna barang barang mewah tadi dan ingin menunjukkan ke orang orang di kampong merkea semua barang barang mewah tadi dan menurut merkea biar nggak malu “ sudah jauh jauh kerja ke laur negeri, masalk tetep kere juga”. Dapat kita simpulka nuraian ini bahwa stereotype sukses itu selain didengungdengungkan oleh orang orang di indoensia ditambah lagi di pompa pompa oleh masyarakat hongkong sendiri lewat kasus super kredit ini, menimbulkan masalah yang sangat besar terhadap pekerja migrant kita. Sebegitu bahanyalah penstereotype-an masyarakat!!

Hal lain yang bisa kita kaji dari persoalan super kredit ini adalah, bahwa paspor para pekerja migrant itu tidak disimpan oleh majikannya tapi oleh pekerja migrant sendiri sehingga merkea bisa mengagunkannnya untuk membeli barang barang mewah secara kredit di super kredit. Hal ini melayangkan pikiran kita ke nasib teman teman pekejra migrant lain di arab atau di Malaysia misalnya yang menahan paspor para pekerja migrant kita dengna alasan biar tidak kabur dan sebagainya.

Namun apakah ini artinya kondisi pekreja migrant di hongkong lebih baik dibandingkan dnegna yang di arab atau mayasia? Ternyata tidak. Meskipun para pekreja migrant kita yang berada di hongkong mendapt perlakukan baik dari majikan dan seluruh anggota keluarganya, namun mereka diikat untuk kemudian tidak bisa pergi meninggalkan Hongkong, oleh superkdredit.

Lalu mengadu kemana?

D ifilm ini juga digambarkan bahwa ada bagian konjen Republik Indonesia di Hongkong yang sering mengadakan event bersama para pekerja migrant. Namun yang digambarkan di sini hanyalah kegiatan yang bersifat hiburan, sperti panggung hiburan di taman Victoria park. Dan kalau pun ada pelatihan yang tergambar adalah keternagan tentnag gaji yang akan didapat (5-6 juta rupiah). Tak telrihat bagaimana konjen sebagai suatu instansi pemerintah RI di laur negeri memiliki system perlindungan bagi para pekerja migrant kita. misalnya tak terliaht adanya pemaparan tentang perlindungan hukum apa yang dimiliki para pekerja migrant itu dan bagaimana mengaksesnya.

Ada satu hal positif dimana yang terlihat hanyalah seorang pegawai konjen yang melakukan sharing maslaah dengna para pekerja migrant di warung bu de, yang dari kacamata positif bisa dikatakan slaah satu cara konjen mendekatkan diri ke pekerja migrant dan melakukannya di tempat tempat yang disukai para pekerja migrant (dalam hal ini warung bu de). Namun apa benar si oknum konjen ini melakukannya karena memang adalah bagian dari lingkung tanggung jawabnya di konjen atau kaha hanay karena tendensi pribadi, karena yang terkena maslaah di sini adalah pekerja migrant yang disukainya atau karena ia melakukannya karena rasa bersalahnya yang tidak bisa membantu si pekrja migrant ini ketika dulu di wal sebelum terjebak maslaah datang ke padannya untuk meminta bantuan? Sangat baur. Dan kecondongannya adalah ke yang terakhir.

Jalan jalan tikus menuju selamat

Sebenarnya, dengan masih mendasarkan data dari film Minggu pag idi Victoria park ini, bahwa sebenarnya ada celah celah, ada jalan jalan tikus yang sangat bisa dan mungkin diakses oleh para pekerja migrant kita dan yang bisa menjauhkan mereka dari masalah (apapun dan dari siapapun)

Konjen RI di Hongkong seharusnya bisa lebih dioptimalkan dalam memberi perlindungan kepada semua pekerja migrant Indonesia di sana. Selain menciptakan system perlindungan hukum yang tepat dan berguna, system jemput bola- dalam hal ini memanfaatkan ruang ruang rame pekerja migrant eg warung bu de atau pun Victoria park, bisa jadi satu alternative. Namun harus dipersiapkan betul, apa yang mau dituju misalnay mau bicara tentnag system perlindungan, tentang budaya budaya hongkong yang kemungkinan bisa menibulkan culture shock pada para pekerja migrant kita dll. kemudian siapa yang melakukannya (dengan tendensi membantu semua pekerja migrant bukan hanya satu), dan bagaimana melakukannya (diskusi, seminar, dll). hal hal ini harus dikaji dan dipikirkan betul masak masak agar tujuan mereka ditempatkan di sana dengan gaji dari keringat para pekerja migrant juga terwujud, ytaitu untuk melindungi warga Negara di temapt merkea bertugas, termasuk pekerja migrant yang ada disana.

Warung bude dan Victoria park selain bisa dimanfaatkan oelh konjen untuk ketemu masyarakat Indonesia di san juga bisa dimanfaatkan oleh sesame pekerja migrant sendiri. Nyata diyakini bahwa melalui sharing pengalaman, sharing masalah maka sebagian maslaah kita terhapus dan terselesaikan melalui pengalaman orang lain. Nyata juga diamini jika bertemu dengan orang se Negara di luar negeri, walau tidak bicara hanya saling tersenyum dan anggukkan kepala membuat kepala dan dada terasa penuh bahagia, penuh suka dan mengikis nestapa walau sejenak. Dan jika proses berbagi maslah dan berbagai pengalaman ini bisa dikemas sedemikian rupa maka tidka mungkin akan menghilangkan semua maslaah pekrerja migrant dan kalau pun tetap ada mereka kuat, bersama sama menuntut apa yang menjadi hak mereka.

Mengecewakan!: Sekedar simpulan
Bagi aktivis perempaun yang selama ini menggeluti isu isu perempuan pekerja migrant ini, film ini tentu tidak akan membuat mereka puas. Karena migrant, pekerja migrant berikut segala fenomena, stereotype dan persoalannya hanya menjadi bingkai “memperindah” film ini, karena persolaan pekerja migrant sendiri sudah dramatis ditambah lagi dengan kisah kakak beradik sekar dan mayang yang juga dramatis, sehigga makin indahlah film ini.

Namun demikian, walau hanya menjadi bingkai pada film ini, fenomena dan rentetan maalah pekerja migrant terutama di hongkong yang disajikan di film ini, cukup bisa membuka mata kita tentang “hidup seprti apasih sebenarnya yang dijalani oelh pekrea migrant kita disana? Bahwa ternyata tidak hanya ada suka tapi ada banyak sekali masalah ayng mereka hadapi yang bisa berujunbg ke kehancuran hidup bahkan kematian.
Namun kalau kita boleh melihat dengan mata kritis kita bahwa Secara keseluruhan film ini yang memang hanya menjadikan pekerja migrant dan hidupnya sebagai bingkai kisah dua kakak beradik, mayang dan sekar, dan dengan penampilan fenomena fenomena atau gaya dan pongah hidup pekerja migrant indoensai di hingkong ini seolah mengajak orang untuk berbondong bonding jadi pekerja migrant ke sana. Tergambar bahwa situasi di sana aman, majikan tidak galak seperti di Malaysia atau arab, bisa bebas ketemu teman teman sesame pekerja migrant, ada warung indoensai yang mwenyajikan makanan khas Indonesia, ada gaji yang besar. (5-6 juta sebulan untuk ukuran pekerja rumah tangga itu artinya sama dengan 10-12 kali lipat gaji pekerja rumah tnagga d iindonesia).

Meskipun demikian, film ini yang bisa dibilang komersil, punya nilai jual, bisalah untuk memperkenalkan isu pekerja migrant kita yang ada di luar negeri, khususnya di Hongkong. Walau di akhir film ini di katakana bahwa ada sekian puluh ribu perempuan peekrja mgiran indoensia di sekian puluh Negara dan mengalalmi sekian macam maslaah, tap itidak ada hubungannya sama sekali dengna isi film, cenderuung dipaksakan, namun seperti yang diatas, bisalah membuat kita berpikir dna melayangkan ingatan keapda sobat sebangsa kita yang berada di luar negeri sebagai para pekerja migrant. ***

Senin, 20 Desember 2010

DARI MAKAN PERMEN MPE DIMANDIIN BAPAK: UNTUK YANG PERTAMA KALI



Hari ini tanggal 19112010 adalah kali pertamanya aku makan permen dan bapak memandikanku. Hari ini bunda emang kurang enak badan dan agak agak lemes gitu. Ohya hari ini juga kali pertamanya aku makan permen, awalnya Cuma dikit tapi trus bapak kasih aku satu bagian. Nah bapak n bunda geli banget liatin aku makan permen. Cemong sana sini. dan apalagi karena aku makan permennya nggak kayak orang kebannyakan kata mereka. Kalau bapak yang lagi makan permen juga, dia tarok semua bagian permen di mulutnya dan kemudian diemut. Tapi aku tidak, aku pegang permen di tanganku, aku masukin trus aku keluarin gitu terus berulang ulang. Jadilah lengket semua. Mereka sudah berusaha kasih tahu aku agar ngikutin caranya bapak, tapi mereka menyerah dan membiarkan aku menikmati permen dengan caraku sendiri.:)
Nah karena udah sore dank arena aku juga dah belepotan sana sini, maka bapak berinisiatif untuk memandikanku. Aku sebenarnya meronta ronta nggak mau tapi bapak nggak peduli tetap buka bajuku dan membawaku ke belakang. Bapak tau aja, kalau aku suka mandi di pancuran kran. Akhirnya aku dimandiin di sana. Bapak berusaha agar bisa cepat memandikanku, tapi aku nggak mua kalau berada di tempat favoritku ini hanya sebentar. Aku main mainin kran aagr besar airnya dan ciprat cipratin air ke bapak. Hahaha..bapak jadi basah dech..
Cukup lama kami bedua sibuk di bawah keran air. Bapak dengan sedikit memaksa, mengeluarkan aku dari ember dan dari kucuran air keran. Dia menggendong aku ke dapur n ambilkan handuk untukku. Setelah aku kering dari air, bapak minta bunda ambilkan baju tidur dan minyak telon dan bedak dan pampers. Setelah bunda ambilkan semua, trus bapak mulai ritual sesudah mandi anak kecil seperti aku deh..pakai minyak tlon, dibaluri bedak..lalu dipakaikan pampers, kaos dalam baru baju dan celana. Dan yang terakhir taburin bedak di wajah dan minyak rambut. Jadilah aku si kecil yang bersih dan wangi..
Kata bunda, “wah bapak bisa juga ya ternyata..” bapak Cuma diam sambil nyeka keringat nya karena aku memang nggak pernah mau diam dan membuatnya kesana kemari mengejarku..hehehehe maaf y pak..makanya rajin rajin mandiin aku pak, biar terbiasa mengeluarkan keringat karena ngejar ngejar aku..peace yo pak…

improve my typing skill


menjadi notulen sudah hampir dua tahun ini intens aku lakukan.. ada yang masih terus memakai ku ada yang sudah mutusin kerjasama karena alasan ada yang mbajak rezekiku kesana dan ada juga karena aku hanya sepotong kirim laporan notulasinya..but, fee yang dari notulen itu lah yang membuat kami berlega nafas..untuk makan, beli susu rayez, bayar kontrakan, bayar rayes's nanny dll
awalnya aku agak susah mengetik cepat..selalu saja ada yang tertinggal..kemudian disiasati dengan adanya voice recorder..tapi kerjanya memang jadi dua kali.. dan parahnya sering untuk mendengarkan kembali rekaman itulah aku menghabiskan waktu lamaaa... dan impact juga adalah aku tidak berusaha cukup keras untuk menyimak semua pembicaraan saat jadi notulen, karena mengandalkan voice recorder tersebut..padahalkan harusnya aku perlakukan voice recorder itu hanya sebagai back up dan hakikatnya back up yan hanya kalau aku memang perlu banget dan ada yang harus di crosscheck.. karena sering aku jadinya ngerjain dari awal ketika mendengarkan rekaman dari voice recorder..lalu keberadaanku di saat acara apa? hanya untuk basa basi? padahal saat itu yang benar benar bekerja adalah voice recorder.. kalau begitu kenapa tidak titip voice recordernya saja.. dan mungkin akan bisa menghandle berbagai acara dengan cara begini. positifnya, aku dapat banyak kerjaan, tapi tidak ada isinya..dan otakku tak bertambah isinya karena mentranscript itu sangat teknis sekali..

lalu sampailah ketika ada kondisi aku makai voice recorder tapi karena yang ngomong tidak pake mike jadinya suara rekamanannnya tidak terlalu jelas. atau, ketika pakai voice recorder tiba tiba mati di jalan karena kehabisan baterai. dan parahnya adalah ketika voice recorderku rusak dan tidak ada juga panitia yang memamakai jasaku untuk notulen tidak punya voice recorder..

awalnya ku pikir, "matilah awak".. tapi, "kalau ada niat mah bisa" atau " selalu ada balasan baik untuk yg bekerja keras", kuotasi kuotasi yang AJibb.. dan terbukti!
ya karena hal itu, akhirnya aku milih tempat duduk dimana aku bisa mendengarkan jelas semua orang berbicara..dan sebisa mungkin mencatat. akhirnya aku memakai singkatan2 dll untuk bisa mencatat semuanya. kemudian semua materi, aku wajibkan ada di tasku dan akhrinya ketika aku mengedit, ramuan antara catatanku selama acara + materi ayng diberikan = hasil laporan notulasi yang cukup komprehensive menurutku..
walau pun itu bukan proceeding murni, tapi bisa menunjukkan alur proses acara. dan yang buat bagga jugaadalah aku jadi bisa menagkap inti dari pembicaraan, mengolahnya cepat di kepalaku dan merumuskannya dalam ketikan cepat..
intinya kemampuan menyimak dan menuliskan kembali apa yang aku simak, meningkat tajam..
semoga makin terasah...

street kreative thinkers!!

(1) narkoba = nasi, rokok + bakwan
(2) sabu = sarapan bubur
(3) anak kampret maen gendang
yang nyerempet gw tendang

Belok balik

seorang teman Belanda, Hellen Hettingga yang baru belajar Bahasa suatu kali berkata " Tolong fotocopi belok balik "& "tolong fotocopi sendiri (jangan belok balik)" :)walaupun ini menimbulkan tawa kita yang sangat familiar dengan Bahasa, tapi kita masih saja bisa memahaminya tanpa minta penjelasan lanjutan dari dia. dan yang diamanatkan memfotocopy-pun bisa langsung melakukan tugasnya...:)