Pada saat pergolakan di kerajaan pagaruyung, ada anak “haram” dari raja yang diusur dari pagaruyung dan rombongan pelarian ini sampai di manggarai. Manggarai masih sangat t erbelakang dan mereka yang sudah “didik” di kerajaan, akhirnya menjadi pemimpin di manggarai dan menjadikan warga asli manggarai menjadi pekerja mereka. Mereka sampai mendirikan kerajaan di sana. Sampai tahun 1939 mereka makin berkuasaaya, kaya r dan manggarai tetap terbelakang. Mereka kemudian ayng disebut dengan keturunan Todo.
Beberapa akulturasi yang terlihat, kain songket padang di manggarai motifnya sama dan disebut songke. Kemudian dari alat alat musik juga sama dengan yang di padang. Kemudian dari rumah adat juga terpengaruh dengan rumah gadang di minangkabau.
Di manggarai, ada 3 kelompok masyarakat, todo, campuran dengan turki dan homofloresiensis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar