yipppppppiiii akhirnya tulisanku yang pertama untuk koran di muat! baru satu kali ini ngirim dan langsung dimuat! walau ada kepikiran mungkin karena mereka emang lagi tak ada tulisan yang akan dimuat atau memang isu nya menarik.
tulisan itu berjudul " impor terus, petani tergerus'. ini ditulis dalam rangka menyambut hari pangan sedunia pada 16 Oktober lalu.
Proses pengerjaan tulisan ini sangat cepat menurutku. karena tidak lebih dari 2 jam, aku sudah menyelesaikan tulisan dan langsung mengirimkannya. jadi berpikir, apakah harus terburu-buru dulu baru jadi yang "bagus"? hehehe Entahlah..
dan dari mbak dinda bilang bahwa it uartinya dah naik kelas ke peneliti, jadi selama ini apa yaa?hehehhe
but so proud of itu!!
ranah dimaknai sebagai tempat asal bertumbuh dan menetap selamanya kata kata dari pikiran dari hati dan terkadang tidak dari dua duanya hanya dari jarijari dan sekonyong terbit disini
Selasa, 18 Oktober 2011
Minggu, 09 Oktober 2011
Cukilan Jakarta:Sejarah 400 tahunnya KOBAM
beberapa cukilan analisa dari buku Jakarta:Sejarah 400tahun
1. "Mayor jenderal Ali Sadikin saat diangkat menjadi Gubernur Jakarta berumur 39 tahun dan sebelumnya pernah menjadi Menteri Perhubungan Laut" pg. 291
Fakta ini kemudian juga mengkonfirmasi bahwa pada jelang pemilihan gubernur DKI tahun depan, wacana yang muncul adalah bagaimana gubernur itu setingkat menteri mengingat besarnya beban masalah, besarnya kewenangan yang harusnya dipunyai dan semuanya tentunya akan berimplikasi pada kebijakan dan menjalankannya berikut memonitoringnya.
2. "Sadikin bekerja dalam kondisi keuangan paling menguntungkan yang pernah dialami para penguasa mana pun sepanjang sejarah Jakarta. Jika ia tidak mampu membangun sebuah kota yang makmur pada masa pertumbuhan ekonomi pesat, kapan lagi hal ini dapat dilakukan? " pg 294
Fakta ini kemudian sedikit mengaburkan elu-eluan orang akan Ali Sadikin yang diclaim sebagai gubernur paling berhasil di Jakarta. sebagian akan bilang ya terang saja, kan waktu itu pertumbuhan ekonomi sedang bagus ya dia tidak perlu terlalu berkeringat untuk membangun Jakarta. Coba kalau dia dihidupkan lagi sekarang, disaat Jakarta sudah sangat parah penyakit yang menggerogotinya, di masalah sosial, ekonomi, budaya dan termasuk juga adalah masalah politiknya. Apakah sekaliber Ali Sadikin masih sanggup? atau kah Jakarta perlu berkali-kali lipat "TIPE" Ali Sadikin?
3. " Ia mengkombinasikan perbaikan kampung dan pengurangan elemen-elemen yang tidak diinginkan dari sektor informal yang banyak melibatkan warga miskin kota. " pg 302 dam " Satu-satunya cara efektif untuk meningkatkan kondisi perumahan bagi warga miskin Jakarta adalah melalui program perbaikan kampung yang mirip dengan program jaman Belanda" pg 303
Pada fakta ini memperlihatkan pada kita bahwa cara menggusur permukiman kumuh warga miskin bukanlah suatu solusi atau pun menempatkan mereka di rumah susun, karena memang bukan "nature"nya mereka. ketidakefektifan cara-cara ini terbukti pada masa sekarang dimana rezim gubernur dki sering menggunakan metode menggusur dan bukannya malahan menata permukiman. dan mendirikan sejtua tower rumah susun untuk masyarakat miskin padahal nature mereka dari kampung bukanlah begitu.
to be continued..
1. "Mayor jenderal Ali Sadikin saat diangkat menjadi Gubernur Jakarta berumur 39 tahun dan sebelumnya pernah menjadi Menteri Perhubungan Laut" pg. 291
Fakta ini kemudian juga mengkonfirmasi bahwa pada jelang pemilihan gubernur DKI tahun depan, wacana yang muncul adalah bagaimana gubernur itu setingkat menteri mengingat besarnya beban masalah, besarnya kewenangan yang harusnya dipunyai dan semuanya tentunya akan berimplikasi pada kebijakan dan menjalankannya berikut memonitoringnya.
2. "Sadikin bekerja dalam kondisi keuangan paling menguntungkan yang pernah dialami para penguasa mana pun sepanjang sejarah Jakarta. Jika ia tidak mampu membangun sebuah kota yang makmur pada masa pertumbuhan ekonomi pesat, kapan lagi hal ini dapat dilakukan? " pg 294
Fakta ini kemudian sedikit mengaburkan elu-eluan orang akan Ali Sadikin yang diclaim sebagai gubernur paling berhasil di Jakarta. sebagian akan bilang ya terang saja, kan waktu itu pertumbuhan ekonomi sedang bagus ya dia tidak perlu terlalu berkeringat untuk membangun Jakarta. Coba kalau dia dihidupkan lagi sekarang, disaat Jakarta sudah sangat parah penyakit yang menggerogotinya, di masalah sosial, ekonomi, budaya dan termasuk juga adalah masalah politiknya. Apakah sekaliber Ali Sadikin masih sanggup? atau kah Jakarta perlu berkali-kali lipat "TIPE" Ali Sadikin?
3. " Ia mengkombinasikan perbaikan kampung dan pengurangan elemen-elemen yang tidak diinginkan dari sektor informal yang banyak melibatkan warga miskin kota. " pg 302 dam " Satu-satunya cara efektif untuk meningkatkan kondisi perumahan bagi warga miskin Jakarta adalah melalui program perbaikan kampung yang mirip dengan program jaman Belanda" pg 303
Pada fakta ini memperlihatkan pada kita bahwa cara menggusur permukiman kumuh warga miskin bukanlah suatu solusi atau pun menempatkan mereka di rumah susun, karena memang bukan "nature"nya mereka. ketidakefektifan cara-cara ini terbukti pada masa sekarang dimana rezim gubernur dki sering menggunakan metode menggusur dan bukannya malahan menata permukiman. dan mendirikan sejtua tower rumah susun untuk masyarakat miskin padahal nature mereka dari kampung bukanlah begitu.
to be continued..
Langganan:
Komentar (Atom)