Rabu, 16 Maret 2011

SBY VS DUA IBU

hari ini aku berangkat kerja jam setengah delapan. dan biasanya jika bernagkat jam segini akan nyampai paling telat jam 9an dan tidak terlalu macet karena khari kamis juga bukan hari senin yang diyakini hari termacet di jakarta.

tapi, ada hal yang tak biasa. pagi ini aku mengalami yang namanya bis kota berhenti di jalan tol dan tak bergerak sama sekali. pasti ada jalan yang ditutup sehingga tidak memungkinkan kendaraan apapun untuk bergerak. karena, jika semua pintu terbuka, walau merayap pasti kendaraannya jalan.

dan benar saja. penyebab dari kendaraan tidak bisa bergerak itu adalah karena jalan ditutup karena ada rombongan sby yang akan berangkat ke kantor nya di istana. secar rumhanya jauh di cikeas-bogos ya pastinya akan banyak sekali jalan yang ditutup n jadinya antrean panjang kendaraan.

bukannya biasanya dia juga ngantor, lalu apa bedanya dengan hari ini?
hal ini ternyata dipicu oleh isu bom buku. seperti diketahui bahwa selasa lau ada teror bom buku di tiga tempat di jakarta dan seperti biasa, setiap ada teror bom, sby selalu merasa bahawa itu adalah teror untuknya. jadi aja dia menambah personil pengawalnya dan memperketat pengamanannya. (beberapa waktu lalu lalu sempat mekanisme pengawalan presiden ini diperlonggar, karena adanya protes dari banyak pengguna jalan yang kehilangan banyak waktu karena harus mengalah untuk sby dan pasukannya lewat menuju istana).

kembali ke bis kota mayasari jurusan bekasi tanah abang yang berhenti di tol tadi, aku mendapati berbagai komentar. terutama dari ibu ibu yang berdiri karena aku juga berdiri. seorang ibu, berambut ikal sebahu, dengan tas jinjing dan baju hitam yang paling banyak komentar. menurut dia, kejadian bis berhenti karena sby lewat ini sudah sejak senin minggu ini. dan katanya lagi, keamrin, rabu juga begini dan dia jadinya menangis karena stresnya. (menurutku dia bukan hanya stress karena macet tapi juga karena jika telat maka akan dipotong gajinya:( ) dan juga karena stresnya, tempat duduknya dia berikan ke orang yang berdiri, karena menurutnya, dia akan lebih stress kalau duduk (belum dapat alasan logisnya untuk ini:P).

dari dia, juga aku dapat informasi kenapa bis berhenti dan kenapa sby jadi menambah pasukannya. dan dia merekomendasikan agar semua penumpang berangkat kerja atau pergi beraktivitasnya jam 5 subuh saja agar tidak ketemu dengan sby. karena jika sby lewat bisa berhenti 30 menit.

beda dengan ibu yang di sisi lain ku. dia mengunakan jilbab, pake tas selempang dan dari bajunya tidak seperti hendak ke kantor tapi ke tanah abang untuk belanja (hal ini menjadi beanr ketika dia ditelepon oleh anaknya sepertinya ayng dia tinggal masih tidur, dan bilang bahwa susu untuk anaknya itu ada di tempat "biasa", kunci pintu rumah. dan ia memberi tahu bahwa ia menuju "belanja".)

Ibu satu ini, tidak bercerita tentang pengalamannya bermacet ria di ahri-hari sebelumnya, tapi ia hanya menyesalakn kenapa pas macet dan dia dalam keadaan berdiri di bis kota. menurutnya kalau macet dan duduk siy tidak akan semenderita kalau berdiri.

Dua ibu ini mengajarkan banyak hal kepadaku. tentang sby, tentang hidup!

sebuah refleksi pagi yang fruitful!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar