sebenarnya money works harder, adalah tagline-nya sebuah bank, ayngsering sekali aku lihat di jalan sudirman sewaktu menuju ke kantor.
aku suka kata-katanya. tertlihat unik memang. dan kemudian, hal itu kemudian terasosiasi dengan berita di http://us.detiknews.com/read/2011/04/01/104734/1606323/10/legalkan-reklamasi-ma-lakukan-teror-kerusakan-lingkungan?9911022.
Singkatnya bahwa, reklamasi tetap akana dilanjutkan, karena sah di mata hukum!
melihat dari siapa yang meminta dilakukannya Peninjauan Kembali atas putusan MA, yaitu salah satu perusahaan pengembang / pelaksana reklamasi, maka tagline money works harder, terngiang-ngiang lagi.
Bukanlah barang baru, atau bukan lagi obrolan di ruang ber ac di hotel bintang lima, bahwa ada perselingkuhan penguasa dan penguasa. seorang penguasa, bisa menduduki jabatannya ya karena ia waktu kampanye mendapat dukungan dana kampanye dari pengusaha. kemudian, setelah dia mendapatkan kekuasaannya, dia harus membalas para pengusaha yang menyawernya dulu waktu pemilihan. caranya, membuat kebijakan-kebijakan yang pro ke para pemilik modal (uang) ini.
ini tentu ironi, karena demi kepentingan segelintir orang saja, dia harus mengorbankan sekian puluh juta atau ratusan juta rakyatnya. dia semakin membuat buncit para pengusaha dengan uang, dan (juga) membuat buncit rakyatnya, karena busung lapar!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar